You are on page 1of 27

Asuhan Keperawatan

Kepada Ny. W
DENGAN Open
Fracture Radius Ulna
Sinistra+close Fracture
Clavicula Sinistra
Oleh Kelompok C Ners PSIK ULM
Angkatan 11
Konsep Penyakit

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya.. Fraktur
dapat disebabkan oleh pukulan langsung,' gaya meremuk, gerakan puntir mendadak, dan bahkan
kontraksi otot ekstrem.Ada lebih dari 150 klasifikasi fraktur. Lima yang utama adalah:
1. Incomplete: Fraktur hanya melibatkan bagian potongan menyilang tulang. Salah satu sisi patah;
yang lain biasanya hanya bengkok (greenstick).
2. Complete: Garis fraktur melibatkan seluruh potongan menyilang dari tulang, dan fragmen tulang
biasanya berubah tempat.
3. Tertutup (simple): Fraktur tidak meluas melewati kulit.
4. Terbuka (compound): Fragmen tulang meluas melewati otot dan kulit, dimana potensial untuk
terjadi infeksi.
5. Patologis: Fraktur terjadi pada penyakit tulang (seperti kanker, osteoporosis), dengan tak ada
trauma atau hanya minimal
Konsep Penyakit

Manifestasi klinis fraktur adalah nyeri, hilangnya fungsi, deformitas, pemendekan ekstremitas,
krepitus, pembengkakan lokal, dan perubahan warna. Akan tetapi tidak semua tanda dan gejala
tersebut terdapat pada setiap fraktur.
Beberapa penatalaksanaan fraktur antara lain :
1. Penatalaksanaan Kedaruratan, Pembidaiann dan pembalutan luka untuk mengurangi nyeri dan
bertambaah parahnya luka pasien.
2. Prinsip Penanganan Reduksi Fraktur
a) Reduksi fraktur, mengembalikan fragmen tulang pada kesejajarannya dan rotasi anatomis.
b) Traksi, digunakan utuk mendapatkan efek reduksi dan imobilisasi yang disesuaikan
denganspsme otot yang terjadi.
c) Imobilisasi fraktur dapat dilakukan dengan fiksasi eksternal (gips, pembalutan, bidai, traksi
kontinyu, pin dan teknik gips atau fiksator eksternal) dan interna (implant logam).
Konsep Penyakit

Hal-hal yang dapat mempercepat atau memperlambat penyembuhan fraktur antara lain (Brunner &
Suddarth, 2002) :
1. Faktor yang Mempercepat Penyembuhan Fraktur, antara lain: 1. Imobilisasi fragmen tulang , 2.
Kontak framon tulang maksimal, 3. Asupan darah yang memadai , 4. Latihan-pembebanan berat
badan untuk tulang yang panjang, 5. Hormon-hormon pertumbuhan tiroid Kalsitenin, Vitamin D,
steroid anabolic, 6. Potensial listrik pada patahan tulang.
2. Faktor yang Menghambat Penyembuhan Tulang : 1. Trauma lokal ekstensif, 2. Kehilangan Tulang,
3. Imobilisasi tak memadai, 4. Rongga atau jaringan di antara fragmen tulang, 5. Infeksi, 6.
Keganasan local, 7. Penyakit tulang Metabolik (misalnys Penyakit Paget), 8. Radiasi tulang (nekrosis
radiasi), 9. Nekrosis avaskuler, 10. Fraktur intraartikuler (cairan synovial mengandung fibrolisin,
yang akan melisis bekuan darah awal dan memperlambat pembentukan jendalan), 11. Usia (lansia
sembuh lebih lama), 12. Kortikosteroid (menghambat kecepatan perbaikan).
Pengkajan
Nama : Ny. W Agama : Islam
Umur : 22 Tahun Status Perkawinan : Menikah
Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan : Swasta
Alamat : Paringin Timur RT.18, Balangan No RekamMedik : 1-34-90-xx
Pendidikan terakhir : SMK Diagnosa : Open Fracture Radius Ulna
Suku : Banjar Sinistra+Close Fracture
Clavicula Sinistra
Keadaan Umum: Kesadaran compos mentis, klien tampak lemah, klien hanya terbaring di tempat
tidur, klien tampak diperban pada bagian tangan kiri dan dahi sebelah kiri dan
terpasang Fiksasi Eksternal pada tangan kiri nya.

Keluhan Utama: Nyeri pada kepala dan tangan kiri, klien juga mengeluhkan mual.
Pengkajan

1. Pola Persepsi Kesehatan dan Penanganan 2. Pola Nutrisi – Metabolik


Kesehatan
Pada saat di rumah sakit klien hanya makan-
Alasan masuk rumah sakit: Klien mengalami makanan yang diinginkan saja (batagor). Klien
kecelakaan lalu lintas dan patah tulang bagian memakan makanan dari RS (nasi+lauk+sop) hanya
tangan kiri. 2-3 sendok makan.
Riwayat penyakit sekarang: klien mengalami Klien mengatakan minum seperti biasa ±8
kecelakaan lalu lintas pada hari Sabtu tanggal 29 gelas/hari hanya air putih dan tidak ada nafsu
April 2017 pukul 22.00 WITA di daerah Barabai. makan karena mulut terasa asam dan rasa mual
Kecelakaan terjadi ketika klien diperjalanan ingin
pulang ke Balangan dari Banjarmasin, taksi yang Klien mengatakan selaalu mual dan muntah setiap
ditumpangi klien terbalik. Klien dibawa ke Rumah pagi, dan pada saat pengkajian sudah 2x muntah.
Sakit terdekat dari TKP yaitu RSUD di Barabai. Karakteristik muntah, klien memuntahkan ssbagian
Namun, keesokan harinya pada hari Minggu tanggal makanan yang sudah dimakan, namun ketika klien
30 April jam 11.00 WITA klien dibawa ke RSUD di tidak makan, yang dimuntahkan hanya cairan
Banjarmasin karena dokter bedah di RS tersebut berwarna putih. Setelah muntah klien merasa lega,
sedang tidak ada ditempat. perutnya menjadi lebih nyaman
Pengkajan

2. Pola Nutrisi – Metabolik 3. Pola Eliminasi


BB : 62 kg, TB : 153 cm Suhu : 36,9°C klien sudah 3 hari tidak BAB. Klien tidak merasakan
keinginan untuk BAB. Klien mengeuhkan sulit untuk
Kulit pada bagian wajah terdapat luka terbuka dan BAB karena bergerak merubah posisi saja klien
luka jahitan pada pelipis mata kiri dan terdapat luka merasa nyeri. Bising usus: (+) 10 kali/menit
terbuka pada bagian tangan kiri. Terdapat luka jahit
bagian frontal ±13cm dan temporal ±5cm. Struktur abdomen:
Kedalaman luka pada daerah pergelangan tangan
mencapai jaringan dermis dengan kedalaman ± 5 I: Tidak ada asites, perdarahan, sikatrik, dan
cm. Klien mengeluhkan nyeri di area luka. Luka umbilicus normal.
tampak dibalut dengan menggunakan kasa, warna A: BU terdengar di kuadran kanan atas 10
luka merah muda dan Klien mual karena sedang kali/menit.
dalam masa kehamilan trimester I, usia kehamilan 3
minggu. P: Tidak ada nyeri tekan pada bagian abdomen
P: timpani pada 4 kuadran
Pengkajan

4. Pola Aktivitas – Latihan 5. Pola Istirahat dan Tidur


Mobilitas Aktivitas sebelum tidur SMRS klien
+ -
mengatakan tidak ada langsung tidur saja, saat
Rentang gerak: terhambat+ , +
sakit klien mengatakan tidur terganggu karena
Skala kekuatan otot: 555
555
500
555
merasakan nyeri pada bagian tangan kiri klien
sehingga klien sering terbangun, waktu tidur
Persendian: nyeri pada tangan kiri tidak menentu. Aktivitas sebelum tidur klien
Nyeri: pada tangan kanan dan kepala tidak ada melakukan aktivitas. Saat bangun
mata klien terlihat sayu, klien tampak menguap
dan tampak tidak puas tidur. Sudah 1 bulan
klien merasakan tidurnya kurang.
Keluhan yang mempengaruhi tidur: nyeri
Lingkaran gelap di mata: tampak samar
Pengkajan

6. Pola Kognitif – Persepsi 7. Pola Persepsi Diri – Konsep Diri


Pasien mengatakan nyeri, Kriteria nyeri: Tidak ada masalah
P: Klien mengatakan nyeri pada tangan dan kepala
diatas mata kirinya
Q: Klien mengatakan terasa seperti ditusuk-tusuk
8. Pola Seksualitas – Reproduksi
R: Pada daerah tangan kiri dan kepala
klien sedang dalam masa kehamilan trimester I
S: Skala 7 (1-10 dengan skala VDS) dengan usia kehamilan 3 minggu, G1 P0 A0. Setiap
pagi klien merasakan mual dan kemudian muntah
T: terus-menerus
Saat dilakukan perawatan luka pada area tangan kiri,
klien mengeluhkan nyeri, sehingga perawatan luka
hanya bisa diberikan dengan membersihkan luka
dengan NaCl. Ekspresi klien ketika perawatan luka
klen berteriak-teriak kesakitan.
Pengkajan

9. Pola Koping – Toleransi Stres 10. Pola Peran – Hubungan


Cara pengambilan keputusan pasien : Pasien Tidak ada masalah
mengatakan setiap keputusan diambil dengan cara
berdiskusi bersama keluarga
Stresor dalam 1 tahun terakhir : pasien mengatakan 11. Pola Nilai – Kepercayaan
butuh motivasi dari keluarga terdekat Kegiatan keagamaan : Saat sakit klien tidak ada
Koping yang biasa digunakan : untuk mendapatkan beribadah namun klien merasa wajar karena dirinya
solusi masalah pasien bercerita dengan orang tua sedang sakit
dan suami Sikap terhadap nilai : Klien menghargai dan
Pengobatan untuk mengatasi stress : tidak ada menghormati nilai-nilai agama sendiri maupun
orang lain saat diruangan
Kecemasan: Klien dan suaminya mengatakan merasa
takut dengan kehamilannya ketika diharuskan
operasi
Pengkajan
NILAI PEMERIKSAAN HASIL NILAI SATUAN METODA
PEMERIKSAAN HASIL RUJUKAN SATUAN METODA RUJUKAN
HEMATOLOGI HITUNG JENIS
Hemoglobin 11,4* 12.50-16.70 g/dl Colorimetric Gran# 3,98 2.50-7.00 Ribu/ul Impedance
Leukosit 6,6 4.65-10.3 ribu/ul Impedance
Limfosit# 1,6 1.25-4.0 Ribu/ul Impedance
Eritrosit 4,43 4.10-6.00 Juta/ul Impedance
Analyzer MID# 0,8 Ribu/ul Impedance
Hematokrit 37,6 42.00-52.00 Vol% Calculates HATI
Trombosit 474* 250-356 Ribu/ul Impedance SGOT 46 0-46 U/l IFCC
RDW-CV 13,7* 12.1-14.0 % Analyzer
Calculates SGPT 35 0-45 U/l IFCC
MCV,MCM, KIMIA
MCHC
Analyzer GULA DARAH
MCV 84,8 75.0-96.0 fl Calculates 121 <200 mg/dl GOD-PAP
Glukosa darah
Analyzer sewaktu
MCH 25,7* 28.0-32.0 Pg Calculates
Ginjal
Analyzer
MCHC 30,3* 33.0-37.0 % Calculates Ureum 31 10-50 mg/dl Modif-
Berhelot
HITUNG JENIS KIMIA
Gran% 60,5 50.0-70.0 % Impedance GINJAL
Limfosit% 23,6* 25.0-40.0 % Impedance
MID% 9,6* 4,0-11,0 % Impedance Creatinin 0,9 0,6-1,2 mg/dl Jaffe
Pengkajan
Pengkajan
ANALISIS DATA
Data
No. Dx Etiologi Masalah
Subjektif Objektif
1. Pasien mengeluh nyeri dengan 1. Pasien terihat meringis Agen Cedera Fisik Nyeri akut
Kriteria nyeri: 2. Pasien memberikan isyarat verbal (berteriak) (trauma)
 P: Luka fraktur, luka jahitan, luka terbuka ketikadilakukan dresing
 Q: Klien mengatakan terasa seperti ditusuk- 3. Kulit pada bagian wajah terdapat luka terbuka dan
tusuk luka jahitan pada pelipis mata kiri dan terdapat luka
 R: Pada daerah tangan kiri dan kepala terbuka pada bagian tangan kiri. Terdapat luka jahit
 S: Skala 7 (1-10 dengan skala VDS) bagian frontal ±13cm dan temporal ±5cm. Kedalaman
 T: terus-menerus luka mencapai jaringan dermis dengan kedalaman ±5
cm. Klien mengeluhkan nyeri di area luka. Luka tampak
dibalut dengan menggunakan kasa, warna luka merah
muda.
2. - Kulit pada bagian wajah terdapat luka terbuka dan luka Faktor mekanik Kerusakan
jahitan pada pelipis mata kiri dan terdapat luka terbuka (fraktur,robekan, integritas
pada bagian tangan kiri. Terdapat luka jahit bagian frontal gesekan dan luka jaringan
±13cm dan temporal ±5cm.. Kedalaman luka mencapai terbuka)
jaringan dermis dengan kedalaman ±5 cm. Klien
mengeluhkan nyeri di area luka. Luka tampak dibalut
dengan menggunakan kasa, warna luka merah muda.
No. Data
Etiologi Masalah
Dx Subjektif Objektif
3. 1. Klien mengatakan selaalu mual dan muntah setiap pagi, 1. Klien sedang dalam masa kehamilan trimester 1 (Usia Kehamilan, Mual
dan pada saat pengkajian sudah 2x muntah. Kehamilan 3 minggu) Nyeri
Karakteristik muntah, klien memuntahkan ssbagian 2. G1 P0 A0. setiap pagi klien merasakan mual dan
makanan yang sudah dimakan, namun ketika klien kemudian muntah
tidak makan, yang dimuntahkan hanya cairan berwarna 3. Muntah 2x
putih. Setelah muntah klien merasa lega, perutnya
menjadi lebih nyaman
2. Klien mengatakan tidak ada nafsu makan karena mulut
terasa asam dan rasa mual
3. Pasien mengeluh nyeri
1. Terlihat adanya kerusakan integritas jaringan pada kulit Faktor resiko Risiko
bagian wajah terdapat luka terbuka dan luka jahitan prosedure infeksi
pada pelipis mata kiri dan terdapat luka terbuka pada invasive,
bagian tangan kiri. Terdapat luka jahit bagian frontal pertahanan
±13cm dan temporal ±5cm. Kedalaman luka mencapai tubuh primer
jaringan dermis dengan kedalaman ± 5 cm. Klien yang tidak
mengeluhkan nyeri di area luka. adekuat
2. Hasil laboratorium pada tanggal 24 Mei menyatakan (kerusa
nilai Hb = 11,4 kan integritas
3. Karakteristik luka dibalut menggunakan kasa, warna jaringan)
luka merah muda 100%, tidak ada pus, tidak ada
jaringan nekrotik, terlihat luka pada tangan kiri merusak
jaringan dermis kulit.
4. Terpasang OREF pada tangan kiri
5. Jumlah Leukosit 6,6 ribu
No. Data
Etiologi Masalah
Dx Subjektif Objektif
5. 1. Sebeum sakit klien mengatakan tidur sekitar 8 1. Tampak lingkaran gelap pada mata samar-samar. Nyeri Gangguan
jam/hari, tidur dari jam 22.00 – 05.00 WITA. Aktivitas Pola Tidur
2. Saat bangun mata klien terlihat sayu, klien tampak
sebelum tidur SMRS klien mengatakan tidak ada
menguap dan tampak tidak puas tidur.
langsung tidur saja, saat sakit klien mengatakan tidur
terganggu karena merasakan nyeri pada bagian tangan
kiri klien sehingga klien sering terbangun, waktu tidur
tidak menentu. Aktivitas sebelum tidur klien tidak ada
melakukan aktivitas. Sudah 1 bulan klien merasakan
tidurnya kurang.
6. 1. Klien sudah 3 hari tidak BAB. Klien tidak merasakan Klien dirawat sejak tanggal 30 April 2017, sekarang sudah Perubahan Resiko
Konstipasi
keinginan untuk BAB. Klien mengeluhkan sulit untuk tanggal 31 Mei 2017. Selama itu klien hanya berbaring, Lingkungan
BAB karena bergerak merubah posisi saja klien merasa klien hanya bisa duduk ±5menit dan dibantu oleh (tirah baring
nyeri. suaminya, aktivitas klien lebih banyak ditempat tidur. Saat lama)
2. Klien mengatakan BAB terakhir tanggal 28 Mei 2017 dudukpun klien tampak meringis kesakitan.
Data
No.
Etiologi Masalah
Dx Subjektif Objektif

7. 1. Klien mengatakan sejak sakit klien hanya berbaring MRS Kerusakan Hambatan
ditempat tidur, tidak ada melakukan aktivitas. Aktivitas Mobilitas
0 1 2 3 4
Mandi √
integritas Fisik
2. Klien mengatakan nyeri Berpakaian/ Berdandan √ struktur
Kriteria nyeri: Eliminasi/ Toileting √
P: Klien mengatakan nyeri pada tangan dan kepala diatas Mobilitas di tempat tidur √ tulang dan
mata kirinya Berpindah √
nyeri
Q: Klien mengatakan terasa seperti ditusuk-tusuk Berjalan √
R: Pada daerah tangan kiri dan kepala Naik tangga √
Berbelanja √
S: Skala 7 (1-10 dengan skala VDS)
Memasak √
T: terus-menerus
Pemeliharaan rumah √
Kebersihan Diri:
Di rumah sakit
Mandi :1 (seka) /hr
Klien mengalami Open Fracture Radius Ulna (Terpasang
OREF) dan Close Frakture Clavicula (Terpasang ORIF)
Kulit pada bagian wajah terdapat luka terbuka dan luka
jahitan pada pelipis mata kiri dan terdapat luka terbuka pada
bagian tangan kiri. Terdapat luka jahit bagian frontal ±13cm
dan temporal ±5cm. Kedalaman luka mencapai jaringan
dermis dengan kedalaman ± 5 cm. Klien mengeluhkan nyeri
di area luka. Luka tampak dibalut dengan menggunakan
kasa, warna luka merah muda.
Data
No.
Etiologi Masalah
Dx Subjektif Objektif

1. Klien dan suaminya mengatakan merasa takut dengan 1. Klien tampak mual Neurotransmit Ketakutan
kehamilannya ketika diharuskan operasi. 2. Klien muntah 2x ter (ketakutan
2. Klien mengatakan merasa gelisah 3. Klien tampak gelisah terhadap
dampak dari
tindakan
medik pada
kandungan)
Prioritas Masalah
Tanggal Paraf
No Masalah Keperawatan
Ditemukan Teratasi (Nama Perawat)
1. Nyeri Akut berhubungan dengan agen cedera fisik (trauma) 31 Mei 2017 Belum Ns. Yuni
…...…………... teratasi
2. Kerusakan Integritas Jaringan berhubungan dengan factor mekanik 31 Mei 2017 Belum Ns. Jannah
…...…………... teratasi
3. Mual berhubungan dengan kehamilan dan nyeri 31 Mei 2017 Belum Ns. Nelna
…...…………... teratasi
4. Hambatan Mobilitas Fisik berhubungan dengan kerusakan integritas struktur tulang 31 Mei 2017 Belum Ns. Sendy
dan nyeri …...…………... teratasi
…...…………...
5. Gangguan Pola Tidur berhubungan dengan nyeri 31 Mei 2017 Belum Ns. Santi
…...…………... teratasi
6. Ketakutan berhubungan dengan neurotransmitter (ketakutan terhadap dampak dari 31 Mei 2017 Teratasi (31 Ns. Basith
operasi pada kandungan) …...…………... Mei 2017)
…...…………...
7. Resiko Infeksi dengan factor resiko prosedur invasive dan pertahanan tubuh yang 31 Mei 2017 Belum Ns. Surya
tidak aekuat (kerusakan integritas jaringan) …...…………... teratasi
…...…………...
8. Resio konstipasi dengan factor resiko perubahan lingkungan (tirah baring lama) 31 Mei 2017 Belum Ns. Jajar
…...…………... teratasi
Rencana Keperawatan - Evaluasi
1. Nyeri Akut berhubungan dengan agens cedera fisik (trauma)

NOC NIC
Pain Level, Pain control Pain Management
Evaluasi terakhir menunjukkan skala nyeri berkurang dari pengkajian awal 7 menjadi 4 (1-10 dengan skala
VDS)
Hasil evaluasi, hari sabtu , 3 juni 2017: kritria nyeri pasien
• P: Luka jahit, luka fraktur dan luka terbuka
• Q: Klien mengatakan terasa seperti ditusuk-tusuk
• R: Pada daerah tangan kiri dan kepala
• S: Skala 4 (1-10 dengan skala VDS)
• T: terus-menerus
Rencana Keperawatan - Evaluasi
2. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan faktor mekanik

NOC NIC
Wound Healing Wound Care
Evaluasi terakhir menunjukkan
• S: -
• O: Kulit pada bagian wajah terdapat luka terbuka dan luka jahitan pada pelipis mata kiri dan terdapat luka
terbuka pada bagian tangan kiri. Terdapat luka jahit bagian frontal ±13cm dan temporal ±5cm. Kedalaman
luka mencapai jaringan dermis dengan kedalaman ± 5 cm. Klien mengeluhkan nyeri di area luka. Luka
tampak dibalut dengan menggunakan kasa, warna luka merah muda.
• A: Masalah keperawatan kerusakan integritas jaringan belum teratasi
• P: Lanjutkan intervensi
Rencana Keperawatan - Evaluasi
3. Mual berhubungan dengan kehamilan dan nyeri

NOC NIC
Nausea and Vomiting Severity Nausea Management

Evaluasi terakhir menunjukkan


• S: Klien mengatakan masih mual dan muntah setiap pagi dan tidak ada nafsu makan karena mulut terasa
asam dan rasa mual
• O: -
• A: Masalah keperawatan mual belum teratasi,mual masih ada
• P: Lanjutkan intervensi
Rencana Keperawatan - Evaluasi
4. Hambatan Mobilitas Fisik berhubungan dengan kerusakan integritas struktur tulang dan nyeri

NOC NIC
Pergerakan Terapi latihan: Pergerakan sendi

Evaluasi terakhir menunjukkan


• S: Klien mengatakan masih tidak bisa beraktivitas karena nyeri
• O: Terpasang OREF pada tangan kiri, Klien tampak tidak merubah posisi, namun klien sudah dapat latihan
gerak pada sendi ektremitas bawah dextra dan sinistra kemudian ekstremitas atas dextra, klien juga dapat
makan sendiri, klien sudah dapat duduk dengan dibantu
• A : Masalah keperawatan hambatan mobilitas fisik teratasi sebagian, klien dapat latihan gerak dan makan
sendiri
• P : Lanjutkan Intervensi
Rencana Keperawatan - Evaluasi
5. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri

NOC
NIC
Pain Level, Rest: Extent and
Sleep Enhancement
Pattern

Evaluasi terakhir menunjukkan


• S: Klien mengatakan masih sering terbangun saat tidur, dari jam 21.00-05.00 tidurnya sering terbangun,
tidur hanya ±5 jam
• O: Tampak lingkaran gelap pada mata samar-samar, Saat bangun mata klien terlihat sayu, klien tampak
menguap dan tampak tidak puas tidur.
• A: Masalah keperawatan gangguan pola tidur belum teratasi,klien masih mengeluhkan sering terbangun
• P: Lanjutkan intervensi
Rencana Keperawatan - Evaluasi
6. Ketakutan berhubungan dengan neurotransmitter (ketakutan terhadap dampak dari operasi pada
kandungan)

NOC NIC
Tingkat rasa takut Anxiety Reduction
Masalah keperawatan ini teratasi pada taggal 31 Mei 2017
Rencana Keperawatan - Evaluasi
7. Risiko infeksi dengan factor resiko prosedur invasive dan pertahanan tubuh yang tidak adekuat

NOC NIC
Immune Status, Risk control Infection Protection

Evaluasi terakhir menunjukkan


• S: -
• O: Tidak ada tanda-tanda infeksi, dimana Luka tampak dibalut dengan menggunakan kasa, warna luka
merah muda.
• A: Masalah keperawatan resiko infeksi belum teratasi
• P: Lanjutkan Intervensi
Rencana Keperawatan - Evaluasi
8. Risiko Konstipasi

NOC NIC
Bowel Elimination Constipacy Management

Evaluasi terakhir menunjukkan


• S: Klien mengatakan belum ada BAB sejak tanggal 28 Mei 2017
• O: -
• A: Masalah keperawatan resiko konstipasi belum teratasi
• P: Lanjutkan intervensi