Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Belajar Bahasa Sangihe Oleh Hans Ernst Steller

Belajar Bahasa Sangihe Oleh Hans Ernst Steller

Ratings: (0)|Views: 3,610|Likes:
Published by Josias D Tatontos
Penerjemahan bahasa sangihe Oleh Hans Erns Steller
Beliau mohon bantuan teman-teman dari sangihe untuk membantu dalam proyek penterjemahan ini beliau bisa dihubungi di hansernst.steller@gmail.com
Penerjemahan bahasa sangihe Oleh Hans Erns Steller
Beliau mohon bantuan teman-teman dari sangihe untuk membantu dalam proyek penterjemahan ini beliau bisa dihubungi di hansernst.steller@gmail.com

More info:

Published by: Josias D Tatontos on Aug 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/28/2012

pdf

text

original

 
Bahasa Sangihe: FrontPage
Selamat datang di Workspace Bahasa Sangihe
Welcome to Workspace The Language of Sangihe
 
Workspace ini buat Singkatan Tata Bahasa Sangihe, berdasar Buku N. Adriani, Sangireesche Spraakkunst, 1893, yang ditulis dalam Bahasa Belanda denganmenggunakan data dari Clara Steller. Maksud saya mengarang tata bahasa yang bisa digunakan orang yang tertarik pada bahasa Sangihe, baik yang berbicarabahasa itu maupun yang ingin belajar bahasa Sangihe.Karena buku Adriani sudah tua dan caranya untuk memerikan bahasa sangat kolot, saya belum tahu, apakah pemeriannya masih cocok dengan pemakaianbahasa pada hari kini. Mungkin banyak gejala sudah hilang. Harap orang Sangihe mau membantu meng-update kerja saya.Saya juga berterima kasih kepada orang yang mau memperbaiki teks saya yang di bahasa Indonesia, atau yang membantu saya dengan terjemahan kalimatbahasa Sangihe ke bahasa Indonesia. Saya menyadari bahwa pengetahuan saya akan bahasa Indonesia sebenarnya belum cukup untuk pekerjaan ini.
Siapa pun yang bersedia membantu, silahkan menghubungi saya lewat e-mail atau facebook.Alamat e-mail:. hansernst.steller@gmail.com
 
This will be a Concise Grammar of Sangirese, a language spoken on the Isles of Sangihe, between North Sulawesi and the Philippines, and akin to the locallanguages of North Sulawesi and those of the Philippines, e.g. Tagalog. My description is an exerpt of the grammar written by N. Adriani, SangireescheSpraakkunst, Leiden, 1893, written with the help of those who were the first to study that language, my great-grandfather Ernst Traugott Steller and hisdaughter Clara, who already translated parts of the Bible and other Christian texts into Sangirese. I expect that modern Sangirese has changed a lot since thebook of Adriani was published. The language is spoken still on those islands and by many people from Sangihe spread over the whole of Indonesia, to be incontact with each other, e.g. on facebook, and I hope for their assistance to update this work.The language has some remarkable features, such as different verbal forms for different aspects, mistakenly forced by Adriani into a system of tenses knownfrom European languages. There are verbal forms not only with the agens or the patiens as their subject, but also with the instrument used for the action, orthe place or time, that hardly can be translated literally, reciprocal and reflexive forms, forms that express causality or possibility, and a lot more.As this work of mine is not intended to be scientific, but in the first place is meant to be useful for the speakers of that language - as there does not exist anydescription of Sangirese available for them - I will try to write it in Indonesian. But probably anyone who is interested in this language, will be able tounderstand Indonesian too.Anyone who is interested to contribute and help with my work, is kindly requested to contact.
 
hansernst.steller@gmail.com
 
Mang.Tab.Kend.Kol.Tah.Ut.Si.Tam.Tag.
 
dialek Manganitu, yang mendominasi sebab pekerjaan keluarga Steller, E.T. Steller, dan anaknya Clara dan Karl (K.G.F.), sehingga dapatdinamakan Bahasa Sangihe Baku.dialek Tabukandialek Kendahedialek Kolongandialek Tahuna.Keempat dialek itu juga ditandai dialek Utara.Dialek Siau berbeda lebih dari dialek di Sangihe, tetapi tepat termasuk bahasa Sangihe; pembedaan dengan bahasa lain jauh lebih besardaripada pembedaan dengan dialek BS. Dialek Siau juga mempengaruhi bahasa di kawasanTamako, yang masa dulu adalah bagian kerajahan Siaudialek Tagulandang terlebih dipengaruhi Bahasa Melayu (menurut Adriani yang mendasarkan pendapatan itu pada catatan F. Kelling)
Bahasa Sangihe: 1 introduction
SideBar
Bab 1 – KATA PENGANTARAN
 
Dialek bahasa Sangihe
 
1.1 Bahasa Sangihe, BS, adalah kumpulan dialek; terutama satu dialek yang diperikan di dalam buku tata bahasa “Sangireesche Spraakkunst”, oleh N. Adriani(1893) dan di dalam kamus “Sangirees-Nederlands Woordenboek”, oleh K.G.F. Steller – Ds W.E. Aebersold (1959), itulah:
Huruf dan Sukukata
 
1.2 HurufVokal:
a e é i o u
.
e
dilafalkan seperti e di kata
beras
”,
é
dilafalkan seperti e di kata “
beres
”.
1
Konsonan:
b d g gh h i k l ļ m n ng p r s t w
.
l
 
dilafalkan dengan ujung lidah di belakang gigi,
ļ
dilafalkan dengan ujung lidah ke langit-langit.
 
1.3 Sukukata- Sukukata yang
terbuka
adalah sukukata yang berakhir dengan vokal;- sukukata yang
tertutup
adalah sukukata yang berakhir dengan konsonan – juga kalau konsonan kehilangan, sukukata itu merupakan sukukata tertutup(
setengah tertutup
):
ana'
(anak – k hilang).Penutup (konsonan yang terhilang) ditanda dengan
'
.
2
Di depan
l, m, n
,
penutup hilang, kalau tanpa aksen,
e'
 
menjadi
eme'-liwua > meliwua, me'munara > memunara, me'nalang > menalang
;kalau ada aksen, penutup ' hilang menduakan huruf berikutnya:
se'lahe' > sellahe' kaselaheng te'mude' > temmude' - katemudangte'nung > tennung – katenungang
Kalau sukukata berakhir dengan
m, n, ng
, itu merupakan sukukata
tertutup longgar
.
 
1 Baik di dalam buku tata bahasa N. Adriani, Spraakkunst, maupun di dalam Kamus K.F.G. Steller-Aebersold
e
ditandai dengan ĕ, dan
é
dengan e, menurut cara Clara Steller.2 Lain dari cara Clara Steller yang menandai itu dengan titik di bawah vokal – begitu juga baik di buku tata bahasa Adriani maupun di Kamus Steller-Aebersold, tetapi di komputer cara itucukup sulit.
 
2
 
 
Ubahan bunyi
 
1.4 Vokal
ai
> Mang.
é
, kecuali kalau aksen terletak pada
a
Kal., Kend.,
toļai
 
> Mang.
toļé
(ékor).
 
e
di depan vokal hilang,
e
di belakang vokal berpadu dengan vokal itu:
himukude u taumata > himukud' u taumata - kaeng > kâng.
 
e' – 
kalau ada
e'
dalam dua katasuku yang berturut-turut,
e'
dalam katasuku yang pertama menjadi
e
di depan
b, d, g
:
me'-be'béra > mebe'béra, me'-de'dorong > mede'dorong, me'-ge'gio > mege'gio
,
3
tetapi
me'-te'tiki'
tinggal
me'te'tiki'
.Dalam keadaan ini
b, d, g
 
tidak berubah – lihat 1.5..1.5 Konsonan
r
  ̣
 
(r dengan suara tekak/garau) >
h
di Mang.:
Tar
  ̣
una > Tahuna
.
 
Di belakang sukukata terbuka (juga dalam kalimat kalau kata di depan berakhir dengan sukukata terbuka):
b > w – d > r – g > ghbéra, me'béra, bawéra – baļé, ku' baļé, su waļédaļéng, du'daļéng, su raļéng, makaraļéng – dalo, me'dalo, daralogé'llé, maghé'llé – gati, su ghati – gurang, gaghurang
 
n > ng
 
di akhir kata dan di depan konsonan dengan suara tekak (g, gh, k); juga akhiran
-n
dilafalkan
ng
di depan kata yang berawal dengan vokal, tetapi tetap ditulis
-n
:ditulis
batun ambong
 – 
dilafalkan
 
batung ambong
.
 
1.6
Nasalisasi
Beberapa awilan menyebabkan nasalisasi, ubahan huruf yang di belakang awilan, misalnya
ma*-/me*-
;
 
tanda
*
merupakan tanda nasalisasi dalam rumusawilan itu.Di depan
k, b, p, s, t, vokal
, maka vokal awilan ialah selalu
a
, di depan huruf lain, vokal selalu
e
:
ma*k > mangma*b > mamma*p > mamma*s > manma*t > manma*vokal > mang
 
me*d > mend
 
me*g > menggme*h > mehme*l > melme*n > men
1.7
Reduplikasi
Reduplikasi adalah pengulangan huruf pertama dari sukukata, dengan vokal a atau e'.Rumus:
#a-, #e'-
, dengan # sebagai tanda huruf yang diduakan:
#a-kumpang – kakumpang
Kalau reduplikasi dibuat dengan vokal
a
:
bab- > baw- -- dad- > dar- -- gag- > gagh- -- lal- > laļ
atau
daļ
,kalau h atau vokal:
hah- > lah
,
vokal-vokal >
 
la-vokal
,kalau ada awilan dengan nasalisasi di depan vokal, nasalisasi itu digunakan untuk reduplikasi:
ma-#a*-aļa' > mangangaļa'
.Dengan vokal
e'
tidak ada ubahan:
be'b – de'd – ge'g – le'l – 
dsb.
 
3 Kadang-kadang
e' > e
di depan
d
tanpa sukukata kedua dengan
e' – i redua, edang
.
 
3
 

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Jr Tacazily liked this
Regina Tualage liked this
Liv Boeree liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->