0% found this document useful (0 votes)
110 views16 pages

Analisis Sukses SIAKAD di ITS Surabaya

This document analyzes the success of academic information systems (SIAKAD) at higher education institutions in Indonesia using the Delone & Mclean IS Success model, with the ITS Surabaya as a case study. A questionnaire was distributed to 115 ITS students, faculty, and staff to measure the influence of system quality, information quality, service quality, usage, user satisfaction, and net benefits on SIAKAD success. The results showed positive correlations between the quality variables and usage and satisfaction. Usage and satisfaction also positively influenced net benefits. The analysis determined ITS SIAKAD has a 62% success rate, meaning it is considered successful based on the success factors identified in the study.

Uploaded by

Rendi Saputra
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
110 views16 pages

Analisis Sukses SIAKAD di ITS Surabaya

This document analyzes the success of academic information systems (SIAKAD) at higher education institutions in Indonesia using the Delone & Mclean IS Success model, with the ITS Surabaya as a case study. A questionnaire was distributed to 115 ITS students, faculty, and staff to measure the influence of system quality, information quality, service quality, usage, user satisfaction, and net benefits on SIAKAD success. The results showed positive correlations between the quality variables and usage and satisfaction. Usage and satisfaction also positively influenced net benefits. The analysis determined ITS SIAKAD has a 62% success rate, meaning it is considered successful based on the success factors identified in the study.

Uploaded by

Rendi Saputra
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

ANALISA KESUKSESAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK

(SIAKAD) DI PERGURUAN TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN


D & M IS SUCCESS MODEL (STUDI KASUS: ITS SURABAYA)

Ardhini Warih Utami1), Febriliyan Samopa2)


1
Jurusan Teknik, Mesin Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
Jalan Ketintang, Surabaya 60231
Telp. : (031)-8280009, 8280393 Fax : (031)-8280804
2
Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kampus Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
Telp: (031) 5999944, Fax: (031) 5964965
1
E-mail: ardhinie_wrh21281@[Link]

Abstract
Implementation of academic information system in universities are used to process academic
data. The purpose of this research is to measure and test the variables and indicators that influence the
success of academic information system in universities with ITS as a case study. Adopting Delone &
Mclean IS Success research model, a set of structured questionnaires were distributed to 115 respondents
who qualified as users (students, faculty, and staff employees). Test validity, reliability and outliers of the
data was conducted to obtain valid and reliable data. The data were processed using Structural Equation
Modeling (SEM). In this research, the variables used in this study include system quality, information
quality, service quality, usage, user satisfaction and net benefits. The results has showed that in the first
model there is significant positive correlation between: quality of the system, information quality and
service quality. Service quality and user satisfaction also has a significant positive correlation on the use
of academic information system. The use of information systems academic and academic information
system user satisfaction has a significant positive effect on net benefits of academic information system.
On the second model there is a relationship between variables, namely: system quality and service quality
has a significant positive effect on the use of academic information system. System quality, information
quality, service quality and the use of academic information system also has a significant positive effect
on academic information system user satisfaction. Academic information system usage and user
satisfaction of academic information system has positive and significant impact on the net benefits of
academic information system. Based on the analysis, the success of academic information system at the
ITS has a percentage of 62%, which means the success of ITS academic information system at the level of
"success", supported by the success factors generated in this study.

Abstrak
Implementasi sistem informasi akademik dalam lingkungan perguruan tinggi digunakan untuk
pengolahan data akademik. Tujuan penelitian ini adalah mengukur dan menguji variabel-variabel serta
indikator yang mempengaruhi kesuksesan sistem informasi akademik di penguruan tinggi dengan
menggunakan perguruan tinggi ITS Surabaya sebagai studi kasus. Model penelitian yang dipergunakan
mengadopsi model penelitian Delone & Mclean IS Success. satu set kuesioner yang disusun dalam
penelitian disebarkan kepada 115 responden yang memiliki kualifikasi sebagai pengguna sistem
informasi akademik ITS (mahasiswa, dosen, staff karyawan). Uji validitas, reliabilitas dan outlier
terhadap data penelitian dilakukan untuk memperoleh data yang valid dan reliabel. Selanjutnya data
diolah dengan menggunakan Structural Equation Modelling. Pada penelitian ini terdapat 2 model
penelitian, variabel yang dipergunakan dalam penelitian ini antara lain kualitas sistem, kualitas
informasi, kualitas layanan, pemakaian, kepuasan pengguna dan manfaat-manfaat bersih. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada model 1 terdapat korelasi yang terjadi antar variabel yaitu kualitas
sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap
kepuasan pengguna sistem informasi akademik. Kualitas layanan dan kepuasan pengguna juga memiliki
pengaruh positif yang signifikan terhadap pemakaian sistem informasi akademik, pemakaian sistem
informasi akademik dan kepuasan pengguna sistem informasi akademik memiliki pengaruh positif yang
signifikan terhadap manfaat-manfaat bersih sistem informasi akademik. Pada model 2 juga terdapat
hubungan antarvariabel yaitu: Kualitas sistem dan kualitas layanan memiliki pengaruh positif yang

294
Utami, dkk., Analisa Kesuksesan Sistem Informasi Akademik di Perguruan Tinggi dengan…

signifikan terhadap pemakaian sistem informasi akademik. Kualitas sistem, informasi, layanan dan
pemakaian sistem informasi akademik juga memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan
pengguna sistem informasi akademik. Pemakaian sistem informasi akademik dan kepuasan pengguna
sistem informasi akademik memiliki pengaruh postif dan signifikan terhadap terhadap manfaat-manfaat
bersih sistem informasi akademik. Berdasarkan hasil analisa, kesuksesan sistem informasi akademik di
ITS memiliki prosentase sebesar 62 % yang artinya kesuksesan sistem informasi akademik ITS berada
pada tingkatan ”sukses” dengan didukung oleh faktor-faktor kesuksesan yang dihasilkan dalam
penelitian.
.
Kata kunci: D & M IS Success, sistem informasi akademik, pemodelan persamaan struktural

1. PENDAHULUAN komputer dan konektivitas internet yang masih


terbatas.
Perkembangan Sistem Informasi (SI) sekarang
ini adalah faktor yang penting bagi sebuah
Abugabah dan Sanzogni (2010) juga
perguruan tinggi untuk dapat bertahan hidup
menemukan kurangnya fungsi sistem yang
dan bersaing dalam dunia pendidikan. Tidak
diterapkan terbukti menjadi salah satu faktor
hanya itu, SI juga dapat meningkatkan efisiensi
penyebab gagalnya implementasi sistem
dan efektifitas bisnis akademik sehari-hari
informasi pendidikan tinggi di Australia. Hal ini
dengan cara integrasi proses bisnis dalam
mendorong adanya suatu kebutuhan penting
perguruan tinggi. Menurut Moertini (2008),
untuk melakukan evaluasi secara obyektif
perguruan tinggi sangat membutuhkan
tentang keberhasilan atau kegagalan sistem yang
keberadaan sistem informasi yang didukung
berguna dalam mendukung pembuatan keputu-
dengan TI dimana sistem informasi tersebut
san yang tepat. Penelitian yang telah dilakukan
dapat memenuhi kebutuhan informasi dengan
dalam meneliti faktor yang mempengaruhi
sangat cepat, tepat waktu, relevan, dan akurat.
kesuksesan implementasi sistem informasi
adalah aspek perilaku dalam implementasi
Penggunaan sistem atau teknologi informasi
sistem informasi. Penelitian tersebut mencoba
dapat dijadikan sebagai salah satu komponen
mempelajari perilaku individual dalam
peningkatan mutu di perguruan tinggi. Hal ini
organisasi ketika menggunakan sistem
terkait pada peningkatan kualitas akademik dan
informasi.
sebuah strategi unggul untuk mencapai
keunggulan kompetitif sehingga perguruan
Jogiyanto (2007) mengelompokkan penelitian
tinggi dapat bersaing dengan perguruan tinggi
tersebut kedalam 2 aliran. Aliran yang pertama
yang lain dalam kancah pendidikan era global
adalah aliran yang memiliki fokus penelitian
(Tanuwijaya dan Sarno (2010). Implementasi
pada penerimaan, adopsi, dan penggunaan dari
sistem informasi dalam lingkungan perguruan
sistem informasi. Beberapa teori dan model dari
tinggi digunakan untuk pengolahan data
penelitian dalam kelompok yang antesedennya
akademik yang sering dikenal dengan sebutan
berupa suatu proses antara lain: model
Sistem Informasi Akademik (SIAKAD)
penyelesaian adaptasi pemakai (coping model of
(Suwanto, 2007). Kegagalan implementasi
user adaptation) oleh Beaudry dan Pinsioneault
sistem informasi dan fenomena tambal sulam
(2005), partisipasi dan keterlibatan pemakai
aplikasi sistem informasi ternyata juga dapat
oleh Barki dan Hartwick (1994), dan model
terjadi dalam SIAKAD, hal ini dapat dibuktikan
kesesuaian tugas-teknologi (task-technology fit)
dengan masih adanya perguruan tinggi yang
oleh Goodhue dan Thompson (1995).
telah melakukan pengembangan dan implement-
tasi SIAKAD lebih dari satu dekade lamanya,
Salah satu model yang populer dan berfokus
namun hasilnya belum memuaskan hingga saat
pada kesuksesan implementasi di tingkat
ini (Suwanto dkk, 2007).
organisasi adalah model yang dikembangkan
oleh Delone dan Mclean (1992) yang dikenal
Sumadi (2010) mencatat sebanyak 92,5%
dengan Model Kesuksesan Sistem Informasi.
mahasiswa menyambut dengan baik dan merasa
Model ini memiliki ketergantungan dari enam
senang terhadap implementasi SIAKAD online
pengukuran kesuksesan sistem informasi, yakni:
dengan alasan sudah waktunya teknologi
kualitas sistem (system quality), kualitas
informasi diterapkan di perguruan tinggi. Selain
informasi (information quality), kepuasaan
itu juga terdapat alasan praktis karena dapat
pengguna (user statisfaction), penggunaan
dilakukan dimana saja dan tidak harus
(use), dampak individu (individual impact), dan
menunggu dosen untuk administrasi akademik.
dampak organisasi (organizational impact).
Sebagian kecil (7,5%) menyatakan kurang
senang dengan alasan mereka masih mengalami
kesulitan untuk mengakses dikarenakan jumlah

295
Jurnal Sistem Informasi, Volume 4, Nomor 5, September 2013, hlm 294-309

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yang memudahkan stakeholder dan civitas
mengukur kesuksesan SIAKAD di perguruan akademik ITS serta masyarakat luas untuk
tinggi studi kasus pada implementasi SIAKAD mengakses lebih mengetahui tentang ITS.
yang diterapkan di ITS Surabaya. Untuk Keberadaan SIAKAD ITS Surabaya menyeder-
mengukur kesuksesan ini digunakan pendekatan hanakan berbagai proses administrasi mahasis-
model DeLone dan McLean: IS Success model. wa dalam bidang pendidikan, keuangan, serta
Model ini mengidentifikasi hubungan antar akademik. Salah satu manfaat yang telah
variabel sehingga dapat ditentukan faktor dirasakan adalah kemudahan dalam proses
pendukung SIAKAD. Manfaat yang dapat menyampaikan dan mendapatkan informasi
diperoleh dari penelitian ini adalah rujukan bagi akademik di ITS serta penghematan biaya yang
penyedia layanan SIAKAD maupun perguruan dikeluarkan karena pemangkasan birokrasi yang
tinggi untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem panjang dan penghematan dari sisi jumlah SDM
informasi dan memperbaiki kinerja penerapan dalam penanganannya.
SIAKAD. Selain itu, manfaat yang dapat
dicapai adalah pengetahuan dan wawasan 2.3 Model Kesuksesan Sistem Informasi
tentang pengukuran kesuksesan sistem
Konsep kesuksesan sistem informasi merupakan
informasi pada umumnya dan SIAKAD pada
suatu konsep yang digunakan dalam berbagai
khususnya. Kontribusi penelitian ini adalah poin
riset sebagai kriteria dasar untuk mengevaluasi
pengukuran dan kriteria kesuksesan dari tiap
sistem informasi (Rai dkk, 2002). Kerangka
item pengukuran sistem informasi akademik
pikir teoritis Delone dan Mclean (1992) dikenal
(SIAKAD).
dengan Delone & Mclean Model of Information
System Success (D&M IS Success). Delone dan
2. METODOLOGI
Mclean menjelaskan taksonomi mengenai enam
Metodologi yang digunakan untuk mengukur variabel yang menjadi dasar pengukuran
kesuksesan penerapan SIAKAD pada ITS keberhasilan sistem informasi seperti yang
Surabaya meliputi beberapa hal sebagai berikut nampak pada Gambar 1.

2.1 Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) 2.2 Pengukur Kesuksesan Sistem Informasi
Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Menurut model kesuksesan sistem informasi
menghimpun berbagai macam data yang Delone dan Mclean (1992), kesuksesan sistem
dikelola dan diproses secara otomatis dengan informasi dapat diukur dengan mengukur
alat dan metode tertentu. Sehingga SIAKAD manfaat bersih yang didapatkan berdasarkan
akan menghasilkan informasi yang diperlukan dua dimensi. Dua dimensi tersebut adalah
agar terlaksananya kegiatan akademis dengan dimensi kualitas (kualitas informasi, kualitas
baik (Indrayani, 2011). Sistem ini dibagi ke sistem dan kualitas layanan), dan dimensi
dalam beberapa subsistem antara lain seleksi pemakaian (use/intention to use) serta kepuasan
dan registrasi mahasiswa baru, kurikulum dan pengguna. Delone dan Mclean menemukan
bidang studi, perkuliahan, tugas, ujian, bahwa kualitas sistem dan informasi memiliki
pengelolaan dan pengembangan dosen, pengaruh langsung pada kepuasan pengguna
kelulusan, wisuda, alumni. sistem informasi. Gambar 1 dan Tabel 1
mengilustrasikan variabel dan indikator
SIAKAD bagi ITS Surabaya merupakan media pengukur kesuksesan sistem informasi yang
informasi, komunikasi dan proses manajemen digunakan dalam penelitian ini.

Gambar1. D & M IS Success Model (Sumber : Delone,Mclean, 2003)

296
Utami, dkk., Analisa Kesuksesan Sistem Informasi Akademik di Perguruan Tinggi dengan…

Tabel 1. Variabel dan Indikator Pengukur Kesuksesan SIAKAD

Variabel Indikator Poin Pengukuran Sumber


Kegunaan/Fungsi (KSIST1) Wilkin, 2003
Fungsionalitas
Wangpipatwong, 2005
SIAKAD
Keamanan (KSIST2) Molla dan Licker, 2001
Kehandalan Performansi Sistem (KSIST3) Wilkin, 2003
Kualitas SIAKAD Wangpipatwong, 2005
Sistem Kegunaan Kemudahan Penggunaan (KSIST4)
Wilkin, 2003
SIAKAD SIAKAD
Jarak Akses (KSIST5)
Aksesibilitas SIAKAD Kompatibel dengan semua Yang, dkk, 2005
SIAKAD peramban dan peralatan teknologi gadget Negash, 2003
(KSIST6)
Tingkat informatif Kemampuan SIAKAD dalam
Kualitas SIAKAD memberikan informasi (KINF1)
Informasi Informasi SIAKAD memberikan manfaat
Relevansi
SIAKAD kepada penggunanya (KINF2)
Ketepatwaktuan Informasi SIAKAD tepat waktu (KINF3)
Kehandalan Kemampuan SIAKAD dalam
Layanan memberikan pelayanan (KLAY1)
Sikap tanggap staff terhadap keluhan
Kualitas Respon
layanan SIAKAD (KLAY2) Parasuraman, dkk, 1985
Layanan
Jaminan layanan yang diberikan SIAKAD Kettinger dan Lee, 1997
SIAKAD Jaminan
(KLAY3)
Layanan SIAKAD mengenai kebutuhan
Empati
pengguna (KLAY4)
Frekuensi Jumlah kekerapan pemakaian SIAKAD
SIAKAD (PEMK1) Davis, 1989
Pemakaian
Durasi Waktu Lama pemakaian SIAKAD (PEMK2)
SIAKAD
Penggunaan nyata Penggunaan SIAKAD oleh pengguna Jogiyanto, 2007
SIAKAD (PEMK3)
Akurasi Nilai Akurasi SIAKAD (KPENGG1)
Kepuasan Kelengkapan isi dari modul SIAKAD
Konten Doll dan Torkzadeh,
Pengguna (KPENGG2)
1988
SIAKAD Format penyajian informasi oleh
Format
SIAKAD (KPENGG3)
Dampak pada Peningkatan produktivitas kinerja
Manfaat individu individu (MB1) DeLone dan McLean,
SIAKAD Dampak pada Efektivitas dalam organisasi (MB2) 2003
organisasi

2.5 Analytical Hierarchy Process variabel dan mensintesis berbagai pertimbang-


an ini untuk menetapkan variabel yang mana
Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L.
yang memiliki prioritas paling tinggi dan
Saaty, Metode ini adalah sebuah kerangka untuk
bertindak untuk mempengaruhi hasil pada
mengambil keputusan dengan efektif atas
situasi tersebut. Metode AHP ini membantu
persoalan yang kompleks dengan menyeder-
memecahkan persoalan yang kompleks dengan
hanakan dan mempercepat proses pengambilan
menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang
keputusan dengan memecahkan persoalan
berkepentingan, hasil dan dengan menarik
tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata
berbagai pertimbangan guna mengembangkan
bagian atau variabel ini dalam suatu susunan
bobot atau prioritas. Dalam penyusunan skala
hirarki, memberi nilai numerik pada pertim-
kepentingan, Saaty menggunakan patokan pada
bangan subjektif tentang pentingnya tiap
tabel 2.

297
Jurnal Sistem Informasi, Volume 4, Nomor 5, September 2013, hlm 294-309

Tabel 2. Skala Kepentingan Dalam AHP

Skala Definisi Penjelasan


1 Kedua elemen sama penting Dua elemen menyumbang sama besar pada sifat
tersebut.
3 Suatu elemen sedikit lebih penting Pengalaman dan pertimbangan sedikit lebih
dibanding elemen yang lain. menyokong satu elemen disbanding elemen yang
lain.
5 Suatu elemen esensial dibanding Pengalaman dan pertimbangan dengan kuat
elemen yang lain. menyokong satu elemen dibanding elemen yang
lain.
7 Suatu elemen jelas lebih penting Satu elemen dengan kuat telah disokong dan
dibanding elemen yang lain. dominasinya telah terlihat dalam praktik.
9 Suatu elemen mutlak lebih penting Bukti yang menyokong elemen yang satu atas yang
disbanding elemen yang lain. lain memiliki tingkat penegasan tertinggi yang
mungkin menguatkan.
2, 4, 6, 8 Nilai-nilai diantara dua pertimbangan Kompromi diperlukan antara dua pertimbangan
yang berdekatan
Kebalikan Aktivitas i mendapat satu angka bila
dibandingkan dengan aktivitas j, maka
j mempunyai nilai kebalikannya bila
dibandingkan dengan aktivitas i.

3. HASIL dan PEMBAHASAN tingkat kepentingan untuk diprioritaskan dalam


SIAKAD sesuai dengan fungsinya yaitu
Pada bab ini akan dituliskan hasil dari penelitian
memudahkan penyusunan mata kuliah yang
ini yaitu item dan elemen pengukuran serta
diambil oleh mahasiswa untuk tiap semesternya.
kriteria kesuksesan implementasi SIAKAD di
Pembobotan dilakukan dengan menentukan
universitas.
tingkat kepentingan menggunakan metode
AHP. Pembobotan dilakukan oleh Dosen, staf
3.1 Poin Pengukuran, Elemen Pengukuran
layanan akademik dan mahasiswa. Formula 2
dan Kriteria Kesuksesan
adalah penentuan persentase kesuksesan untuk
Poin pengukuran yang digunakan dalam elemen pengukuran yang memerlukan
penelitian ini tersaji pada Tabel 1. Poin dan pembobotan
elemen ini didapatkan dari hasil penyebaran
kuesioner (terbuka-tertutup) serta dari analisis (2)
proses bisnis akademik. Poin pengukuran yang Tingkatan kesuksesan dari item pengukuran
tidak memerlukan pembobotan (KSIST1, terhadap elemen yang dipilih pada tiap item
KSIST2, KSIST3, KSIST4, KSIST5, KSIST6, pengukuran mengadopsi tingkatan kesuksesan
KINF1, KINF2, KINF3, KLAY1, KLAY2, yang dihasilkan oleh Purwanto (2007). Tabel 3
KLAY3, KLAY4, PEMK1, PEMK2, PEMK3, menunjukkan tingkat kesuksesan item
KPENGG1, KPENGG3, MB1 dan MB2) terdiri pengukuran
dari elemen pengukuran yang tidak memerlukan
prioritas. Hal ini dilihat dari tingkat kepentingan Tabel 3. Tabel Tingkatan Kesuksesan (Sumber:
elemen satu dengan yang lain dalam satu item. Purwanto, 2007)
Pembobotan untuk elemen pengukuran yang Tingkat % Makna
dilakukan dengan menentukan prosentase
Kesuksesan
kesuksesan dengan formula (1).
1 0 – 20% Sangat Tidak Sukses
(1) (STS)
2 21 – 40% Tidak Sukses (TS)
Poin pengukuran yang memerlukan pembobotan 3 41 – 60% Cukup Sukses (CS)
dalam hal ini item pengukuran KPENGG2 4 61 – 80% Sukses (S)
terdiri dari sejumlah modul yang dalam
5 81 – 100% Sangat Sukses (SS)
pemilihan elemen pengukuran tersebut
membutuhkan bobot sebagai pertimbangan.
Sebagai contoh modul FRS yang mempunyai

298
Utami, dkk., Analisa Kesuksesan Sistem Informasi Akademik di Perguruan Tinggi dengan…

Kriteria kesuksesan berdasarkan range mempengaruhi manfaat bersih. Sehingga


persentase kesuksesan pada Tabel 3 adalah terbentuklah model riset yang diilustrasikan
sebagai berikut: oleh Gambar 2.
 Apabila 1 elemen yang terpilih maka
prosentasenya adalah (1/5) X 100% = 20 % Berikut adalah hipotesa yang akan dijawab dan
 kriteria sangat tidak sukses. diuji dalam penelitian ini:
 Apabila 2 elemen yang terpilih maka H1a : Kualitas sistem SIAKAD berpengaruh
prosentasenya adalah (2/5) X 100% = 40 % positif terhadap pemakaian SIAKAD.
 kriteria tidak sukses. H1b : Kualitas sistem SIAKAD berpengaruh
 Apabila 3 elemen yang terpilih maka positif terhadap kepuasaan pengguna.
prosentasenya adalah (3/5) X 100% = 60 % H2a : Kualitas informasi SIAKAD
 kriteria cukup sukses. berpengaruh positif terhadap pemakaian
 Apabila 4 elemen yang terpilih maka SIAKAD
prosentasenya adalah (4/5) X 100% = 80 % H2b : Kualitas informasi SIAKAD ber-
 kriteria sukses. pengaruh positif terhadap kepuasaan pengguna.
 Apabila 5 elemen yang terpilih maka H3a : Kualitas pelayanan SIAKAD
prosentasenya adalah (5/5) X 100% = 100 % berpengaruh positif terhadap minat pemakaian
 kriteria sangat sukses. SIAKAD
H3b : Kualitas pelayanan SIAKAD
Enam variabel yang digunakan antara lain berpengaruh positif terhadap kepuasaan
kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pengguna
layanan, pemakaian, kepuasan pengguna dan H4a : Pemakaian SIAKAD berpengaruh positif
manfaat bersih yang diadopsi dari penelitian terhadap kepuasan pengguna SIAKAD.
Delone dan Mclean (2003). Model riset H4b : Pemakaian SIAKAD berpengaruh positif
menunjukkan bahwa kualitas sistem, kualitas terhadap manfaat bersih.
informasi dan kualitas layanan mempengaruhi H5a : Kepuasan pengguna SIAKAD
pemakaian dan kepuasan pengguna. Pemakaian berpengaruh positif terhadap pemakaian
mempengaruhi kepuasan pengguna, kepuasan SIAKAD.
pengguna juga mempengaruhi pemakaian. H5b : Kepuasan pengguna SIAKAD
Pemakaian dan kepuasan pengguna berpengaruh positif terhadap manfaat bersih.

Gambar 2. Model Riset

Gambar 3. Model 1 Penelitian

299
Jurnal Sistem Informasi, Volume 4, Nomor 5, September 2013, hlm 294-309

Gambar 4. Model 2 Penelitian

Model riset pada Gambar 2 menunjukkan dua pada kotak nomor jawaban yang tersedia
arah antara pemakaian SIAKAD dengan terhadap sebagian besar pernyataan yang
kepuasan pengguna SIAKAD. Pengaruh mutual diajukan atas dasar persepsi masing-masing
seperti ini tidak dapat diuji secara bersamaan, responden. Interval jawaban terdiri dari lima
oleh karena itu harus diuji dua kali yaitu model angka pilihan dimulai dari angka 1 sampai
1 seperti pada Gambar 3 yang mengasumsikan dengan angka 5. Tabel 3 menunjukkan
pengaruh dari pemakaian SIAKAD ke kepuasan pemberian nilai (scoring) dari model skala
pengguna SIAKAD (H4a) dan model 2 seperti rating scale yang dipergunakan dalam
pada Gambar 4 yang mengasumsikan pengaruh penelitian. Instrumen kuesioner dapat dilihat
dari kepuasan pengguna SIAKAD ke pada Lampiran.
pemakaian SIAKAD (H5a).
3.3 Uji Validitas dan Reliabilitas
3.2 Instrumen Penelitian
Validasi item pengukuran dalam kuesioner
Penelitian kesuksesan SIAKAD di perguruan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
tinggi ini bersifat studi empiris yaitu berupa bantuan software SPSS. Uji validitas dilakukan
riset dilapangan yang bertujuan untuk dengan menggunakan metode corrected item
mengumpulkan data dari responden. Untuk total correlation. Tabel 4 menunjukkan hasil
mendapatkan data dari responden, maka pengujian validitas kuesioner menggunakan
pengumpulan data dilakukan dengan survei corrected item total correlation pada masing-
menggunakan instrument penelitian berupa masing item pengukuran.
kuesioner. Instrumen penelitian (kuesioner) ini
digunakan untuk mengukur nilai variabel yang Tabel 4 menunjukkan corrected item total
diteliti (Sugiyono,2009). Kuesioner yang correlation melebihi angka 0,30 maka dapat
dijadikan sebagai instrumen dalam penelitian ini disimpulkan bahwa semua item pengukuran
dilakukan dengan dua cara. Cara pertama pada kuesioner dapat digunakan untuk
dilakukan dalam tahap penelitian pendahuluan mengukur kesuksesan SIAKAD. Sedangkan
dengan tujuan untuk mendapatkan faktor-faktor nilai cronbach’s alpha yang melebihi angka
kesuksesan SIAKAD di perguruan tinggi 0,60 menunjukkan bahwa data hasil kuesioner
sebagai elemen pengukuran SIAKAD dengan reliabel untuk pengukuran kesuksesan
sifat terbuka dan tertutup. Kuesioner kedua SIAKAD.
adalah kuesioner yang digunakan untuk
menjawab hipotesa penelitian. Responden 3.4 Uji Data Pencilan
dibolehkan untuk memilih jawaban lebih dari
Data pencilan adalah data yang memiliki
satu pada tiap item pertanyaan. Setelah
karakteristik unik yang sangat berbeda dari
kuesioner ini diisi oleh responden, selanjutnya
observasi – observasi lainnya. Biasanya data
kuesioner tersebut akan dilakukan proses skala
pencilan ini muncul dalam bentuk nilai ekstrim
pengukuran. Skala pengukuran yang digunakan
baik untuk variabel tunggal atau variabel
dalam penelitian ini adalah rating scale.
kombinasi (Hair dkk dalam Ferdinand, 2002).
Responden diminta untuk memberi centang

300
Utami, dkk., Analisa Kesuksesan Sistem Informasi Akademik di Perguruan Tinggi dengan…

Tabel 4. Uji Validitas dan Reliabilitas Analisis data pencilan dilakukan dengan dua
cara yaitu analisis untuk data tunggal dan data
Corrected
Alpha berganda. Apabila ditemukan data pencilan
Indikator Item-Total maka tersebut harus dikeluarkan untuk proses
Cronbach’s
Correlation selanjutnya. Berdasarkan hasil uji data pencilan
KSIST1 0,311 tunggal, ada indikator yang memiliki nilai Z-
KSIST2 0,304 score yang melebihi batas ± 3 yaitu MB2.
KSIST3 0,650 Sedangkan, jumlah observasi yang
0,701 dikategorikan sebagai data pencilan tunggal dan
KSIST4 0,534
dihilangkan yaitu responden ke-82.
KSIST5 0,478
KSIST6 0,362 Dari hasil uji data pencilan berganda, data
KINF1 0,529 responden 74 dan 107 memiliki nilai
mahalonobis distance melebihi 46,80. Maka
KINF2 0,439 0,603
data tersebut harus dihilangkan sebelum
KINF3 0,305 melakukan analisis ke tahap berikutnya dengan
KLAY1 0,683 jumlah responden menjadi 110 orang.
KLAY2 0,698
0,836 3.5 Pengolahan dan Pengujian Data
KLAY3 0,720
KLAY4 0,577 Data kuesioner yang telah diuji data pencilan
selanjutnya dimasukkan ke dalam rancangan
PEMK1 0,708
model pada SmartPLS. Model ini meliputi
PEMK2 0,670 0,738 model pengukuran dan model struktural. Hasil
PEMK3 0,351 kalkulasi dua model tersebut dapat dilihat pada
KPENGG1 0,594 gambar 3 dan gambar 4. Hasil kalkulasi tersebut
KPENGG2 0,711 0,803 dianalisa apakah semua indikator pada model
KPENGG3 0,655 mempunyai loading factor > 0.5, jika tidak
maka indikator tersebut harus dikeluarkan dari
MB1 0,509
0,664 model (Chin, 1998 dalam Yamin & Kurniawan
MB2 0,509 (2011). Melalui uji ini, indikator KSIST1 dan
KSIST2 adalah tidak valid dan harus
dikeluarkan dari model.

Gambar 3. Hasil Kalkulasi Terhadap Model 1

301
Utami, dkk., Analisa Kesuksesan Sistem Informasi Akademik di Perguruan Tinggi dengan…

Gambar 4. Hasil Kalkulasi Terhadap Model 2

Tabel 4. Nilai Faktor Loading & T-Statistic


Iterasi 1 Iterasi 2
Hubungan indikator Variabel Latennya
Model 1 Model 2 Model 1 Model 2
Variabel Kualitas Sistem (KSIST)
KSIST1  KSIST 0.391 - 0.930 -
KSIST2  KSIST 0.480 - 0.480 -
KSIST3  KSIST 0.851 0.873 0.851 0.873
KSIST4  KSIST 0.758 0.768 0.758 0.768
KSIST5  KSIST 0.731 0.760 0.731 0.760
KSIST6  KSIST 0.571 0.585 0.570 0.595
Variabel Kualitas Informasi (KINF)
KINF1  KINF 0.827 0.827 0.827 0.827
KINF2  KINF 0.775 0.776 0.775 0.775
KINF3  KINF 0.630 0.630 0.631 0.631
Variabel Kualitas Layanan (KLAY)
KLAY1  KLAY 0.824 0.824 0.824 0.824
KLAY2  KLAY 0.827 0.827 0.827 0.827
KLAY3  KLAY 0.866 0.866 0.866 0.866
KLAY4  KLAY 0.771 0.770 0.771 0.771
Variabel Pemakaian Nyata (PEMK)
PEMK1  PEMK 0.846 0.847 0.855 0.856
PEMK2  PEMK 0.809 0.810 0.822 0.823
PEMK3  PEMK 0.775 0.773 0.759 0.757
Variabel Kepuasan Pengguna (KPENGG)
KPENGG1  KPENGG 0.889 0.888 0.819 0.818
KPENGG2  KPENGG 0.876 0.877 0.871 0.871
KPENGG3  KPENGG 0.851 0.851 0.845 0.846
Variabel Manfaat Bersih (MB)
MB1  MB 0.900 0.900 0.895 0.895
MB2  MB 0.849 0.849 0.855 0.856

302
Utami, dkk., Analisa Kesuksesan Sistem Informasi Akademik di Perguruan Tinggi dengan…

Kemudian model dikalkulasi ulang, dan Tabel 5. Nilai CR dan CA


hasilnya menunjukkan semua indikator telah
Composite Cronbach’s
valid (lihat tabel 4). Hasil kalkulasi ulang
tersebut kemudian diuji model pengukuran, Reliability (CR) Alpha (CA)
Variabel
model struktural, dan model keseluruhan Model Model Model Model
(gabungan) untuk memperoleh hasil penelitian 1 2 1 2
yang valid dan reliabel. KINF 0.790 0.790 0.599 0.599
KLAY 0.893 0.893 0.840 0.840
3.6 Pengujian Model Pengukuran
KPENGG 0.882 0.882 0.800 0.800
Model pengukuran (outer model) merupakan KSIST 0.839 0.839 0.741 0.741
pola hubungan antara indikator dengan variabel MB 0.867 0.867 0.696 0.696
yang diukurnya. Untuk menguji validitas dan PEMK 0.851 0.853 0.746 0.745
reliabilitas. Model pengukuran adalah dengan
melihat nilai loading factor > 0,5 dan nilai t-
Tabel 6. Nilai AVE
statistic ≥1,96, nilai composite reliability (CR)
atau nilai cronbach’s alpha (CA) > 0,7 dan nilai AVE
Variabel
Average Variance Extracted (AVE) >0,5. Nilai Model 1 Model 2
cronbach’s alpha =0,6 dianggap cukup baik KINF 0.56 0.56
(Hair dkk dalam Vinzi dkk, 2010). KLAY 0.67 0.67
KPENGG 0.71 0.71
Pengujian terhadap model pengukuran KSIST 0.57 0.57
berikutnya adalah melihat nilai cross loading MB 0.76 0.76
factor bahwa setiap indikator yang mengukur PEMK 0.76 0.76
variabel latennya harus berkorelasi lebih tinggi
dengan variabel latennya dibanding dengan Tabel 6 menunjukkan nilai AVE untuk semua
variabel laten lainnya, serta membandingkan variabel lebih dari 0,5 yang artinya variabel
nilai akar AVE dengan korelasi antar variabel tersebut memiliki convergent validity yang baik
latennya (Yamin & Kurniawan, 2011). Nilai apabila nilai AVE diatas 0,5 semakin tinggi
CR,CA dan AVE yang dihasilkan dalam nilai AVE berarti varian atau keragaman
penelitian ini ditampilkan dalam Tabel 5 dan indikator yang dikandung semakin tinggi.
Tabel 6.
3.8 Model Struktural
Pada Tabel 5 menunjukkan nilai CA untuk
semua variabel ≥ 0,6 dan nilai CR ≥ 0,7 hal ini Model struktural (inner model) merupakan pola
menunjukkan bahwa model yang dipergunakan hubungan antarvariabel penelitian. Evaluasi
dalam pengukuran kesuksesan SIAKAD terhadap model struktural adalah dengan
(didalamnya terdapat variabel beserta item melihat koefisien hubungan antarvariabel dan
/indikator dan elemen pengukuran yang nilai koefisien determinasi (R2). Nilai R2
digunakan dalam penelitian ini adalah reliabel mendekati 1, dengan kriteria batasan nilai
oleh karenanya itu dapat diandalkan untuk dibagi dalam 3 klasifikasi yaitu 0,67 =
mengukur/mengevaluasi kesuksesan SIAKAD. subtansial, 0,33 = moderat, dan 0,19 = lemah
(Chin,1998 dalam Yamin & Kurniawan, 2011).

Tabel 7. Nilai Koefisien Jalur & T-Statistic


Model 1
Hipotesis
Hubungan Antar Variabel Koefisien Jalur T-Statistic Kesimpulan
Penelitian
H1a KSIST  PEMK 0.081019 0.992 Tidak Signifikan
H1b KSIST  KPENGG 0.330850 3.669 Signifikan
H2a KINF  PEMK 0.018023 0.191 Tidak Signifikan
H2b KINF  KPENGG 0.252601 2.666 Signifikan
H3a KLAY  PEMK 0.142278 2.137 Signifikan
H3b KLAY  KPENGG 0.313706 3.474 Signifikan
H4b PEMK  MB 0.550752 8.190 Signifikan
H5a KPENGG  PEMK 0.611865 7.382 Signifikan
H5b KPENGG  MB 0.270248 3.086 Signifikan

303
Jurnal Sistem Informasi, Volume 4, Nomor 5, September 2013, hlm 294-309

Model 2
Hipotesis
Hubungan Antar Variabel Koefisien Jalur T-Statistic Kesimpulan
Penelitian
H1a KSIST  PEMK 0.280000 3.041 Signifikan
H1b KSIST  KPENGG 0.196036 2.398 Signifikan
H2a KINF  PEMK 0.170554 1.584 Tidak Signifikan
H2b KINF  KPENGG 0.173949 2.142 Signifikan
H3a KLAY  PEMK 0.337239 3.851 Signifikan
H3b KLAY  KPENGG 0.150294 2.170 Signifikan
H4a PEMK  KPENGG 0.477442 5.742 Signifikan
H4b PEMK  MB 0.499133 6.681 Signifikan
H5b KPENGG  MB 0.319021 3.958 Signifikan

Tabel 8. Nilai R Square Tabel 10. Tabel Data Tanggapan Tiap Responden
R-Square Poin Skala
Variabel Endogen Rerata
Model 1 Model 2 Pengukuran 1 2 3 4 5
KPENGG 0.55 0.68 KSIST3 1 21 42 37 9 3.3
KSIST4 4 13 42 40 11 3.4
MB 0.60 0.59
KSIST5 3 15 40 42 10 3.4
PEMAK 0.59 0.42
KSIST6 26 30 33 17 4 2.5
Rata-Rata R-Square 0.6 0.6 KINF1 0 4 15 73 18 4.0
KINF2 2 16 48 34 10 3.3
Tabel 9. Nilai Communality KINF3 1 17 41 44 7 3.4
Variabel Communality KLAY1 0 23 50 36 1 3.1
Model 1 Model 2 KLAY2 5 23 54 25 3 3.0
KLAY3 4 28 55 21 2 2.9
KINF 0.56 0.56
KLAY4 1 15 47 44 3 3.3
KLAY 0.67 0.67
PEMK1 2 10 38 52 8 3.5
KPENGG 0.71 0.71 PEMK2 0 10 36 55 9 3.6
KSIST 0.57 0.57 PEMK3 0 4 17 67 22 4.0
MB 0.76 0.76 KPENGG1 0 10 27 53 20 3.8
PEMK 0.65 0.66 KPENGG2 2 14 42 48 4 3.3
Rata-Rata 0.65 0.65 KPENGG3 0 15 45 45 5 3.4
Communality MB1 0 4 17 67 22 4.0
MB2 0 7 24 53 26 3.9
Koefisien hubungan antarvariabel dilihat dari
nilai koefisien korelasi (positif atau negatif) dan 3.10 Kesuksesan SIAKAD ITS
nilai t-statistc (jika ≥1,96 maka korelasinya Data tanggapan 110 responden yang tampak
signifikan) seperti yang nampak pada Tabel 7. pada Tabel 10 selanjutnya digunakan untuk
Evaluasi Selanjutnya adalah melihat nilai R2 (R menentukan prosentase kesuksesan dan akan
Square). Nilai R Square penelitian ini dapat dicari nilai total rata-rata item (formula 3)
dilihat dalam Tabel 8.

3.9 Model Gabungan


Untuk melakukan validasi model secara
keseluruhan, nilai goodness of fit (GoF)
digunakan ukuran tunggal untuk validasi (3)
performa model pengukuran dan struktural yang
diperoleh dari akar nilai rata-rata communality Tabel 10 juga menyajikan nilai rata-rata item
dikalikan dengan akar nilai rata-rata R Square pengukuran yang digunakan dalam pengukuran
(Vinzi dkk, 2010). Nilai GoF terbentang antara 0 kesuksesan SIAKAD. Kemudian dicari bobot
– 1 dengan interpretasi 0,1 (GoF Kecil), 0,25 rata-rata item pengukuran yaitu dengan membagi
(GoF Moderat), dan 0,36 (GoF Substansial) total rata-rata item pengukuran dibagi banyaknya
(lihat Tabel 9). item pengukuran yang dipergunakan (19 item
pengukuran) (formula 4). Nilai yang didapatkan
untuk total rata-rata item pengukuran adalah 3,1.

304
Utami, dkk., Analisa Kesuksesan Sistem Informasi Akademik di Perguruan Tinggi dengan…

Kualitas layanan dan kepuasan pengguna juga


memiliki pengaruh positif yang signifikan
terhadap pemakaian SIAKAD, serta pemakaian
SIAKAD dan kepuasan pengguna SIAKAD
memiliki pengaruh positif yang signifikan
terhadap manfaat bersih SIAKAD. Sedangkan
(4) pada model 2, kualitas sistem dan kualitas
layanan memiliki pengaruh positif yang
Langkah selanjutnya adalah mencari prosentase signifikan terhadap pemakaian SIAKAD.
kesuksesan. Bobot rata-rata item pengukuran
dibagi dengan banyaknya item pengukuran Kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas
dibagi dengan nilai maksimal dari skala yaitu 5 layanan dan pemakaian SIAKAD juga memiliki
kemudian dikalikan dengan 100%. Pembagian pengaruh positif yang signifikan terhadap
tingkat kesuksesan SIAKAD ini mengadopsi kepuasan pengguna SIAKAD. Selain itu,
penelitian Purwanto (2007) yang membagi 5 pengaruh positif yang signifikan juga dimiliki
tingkatan pada kriteria kesuksesan. Berdasarkan oleh pemakaian SIAKAD dan kepuasan
hasil analisis yang dilakukan terhadap pengguna SIAKAD terhadap manfaat bersih
kesuksesan SIAKAD ITS, kesuksesan SIAKAD SIAKAD.
ITS memiliki prosentase 62% termasuk dalam
tingkatan sukses (formula 5). Selain ditinjau dari sifat korelasi, analisis juga
dilihat dari tingkat signifikansi pada dua model
(5) tersebut. Terdapat hubungan yang tidak
signifikan antara kualitas sistem dan pemakaian
3.11 Analisis Model Pengukuran SIAKAD pada model 1 penelitian dan kualitas
informasi SIAKAD terhadap pemakaian
Hasil pengujian terhadap model pengukuran SIAKAD pada kedua model penelitian. Hal ini
menunjukkan bahwa semua indikator menunjukkan ada atau tidaknya variabel
mempunyai nilai t-statistic ≥ 1.96. Taraf nyata kualitas sistem dan kualitas informasi hampir
(α) dalam penelitian ini adalah 0,05 dan nilainya tidak mempengaruhi pemakaian SIAKAD. Hal
didalam tabel distribusi normal adalah 1,96, ini mungkin dikarenakan fungsi sistem SIAKAD
artinya suatu hubungan disebut ada pengaruh yang kurang maksimal. Peningkatan kualitas
apabaila t-statistic ≥ 1.96 (Walpole dkk, 1995). sistem SIAKAD dapat dilakukan dengan
Penelitian ini menggunakan nilai CA untuk meningkatkan pertukaran informasi sesuai
mengukur reliabilitas datanya. dengan tingkat kebutuhan pengguna SIAKAD,
Pada Tabel 5 tampak hampir semua variabel serta dari segi keamanan SIAKAD yang perlu
mempunyai nilai CA ≥ 0,6. Pada Tabel 6 juga ditingkatkan adalah penjaminan kerahasiaan data
tampak semua variabel mengandung varian penggunanya.
indikator yang cukup (nilai AVE > 0,5). Nilai
cross loading factor tiap indikator juga telah Agar kualitas informasi SIAKAD dapat
memenuhi syarat. Dari hasil perbandingan nilai memberikan pengaruh yang cukup signifikan
akar AVE semua variabel lebih tinggi daripada terhadap pemakaian SIAKAD, salah satu hal
nilai korelasi antarvariabelnya, sesuai dengan yang perlu ditingkatkan adalah meningkatkan
yang diisyaratkan secara umum syarat kesahihan keinformatifan SIAKAD, relevansi SIAKAD dan
dan reliabilitas model telah terpenuhi. Sehingga ketepatwaktuan informasi SIAKAD.
dapat disimpulkan bahwa model pengukuran
telah sahih dan reliabel. Pada tabel 8 tampak semua variabel endogen
KPENGG, MB, dan PEMK mempunyai nilai R
3.12 Analisis Model Struktural Square > 0.33. Hal ini menunjukkan bahwa
Hasil analisis terhadap model struktural (Tabel 7) variabel eksogen mampu secara substansial
menunjukkan bahwa tujuh koefisien jalur positif menerangkan semua variabel endogennya.
dan signifikan serta mendukung hipotesis H1b,
H2b, H3a, H3b, H4, H4b, H5a dan H5b. 4.3 Analisis Model Gabungan
Sedangkan pada model 2, terdapat delapan Analisis terhadap keseluruhan model (model
koefisien jalur positif dan signifikan serta gabungan dengan melihat nilai GoF yang
mendukung hipotesis H1a, H1b, H2b, H3a, H3b, diperoleh dari akar rata-rata R Square dikalikan
H4a, H4b, dan H5b pada model 2. Dapat akar rata-rata communality . Nilai GoF =0,6
disimpulkan bahwa pada model 1, kualitas menunjukkan model telah sesuai secara
sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan substansial dalam merepresentasikan hasil
memiliki pengaruh positif yang signifikan penelitian.
terhadap kepuasan pengguna SIAKAD.

305
Jurnal Sistem Informasi, Volume 4, Nomor 5, September 2013, hlm 294-309

4.4 Analisa Kesuksesan SIAKAD ITS b. Mengidentifikasi variabel lain yang memiliki
dasar teori yang kuat untuk dimasukkan
Kesuksesan SIAKAD ITS memiliki nilai
dalam model analisis kesuksesan SIAKAD.
prosentase sebesar 62%. Berdasarkan penelitian
yang dilakukan oleh Purwanto (2007), prosentase
Berdasarkan hasil pengujian model penelitian,
sebesar 62% kesuksesan SIAKAD ITS berada
pada variabel kualitas sistem terdapat 2 item
pada tingkat ”Sukses”. Kesuksesan SIAKAD ITS
pengukuran yang tidak memenuhi syarat yang
pada tingkatan ”Sukses” ini didukung oleh
ditentukan dan hal ini menjadi masukan bagi
beberapa faktor kesuksesan yang ditemukan
penyedia layanan SIAKAD. Hal yang perlu
dilapangan dan hasil pengujian. Faktor-faktor
ditingkatkan dari kualitas sistem SIAKAD
pendukung kesuksesan SIAKAD ITS dapat
supaya memenuhi kebutuhan penggunanya
dilihat pada Lampiran.
langsung yaitu dari segi fungsi SIAKAD, hal
5. SIMPULAN dan SARAN yang perlu ditingkatkan adalah peningkatan
sistem SIAKAD sehingga dapat melakukan
Berdasarkan pembahasan pada penelitian
pertukaran informasi sesuai dengan tingkat
kesuksesan dapat disimpulkan sebagai berikut:
kebutuhan pengguna SIAKAD. Segi keamanan
a. Pada model 1 terdapat hubungan yang terjadi SIAKAD yang juga perlu ditingkatkan adalah
antar variabel yaitu: Kualitas sistem, kualitas penjaminan kerahasiaan data penggunanya.
informasi dan kualitas layanan memiliki Selain itu ditemukannya hubungan yang tidak
pengaruh positif yang signifikan terhadap signifikan antara kualitas informasi SIAKAD
kepuasan pengguna SIAKAD. Selain itu, terhadap pemakaian SIAKAD pada kedua model
kualitas layanan dan kepuasan pengguna juga penelitian. Hal ini menunjukkan ada atau
memiliki pengaruh positif yang signifikan tidaknya variabel kualitas informasi tidak
terhadap pemakaian SIAKAD. Pemakaian mempengaruhi pemakaian SIAKAD. Agar
SIAKAD dan kepuasan pengguna SIAKAD kualitas informasi SIAKAD dapat memberikan
memiliki pengaruh positif yang signifikan pengaruh terhadap pemakaian SIAKAD, hal
terhadap manfaat-manfaat bersih SIAKAD. yang perlu ditingkatkan adalah meningkatkan
b. Pada model 2 juga terdapat hubungan keinformatifan SIAKAD, relevansi SIAKAD dan
antarvariabel yaitu: Kualitas sistem dan ketepatwaktuan informasi SIAKAD.
kualitas layanan memiliki pengaruh positif
yang signifikan terhadap pemakaian 5. DAFTAR RUJUKAN
SIAKAD. Kualitas sistem, kualitas informasi,
kualitas layanan dan pemakaian SIAKAD Abugabah, Ahed., Sanzogni, Louis., 2010, Re-
juga memiliki pengaruh positif yang conceptualizing Information Systems
signifikan terhadap kepuasan pengguna Models: An Experience from ERP Systems
SIAKAD. Pemakaian SIAKAD dan kepuasan Environment, International Journal for
pengguna SIAKAD memiliki pengaruh postif Infonomics (IJI), Volume 3, Issue 4.
dan signifikan terhadap terhadap manfaat-
Barki, H., and Hartwick, J., 1994, Measuring
manfaat bersih SIAKAD.
User Participation, User Involevement, and
c. Berdasarkan hasil yang didapat dari
User Attitude. MIS Quarterly.
pengujian model secara keseluruhan adalah
diperoleh nilai GoF = 0.6, sehingga dapat Delone, W.H. and Mclean, ER.,1992,
disimpulkan bahwa model telah sesuai Information System Success ; The Quest For
secara substansial dalam merepresentasikan The Dependent Variable, Information
hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis System Research, March 1992
kesuksesan SIAKAD, tingkat kesuksesan
Delone, W.H. & Mclean, E.R., 2003, “The
SIAKAD yang digunakan di ITS Surabaya
Delone and Mclean Model of Information
yaitu [Link] adalah ”Sukses” dengan
Systems Success: A ten-Year
prosentase kesuksesan 62%.
Update”. Journal of
Management Information Systems. Vol. 19
Hasil penelitian ini tentu masih memerlukan
(4). Pp. 9 – 30. M.E. Sharpe, Inc.
pengujian dan penguatan lebih lanjut. saran bagi
penelitian dengan topik analisis kesuksesan Goodhue, D. L. and Thompson, R. L. 1995.
sistem informasi secara umum atau SIAKAD Task-technology fit and individual
secara khusus sebagai berikut : performance. MIS Quarterly.
a. Melibatkan teori-teori dan kerangka kerja
Jogiyanto, 2007. Sistem Informasi Keperilakuan.
selain model kesuksesan sistem informasi
Edisi Revisi. Yogyakarta: Penerbit Andi
Delone dan Mclean untuk menghasilkan
model analisis kesuksesan SIAKAD yang Purwanto, Ari, 2007, Rancangan dan
lebih komprehensif. Implementasi Model Pemeriksaan Kinerja

306
Utami, dkk., Analisa Kesuksesan Sistem Informasi Akademik di Perguruan Tinggi dengan…

Badan Pemeriksa Keuangan Republik LAMPIRAN


Indonesia Atas Aplikasi E-Government di Faktor Pendukung Kesuksesan SIAKAD ITS
Pemerintah Daerah: Studi Kasus Kabupaten
Sragen. Tesis Program Pasca Sarjana Item
Faktor kesuksesan
Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. pengukuran
SIAKAD dapat mencetak transkri, KHS
Rai, A., Lang, S.S. and Welker, R.B. 2002. dan FRS
Assessing the Validity of IS Success SIAKAD menyediakan FRS dan dapat
mempermudah konsultasi rencana study
Models: An Empirical Test and Theoretical secara online.
Analysis, Information System Research, SIAKAD terintegrasi dengan sistem
Fungsi
Vol.13 (1): 29-34 SIAKAD
yang lain sehingga mempermudah
melihat informasi terkait dengan
Sumadi, 2010, Sikap Dan Perilaku Dosen Serta kebutuhan pengguna
Mahasiswa Terhadap Implementasi Sistem SIAKAD dapt digunakan untuk
Informasi Administrasi Akademik Online meningkatkan mutu dan kualitas
pembelajaran (kuesioner penilaian
(Studi kasus Di Universitas Negeri kinerja dosen dan matakuliah)
Lampung), JPP Volume 8, Nomor 1. Tersedia kebijakan penggantian
password oleh pengguna sehingga tidak
Suwanto, Raharjo, Edhy, Sutanta, Ema, Utami, mudah di hack oleh orang yang tidak
2007, Analisis Aspek-Aspek Kualitas bertanggung jawab
Schema Database (Studi Kasus Pada SIAKAD ITS dapat mengidentifikasi
penggunanya melalui username dan
Database Akademik Ista Yogyakarta), Keamanan
password serta dapat melakukan
SNATI, Yogyakarta, ISSN 1978-9777. SIAKAD
autentifikasi
SIAKAD dapat melakukan proses
Sugiyono, 2009, Metode Penelitian Kuantitatif, otorisasi
Kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung. SIAKAD memiliki mekanisme untuk
memastikan pengiriman informasi
Tanuwijaya, Haryanto dan Sarno, Riyanarto pengguna dengan aman.
2010, Comparation of CobiT Maturity SIAKAD mudah diakses setiap saat
Model and Structural Equation Model for (tersedia 1x24 jam)
Measuring the Alignment between Maksimal kegagalan sistem terjadi < 1
minggu
University Academic Regulations and Performansi
Proses error recovery yang cepat dari
Information Technology Goals International SIAKAD
sistem SIAKAD
Journal of Computer Science and Network Akses cepat dalam memilih menu pada
Security, Vol.10 No.6. link-link di SIAKAD serta cepat dalam
mendownload data.
Wangpipatwong, Sivaporn; Chutimaskul, SIAKAD mudah diakses, tatacara regis-
Wichian; & Papasratorn, Borworn. 2005. trasi akademik tidak rumit, proses login
tidak menyusahkan serta pengoperasian
Factors Influencing the Adoption of Thai
sistem SIAKAD mudah dapat
eGovernment Websites: Information Quality dilakukan tanpa bimbingan.
and System Quality Approach . Prosiding Cara penggunaan SIAKAD mudah
dari the 4 th International Conference on dipelajari dan tampilan user fiendly
eBusiness. 19 – 20 November. Kemudahan SIAKAD tidak membutuhkan software
Penggunaan khusus yang harus diinstall di komputer
Bangkok,Thailand. Pp. 14.1 – 14.7 SIAKAD pengguna bila hendak menggunakan-
nya, hal ini dikarenakan SIAKAD
Weber, Ron., 1999, Information Systems sudah berbasis Web
Control and Audit, Prentice-Hall, [Link] Kemudahan penggunaan SIAKAD ITS
Jersey, Amerika Serikat. menghemat waktu dan mempermudah
kegiatan seperti mempermudah peman-
Yamin,S.& Kurniawan, H. 2009, Structural tauan nilai-nilai dan kegiatan akademik
Equation Modelling: Belajar Lebih Mudah secara online
Teknik Analisis Data Kuesioner dengan SIAKAD dapat diakses di semua
jurusan dan fakultas
Lisrel-PLS, Buku Aplikasi Statistik Seri 2, SIAKAD dapat diakses di semua
Salemba Infotek, ISBN 978-602-8126-08-3. Jarak Akses fakultas
SIAKAD SIAKAD dapat diakses di daerah
sekitar/lingkungan kampus
SIAKAD dapat diakses di tempat
tinggal sementara pengguna
SIAKAD dapat diakses menggunakan
Kesesuaian web peramban Mozilla Firefox
SIAKAD SIAKAD dapat diakses menggunakan
dengan web peramban internet explorer
peramban dan SIAKAD dapat diakses menggunakan
peralatan web peramban Google Chrome
teknologi Selain dengan komputer yang
terkoneksi dengan jaringan internet,

307
Jurnal Sistem Informasi, Volume 4, Nomor 5, September 2013, hlm 294-309

pengguna SIAKAD (mahasiswa,dosen muka, petugas juga melakukan


dan staff) dapat mengakses SIAKAD pelayanan via telepon dan juga
dengan handphone/peralatan gadget pelayanan via email
lainnya yang juga terkoneksi dengan Petugas memahami kebutuhan dari
jaringan internet. setiap pengguna SIAKAD serta petugas
SIAKAD sangat informatif dalam memahami permasalahan yang dihadapi
memberikan jadwal perkuliahan oleh pengguna.
SIAKAD sangat informatif dalam Layanan SIAKAD memberikan
memberikan layanan FRS Online jaminan yaitu petugas memberitahu
SIAKAD sangat informatif dalam waktu yang pasti dari penyelesaian
memberikan informasi seputar setiap tahapan pengurusan SIAKAD
Keinformatifan
perwalian mahasiswa (persetujuan FRS Layanan SIAKAD memberikan
SIAKAD
oleh dosen wali) jaminan yaitu petugas menyelesaikan
Jaminan
SIAKAD sangat informatif dalam permasalahan tentang SIAKAD ITS
Layanan
memberikan informasi nilai, IPK sesuai dengan waktu yang dijanjikan
SIAKAD
(Indeks Prestasi Kumulatif) mahasiswa Petugas menjamin komplain terkait
dan IPS (Indeks Prestasi Semester) SIAKAD dapat diselesaikan dengan
mahasiswa. tidak terbelit-belit
SIAKAD bermanfaat untuk Layanan SIAKAD menjamin layanan
meningkatkan dan memudahkan SIAKAD online memudahkan
informasi akademik tidak hanya bagi mahasiswa dalam mengisi FRS
mahasiswa tetapi juga sangat penting Layanan SIAKAD mengetahui dan
bagi dosen maupun staf akademik non mengerti bahwa pengguna SIAKAD
edukasi. menginginkan tersedianya sarana
SIAKAD bermanfaat dalam melakukan penunjang teknologi informasi di ITS
ploting mata kuliah (mata kuliah, hari untuk dapat mengakses SIAKAD
dan jam yang bisa langsung) serta dapat Layanan SIAKAD ITS mengetahui dan
Relevansi memberikan kesempatan kepada mengerti bahwa pengguna SIAKAD
SIAKAD mahasiswa langsusng memilih kelas menginginkan biaya yang lebih murah
perkuliahan terkait dengan adanya SIAKAD Online
SIAKAD ITS bermanfaat untuk (dalam mencetak KRS maupun
memudahkan pemantauan nilai, baik KHS,dll)
melalui histori nilai, rekapitulasi nilai, Empati layanan Layanan SIAKAD ITS mengetahui dan
maupun laporan kemajuan akademik SIAKAD mengerti bahwa pengguna SIAKAD
SIAKAD ITS bermanfaat dalam menginginkan SIAKAD online lebih
mengefektifkan perwalian yang cepat dibandingkan layanan SIAKAD
dilakukan oleh mahasiswa dengan secara manual (biasa), sehingga dapat
dosen walinya. menghemat waktu penggunanya
Penayangan/pemunculan data akademis Layanan SIAKAD ITS mengetahui dan
seca-ra online melalui internet tepat mengerti bahwa pengguna SIAKAD
waktu menginginkan pembaharuan data
Penanganan yang cepat dan tepat waktu akademik yang ada di sistem informasi
bila terjadi perubahan pada data akademik sehingga user/pengguna
akademik, misalkan terjadi perubahan dapat memastikan adanya informasi
Ketepatwaktuan data yang dilakukan oleh Dosen, data terbaru
informasi tersebut bisa langsung ter-update sekali atau dua kali dalam satu bulan
Frekuensi
SIAKAD mendukung penyediaan sekali atau dua kali dalam 15 hari
Penggunaan
informasi untuk pengambilan keputusan sekali atau dua kali dalam seminggu
SIAKAD
yang bersifat cepat. sekali dalam satu hari
SIAKAD selalu dapat menyediakan 5-10 menit
informasi pada saat yang diperlukan Durasi waktu
10-20 menit
oleh pengguna Penggunaan
20-30 menit
Layanan SIAKAD mendokumentasikan SIAKAD
Lebih dari 30 menit
data-data kegiatan akademik mahasiswa Pengisian KRS oleh mahasiswa dan
dengan baik. dosen wali/pembimbing akademik
Petugas sangat berhati-hati dan teliti memberikan persetujuan terhadap KRS
dalam menginputkan data mahasiswa melalui SIAKAD
kemahasiswaan (memasukkan nilai dan SIAKAD digunakan untuk pengisian
jadwal). nilai matakuliah secara online oleh
Kehandalan
Petugas segera memberikan dosen pengampu matakuliah dan dapat
Layanan
penyelesaian dengan tepat apabila digunakan untuk melihat nilai
SIAKAD
terjadi kesalahan terkait dengan layanan matakuliah,IPK dan IPS oleh
yang diberikan oleh SIAKAD (dalam mahasiswa maupun staff akademik
penyajian data dan informasi dalam Penggunaan
SIAKAD digunakan untuk pengisian
SIAKAD). Nyata SIAKAD
kuesioner pada setiap akhir semester
Petugas layanan SIAKAD segera sebagai penilaian untuk tolak ukur
memperbaiki apabila terjadi gangguan peningkatan kualitas belajar mengajar.
sistem pada server. Penilaian kuesioner di dasarkan pada
SIAKAD dapat diakses di semua matakuliah yang diambil oleh
jurusan dan fakultas mahasiswa yang bersangkutan. Selain
Jarak Akses Petugas memberikan informasi secara itu, penilaian ini juga sebagai bahan
SIAKAD jelas terkait informasi yang dibutuhkan evalusi pihak akademik dan jurusan
oleh pengguna SIAKAD untuk dosen yang mengajar matakuliah
Selain melakukan pelayanan tatap tertentu

308
Utami, dkk., Analisa Kesuksesan Sistem Informasi Akademik di Perguruan Tinggi dengan…

SIAKAD dapat digunakan untuk Informasi bahasa yang mudah dipahami oleh
mencetak KHS dan transkrip oleh SIAKAD pengguna
mahasiswa maupun staff akademik, SIAKAD menyajikan informasi nilai
serta dapat digunakan untuk mencari dalam bentuk angka maupun huruf
informasi akademik lainnya (biodata secara jelas
mahasiswa, status mahasiswa, kuriku- SIAKAD menyajikan informasi ke
lum semester, transaksi pembayaran dalam format tabel sehingga
terkait akademik mahasiswa) baik oleh Durasi waktu memudahkan penggunanya untuk
mahasiswa, dosen maupun staff Penggunaan membacanya dan dalam mengambil
akademik terkait dengan akademik SIAKAD kesimpulan maupun keputusan
mahasiswa SIAKAD menyajikan informasi
SIAKAD menyediakan data yang perkembangan IPK dan IPS mahasiswa
sesuai dengan kegiatan akademik yang untuk tiap semesternya dalam bentuk
dijalankan format yang mudah dipahami oleh
SIAKAD menghasilkan data akademik pengguna
yang tepat dan lengkap bagi Peningkatan Mahasiswa, baik mahasiswa KP (Kerja
penggunanya (data mahasiswa, data Produktivitas Praktek) dapat melakukan pengisian
nilai, data KRS, data IPK/IPS, data Kinerja KRS dimana saja sehingga tidak harus
perkuliahan, data history status Individu melakukannya di kampus
Keakuratan
mahasiswa) Dosen dapat dengan cepat dalam hal
SIAKAD
SIAKAD menghasilkan data akademik pengisian nilai matakuliah
yang mengandung kebenaran yaitu Dosen pembimbing akademik dapat
sesuai dengan perhitungan-perhitungan langsung memberikan persetujuan
yang ada dalam proses tersebut Penggunaan terhadap KRS mahasiswa yang menjadi
SIAKAD menghasilkan informasi yang Nyata SIAKAD walinya
dapat memberikan kesimpulan yang Efektivitas Pihak staf akademik jurusan dapat cepat
sama dari berbagai pengguna/pemakai Organisasi melakukan pengaturan jadwal kuliah
sistem informasi akademik dari pengaturan matakuliah, jam,
Modul Data mahasiswa tempat, mahasiswa sebagai
Modul FRS pengikut/peserta matakuliah dan dosen
Modul Nilai pengampu matakuliah.
Modul Penilaian Kinerja Dosen Dengan adanya SIAKAD online dapat
Kelengkapan mengefektifkan pengisian FRS oleh
Modul Penilaian Matakuliah
Isi/Modul mahasiswa, sehingga menghemat waktu
Modul Status Mahasiswa
SIAKAD mahasiswa dalam melakukan FRS
Modul Transkrip
Modul Kurikulum Semester Dengan adanya SIAKAD online dapat
Modul Tugas Akhir mengefektifkan dalam pengisian nilai
Modul Matakuliah Prasyarat matakuliah oleh dosen
Informasi yang disajikan SIAKAD jelas Dengan adanya SIAKAD online dapat
untuk dimengerti dengan menggunakan mengefektifkan waktu dalam hal
Format Keakuratan
bahasa yang mudah dipahami oleh pengaturan jadwal kuliah sehingga
Penyajian SIAKAD
pengguna tidak terjadi crash.
Informasi Dengan adanya SIAKAD online dapat
SIAKAD menyajikan informasi nilai
SIAKAD mengefektifkan pencarian informasi
dalam bentuk angka maupun huruf
secara jelas terkait akademik mahasiswa baik oleh
Format Informasi yang disajikan SIAKAD jelas mahasiswa, dosen maupun staff
Penyajian untuk dimengerti dengan menggunakan

309

You might also like