Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
48Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Pembuatan Susu Jagung Febri Irawan 05091002006 Teknik Pertanian UNSRI

Jurnal Pembuatan Susu Jagung Febri Irawan 05091002006 Teknik Pertanian UNSRI

Ratings: (0)|Views: 6,005|Likes:

More info:

Published by: Febri Irawan Putra Zenir on Jul 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/22/2013

pdf

text

 
ProsidingSeminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008Universitas Lampung, 17-18 November 2008ISBN : 978-979-1165-74-7
 
VIII - 136
 
STUDI PEMBUATAN SUSU JAGUNG MANIS KACANG HIJAU :EFEK FORMULASI JAGUNG MANIS DAN KACANG HIJAUTERHADAP NILAI GIZISri Setyani dan Medikasari
 
 Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jl Sumantri Brojonegoro No 1 Bandar Lampung 35145
 
ABSTRACT
One of the efforts for solving undernourished can be done by combining sweet corn withmung bean become milk. This research intends to get the formulation between sweet corn andmung bean that can poduct mung bean sweet corn milk with the best physical, chemical andorganoleptical characteristic and be accepted by consument. The research is arranged incomplete group randomize design (CGRD) by one factor and three times repetition. Thetreatments is the formulation between sweet corn and mung bean on five standards, they are on3:1 (F1), 2:1 (F2), 1:1 (F3), 1:2 (F4), and 1:3 (F5) (w/w). The treatments were laid in analysis of variance, with 1 % and 5 % least diference significant test. On the preliminary research is donethe determining of water addition that can product mung bean-sweet corn milk that isappropriate for the solid total in SNI (11.5 %). The result of the main research showed that thestability objectively, protein degree, and organoleptical characteristic are not really differentfrom some sweet corn and mung bean formulation, but the stability visually, the viscosity,soluble total solid and fat degree are really different from sweet corn and mung beanformulation. According to the SNI (soluble total solid, protein degree and fat degree) are theformulation that have met the soy milk quality standard, but the best formulation is owned byF2, with the protein degree at 3,183% , fat degree at 3,667%, and the most favourite formulationis F2 formulation with 1, 893 score prferable criteria. The result of amino acid analysis on thebest mung bean-sweet corn milk showed that five types of essential amino acid (threonine,valine, isoleucine, leucine and lysine) have not met the amino acid standard yet by FAO (1973).In conclusion, the combination of sweet corn and mung bean become mung bean sweet cornmilk has not overcome the lack of lysine on corn and methionine on mung bean yet.
Keyword
s : sweet corn, mung bean, mung bean sweet corn milk, amino acid
1. PENDAHULUAN
Gizi buruk merupakan bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi (Nencydan Arifin, 2005). Menurut Soekirman (2002), penyebab terbesar terjadinya gizi buruk adalahkurangnya asupan mikro/makro nutrien yang penting bagi tubuh. Oleh karena itu perludilakukan verifikasi pangan dengan mengkombinasikan berbagai bahan pangan sehinggamenjadi produk yang bergizi tinggi.Penggunaan jagung manis saat ini kurang memberikan nilai yang lebih dalam rangkapeningkatan gizi masyarakat. Jagung manis belum banyak digunakan sebagai makanan
 
ProsidingSeminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008Universitas Lampung, 17-18 November 2008ISBN : 978-979-1165-74-7
 
VIII - 137
 
tambahan yang dapat meningkatkan jumlah asupan gizi pada masyarakat. Salah satu usahameningkatkan kandungan protein jagung manis adalah dengan mengkombinasikan jagungmanis dengan kacang hijau. Kacang hijau merupakan bahan pangan yang berasal dari kacang-kacangan yang dapat digolongkan sebagai sumber protein hampir sempurna (Moehji, S; 1982).Menurut Winarno (1997), asam amino pembatas pada jagung adalah lisin, sedangkanpada kacang hijau adalah metionin. Asam amino pembatas adalah asam amino yang sangatkurang terkandung dalam suatu bahan pangan. Menurut Moehji, S (1982) penggabunganbeberapa bahan pangan akan dapat melengkapi kandungan asam aminonya dan juga zat gizilainnya.Pada penelitian ini dilakukan pengolahan dengan mengkombinasikan jagung manis dankacang hijau sebagai susu jagung manis kacang hijau. Hal ini karena susu merupakan produk yang banyak disenangi oleh anak-anak dan balita. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akandikaji masalah yang ditimbulkan dari kombinasi jagung manis dan kacang hijau, yaitu formulasiantara jagung manis dan kacang hijau yang tepat yang dapat menghasilkan susu jagung maniskacang hijau dengan sifat fisik, kimia terbaik dan disukai konsumen.
2. BAHAN DAN METODE2.1 Waktu, Bahan dan Alat
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian dan Biomasa,Laboratorium Analisis Hasil Pertanian Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas PertanianUniversitas Lampung, Laboratorium Biokimia Fakultas MIPA Universitas Lampung danLaboratorium Terpadu Institut Pertanian Bogor.Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah kacang hijau dan jagung manislokal dari Pasar Koga Bandar Lampung, Bahan-bahan kimia yang digunakan untuk analisisadalah K
2
S
2
O
3
, HgO, H
2
SO
4
, K
2
S 4%, NaOH 50%, larutan Nessler A, larutan Nessler B, larutanstandar HCl 0,1 N, pelarut dietil, aquades, ortoftalaldehida, NaOH, asam borat, larutan brij-3030%, 2-merkaptoetanol, larutan standar asam amino 0,5 µmol/mL, Na-EDTA, metanol,tetrahidrofuran (THF), Na-asetat, dan aquades. Analisis fisik, kimia dan organoleptik dilakukandi Laboratorium Analisis MutuAlat-alat yang digunakan terdiri dari alat pengolahan dan alat untuk analisis. Alat-alatyang digunakan dalam pengolahan susu jagung manis kacang hijau adalah blender Philips,baskom, pengaduk, panci, kompor, pisau, talenan, dan kain saring. Alat yang digunakan untuk analisis adalah nampan, gelas bening, sendok, termometer, refrigerator, cawan aluminium, gelasukur 10 mL dan 250 mL, gelas beker 100 mL, pipet tetes, oven, desikator, refraktometer,viscometer, timbangan analitik, spektrofotometer UV-Vis, Erlenmeyer 100 mL merk Pyrex,
 
ProsidingSeminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008Universitas Lampung, 17-18 November 2008ISBN : 978-979-1165-74-7
 
VIII - 138
 
labu ukur 250 mL, botol babcock, sentrifuge, kertas saring, labu minyak, membran milipore0,45 mikron, syiringe 100 µL, vial 1 mL, pipet 1 mL, labu takar 100 mL, ampul dan seperangkatalat HPLC (HPLC type ICI dan column ODS).
2.2 Metode Penelitian
Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan satu faktordan tiga kali ulangan. Faktornya adalah formulasi antara jagung manis dan kacang hijausebanyak lima taraf yaitu 3:1 (F1), 2:1 (F2), 1:1 (F3), 1:2 (F4) dan 1:3 (F5). Data dianalisisdengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 1% dan5%.
2.3. Pelaksanaan Penelitian2.3.1. Penentuan Formulasi
Formulasi susu jagung manis kacang hijau ditentukan dengan menggunakan asam aminopembatas pada masing-masing bahan. Asam amino pembatas dihitung dengan membandingkannilai asam amino bahan dengan nilai asam amino FAO (1973) dan dikalikan 100. Asam aminoyang memiliki nilai terkecil merupakan asam amino pembatas (Muchtadi, 1993). Skor kimia jagung dan kacang hijau diplotkan dalam ordinat protein jagung dan ordinat protein kacanghijau, lalu ditarik garis antara asam amino yang sama dari ordinat protein jagung ke ordinatprotein kacang hijau, sehingga akan di dapat titik pertemuan antara dua garis tersebut. Dari titik tersebut ditarik garis vertikal ke bawah hingga memotong absis. Titik potong tersebutmenunjukkan perbandingan antara protein jagung dengan protein kacang hijau (Yusfik, 1998).Dari kurva tersebut diperoleh perbandingan protein jagung dan protein kacang hijau yaitu61:39. Kemudian nilai ini dibagi dengan kandungan protein jagung dan kacang hijau per 100gram bahan. Kandungan protein jagung adalah 10,3 g/100 g bahan dan kandungan proteinkacang hijau adalah 22 g/100 g bahan, sehingga di dapat formulasi standar antara jagung dankacang hijau yaitu 3:1.
2.3.2 Penelitian Utama
Metode yang digunakan dalam pembuatan susu jagung manis kacang hijau mengacupada metode pembuatan susu jagung-kedelai yaitu metode Omueti and Ashaye (1998) dalamOmueti, O dan Ajomale, K (2005). Sebelumnya kacang hijau dibersihkan dari kulitnya untuk mengurangi kandungan antitripsin sebagai zat anti gizi yang banyak terkandung dalam kulitkacang hijau. Untuk menghilangkan kulit kacang hijau dapat dilakukan dengan merendamkacang hijau selama 4 jam dengan air dingin. Setelah kacang hijau bersih dari kulitnya, kacanghijau diblansing dengan air (80
o
C) selama 15 menit untuk menghilangkan bau langu, kemudian

Activity (48)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
muldawati liked this
Eky Wardani liked this
Adeek Atdjah liked this
Vanessa Len liked this
Besse Arfauni liked this
Azka Ainun Adya liked this
Cici Egies liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->