You are on page 1of 8

JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)

Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)


http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Hubungan Kebiasaan Konsumsi Masakan Padang dengan Kadar


Kolesterol
(Studi pada Paguyuban Ikatan Mahasiswa Minang Angkatan 2015 di
Semarang)

1
Nur Asiah Rahmi , M. Zen Rahfiludin2, Dina Rahayuning Pangestuti3
1
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro
2
Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas
Kesehatan
Masyarakat Universitas Diponegoro
3
Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Diponegoro

*NurAsiahRahmi, nurasiahrahmi@gmail.com

ABSTRACT
High cholesterol blood level can form a sediment on the blood vessel wall.
Cholesterol can harm the body when consumed in an excessive amount.
Increased cholesterol in blood is called hypercholesterolaemia. The purpose of
this research was to analyze the correlation of Padang food consumption habit
with cholesterol level in IKAMMI community Semarang. This is a quantitative
research with cross sectional design with population of 82 people. Samples of
this research were 45 people. Sampling technique in this research was using
simple random sampling. The correlation trial was using rank spearman. The
results showed that frequency of padang food consumption habit was often
(75,6%), fat consumption was low (80%), knowledge’s level was adequate
(73,3%), percentage of body fat was normal (31,1%) and percentage of body fat
was overweight (31,1%), physical activity was moderate (48,9%) and cholesterol
level was optimal (73,3%). There were significant correlations of food habit (p
value= 0,024), fat consumption (p value= 0,01) and percentage of body fat ( p
value = 0,046) with cholesterol level. There were no correlations of knowledge’s
level (p value= 0,979) and physical activity (p value= 0,439) with cholesterol
level. This research recommended eating habit of college student should be
more regulated and they need to reduce fatty food in order to keep the
cholesterol in normal level and also increasing physical activity because high
physical activity can reduce fat and cholesterol level.

Keywords : Cholesterol, Padang Food, Consumption Habit

PENDAHULUAN gizi lebih sering dianggap sebagai


Indonesia saat ini mengalami sinyal awal dan munculnya keluhan
permasalahan beban ganda dalam penyakit-penyakit degeneratif/non
menghadapi masalah gizi. infeksi yang sekarang ini banyak
Permasalahan gizi kurang yang terjadi di Indonesia. Tingginya
belum teratasi, dan sekarang muncul prevalensi penyakit
permasalahan baru yaitu degeneratifmenyebabkan tingginya
permasalahan gizi lebih. Gizi kurang angka morbiditas dan mortalitas di
banyak dihubungkan dengan Indonesia.1
penyakit-penyakit infeksi, sedangkan

19
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Kadar kolesterol yang tinggi dan sambal. Masakan padang


dalam darah dapat membentuk memiliki rasa yang cenderung asin,
endapan pada dinding pembuluh berlemak, berminyak dan berbumbu
darah. Kadar kolesterol dalam darah dan tersembunyi ancaman kesehatan
manusia beragam dan mengalami bagi penikmatnya.5 Santan
peningkatan dengan bertambahnya merupakan bahan makanan yang
umur. Faktor makanan yang tinggi lemak jenuh. Jenis lemak ini
berpengaruh terhadap kadar termasuk dalam jenis lemak yang
kolesterol darah adalah LDL, lemak apabila berada dalam suhu ruang
total, lemak jenuh, dan energi total. berubah menjadi bentuk padat.
Kelebihan kadar kolesterol dalam Dalam tubuh manusia, lemak jenuh
darah disebut dengan ini meningkatkan kadar kolesterol
hiperkolesterolemia.2 LDL dan dapat menimbulkan penyakit
Data yang dihimpun oleh WHO jantung koroner (PJK), tekanan darah
dalam Global statusreport on non- tinggi dan stroke.6
communicablediseasestahun 2008 Penelitan terhadap 656
memperlihatkan bahwa faktor resiko responden di 4 kota besaryaitu
hiperkolesterolemia pada wanita di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan
Indonesia lebih tinggi yaitu 37,2 Padang ditemukanbahwa keadaan
persen dibandingkan dengan pria dislipidemia berat (kolesterol total
yang hanya 32,8 persen dan lebih dari sama dengan 240 mg/dl)
diperkirakan sekitar 35 persen paling banyak di kota Padang
penduduk Indonesia memiliki kadar danJakarta (lebih dari sama dengan
kolesterol lebih tinggi dari batas 56 persen), diikuti oleh Bandung
normal yang baik untuk kesehatan.3 (52,2 persen) danYogyakarta (27,7
Menurut Riskesdas tahun 2013, persen).7Penelitian lain juga
proporsi nasional penduduk dengan menyebutkan data prevalensi
perilaku konsumsi makanan hiperkolesterolemia lebih tinggi pada
berlemak, berkolesterol dan makanan etnik Minangkabau sebesar 59,21
gorengan lebih dari sama dengan 1 persen, dibandingkan etnik Sunda
kali per hari sebesar 40,7 persen. yakni 43,84 persen.8
Lima provinsi tertinggi di atas rerata Latar belakang gaya hidup
nasional adalah Jawa Tengah (60,3 modern sangat berkaitan dengan
persen), DI Yogyakarta (50,7 persen), faktor faktor yang dapat
Jawa Barat (50,1 persen), Jawa mempengaruhi kadar kolesterol
Timur (49,5 persen), dan Banten dalam darah. Masakan Padang
(48,8 persen).Sumatera Barat dengan porsi yang besar merupakan
menduduki peringkat ke 12 dengan sahabat bagi para mahasiswa.
rerata (34,3 persen).4 Mahasiswa sering dihadapkan
Perkembangan yang cukup dengan aktivitas-aktivitas yang
pesat dengan merebaknya warung banyak mempergunakan pikiran
masakan Padang di berbagai daerah dibandingkan dengan aktivitas yang
di Indonesia mulai terkenal secara bersifat fisik.9Banyak kalangan
luas sejak tahun 1970-an. Semua mahasiswa maupun masyarakat yang
masyarakat di Indonesia hampir tidak menyadari gejala dari kenaikan
menyukai masakan padang. kadar kolesterol dan mengetahui
Masakan padang atau masakan bahaya dari kadar kolesterol yang
minang memiliki rasa yang enak dan berlebih di dalam tubuh.10
gurih, gurihnyaterdapat pada ramuan
santan yang kental, rempah-rempah

73
Peneliti tertarik meneliti pada langsung melalui wawancara kepada
Paguyuban Ikammi yang merupakan responden berdasarkan kuisioner
sebuah paguyuban Ikatan Mahasiswa yang telah disediakan. Data primer
Minang yang berada di Semarang. pada penelitian ini meliputi identitas
Jauh dari orangtua dan sudah responden, kadar kolesterol,
terbiasa dengan konsumsi masakan kebiasaan konsumsi, aktivitas fisik,
kampung halaman inilah yang tingkat pengetahuan, Semi food
menyebabkan anggota Ikammi tidak frequency questioner, dan persen
bisa jauh dari masakan padang. lemak tubuh. Dan kemudian diolah
Dengan mempertimbangkan masalah menggunakan software Nutrisoft dan
kolesterol pada mahasiswa, peneliti SPSS. Analisis data yang digunakan
ingin meneliti hubungan kebiasaan yaitu berupa analisis univariat dan
konsumsi masakan Padang dengan bivariat dengan menggunakan uji
kadar kolesterol pada Paguyuban korelasi pearson product moment dan
Ikammi Semarang. rank spearman.
METODE A. Analisis Univariat
Penelitian ini menggunakan jenis Tabel 1. Distribusi Frekuensi
penelitian kuantitatif dengan desain berdasarkan kebiasaan makan
studi cross sectional yang digunakan Kebiasaan n % Rerata SD
untuk menentukan hubungan antara makan
variable bebas dan variable terikat. Sering 34 75,6 1,65
Populasi adalah wilayah generalisasi Tidakserin 11 24,4 2,93
7
yang terdiri atas obyek yang g
mempunyai kuantitas dan Total 45 100
karakteristik yang ditetapkan oleh
peneliti untuk di pelajari dan Berdasarkan tabel 1 menunjukkan
kemudian ditarik kesimpulan. Dalam bahwa dari 45 responden, terdapat 34
penelitian ini populasi yang diambil orang (75,6%) yang memiliki kebiasaan
adalah paguyuban ikatan mahasiswa makan masakan padang yang sering.
minang di Semarang angkatan 2015
yang berjumlah 82 orang. Tabel 2. Distribusi Frekuensi
Berdasarkan perhitungan besar berdasarkan asupan lemak
sampel menggunakan rumus Asupanle n % Rerata SD
Lemeshow, maka di dapatkan bahwa mak
sampel pada penelitian ini adalah 45 Kurang 36 80,0 13,6
orang.Adapun criteria insklusi sampel Baik 9 20,0 71,851
8 145
yang dibutuhkan yaitu mahasiswa 9
aktif paguyuban ikatan mahasiswa Total 45 100
minang Semarang 2015, mahasiswa
keturunan Minang asli (Bapak / Ibu Berdasarkan tabel 2 menunjukkan
Minang), bersedia menjadi sampel bahwa dari 45 responden , terdapat 36
penelitian dengan mengisi form pada orang (80,0%) yang memiliki asupan
lemak yang kurang.
saat akan dilakukan penelitian.
Kriteria eksklusi yaitu responden
memiliki riwayat penyakit seperti
penyakit diabetes mellitus dan
penyakit lain yang dapat
mempengaruhi kadar kolesterol. Data
primer yaitu data yang diambil secara
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tabel 6. Distribusi Frekuensi
berdasarkan aktifitas fisik berdasarkan kadar kolesterol
Aktifitasfisi n % Rerata SD Kadar n % Rerata SD
k kolesterol
Ringan 15 33,3 0,21 Optimal 33 73,3 30,5
1,8484
Sedang 22 48,9 058 Diambang 170,80
batas 12 26,7 86
Berat 8 17,8
Total 45 100 Tinggi 0 0
Total 45 100
Berdasarkan tabel 3
menunjukkan bahwa dari 45
Berdasarkan tabel 6
responden , terdapat 22 orang
menunjukkan bahwa dari 45
(48,9%) yang memiliki aktifitas fisik
responden , terdapat 12 orang
kategori sedang dan 15 orang
(26,7%) yang memiliki kadar
(33,3%) kategori ringan.
kolesterol diambang batas tinggi dan
33 orang (73,3%) yang memiliki
Tabel 4. Distribusi Frekuensi
kadar kolesterol optimal.
berdasarkan persen lemak tubuh
Persenlem B. AnalisisBivariat
n % Rerata SD
aktubuh
Atletik 3 6,7 7,10 Tabel 7. Analisis Hubungan
Baik 2 4,4 23,549 75 kebiasaan makan dengan kadar
Normal 14 31,1 kolesterol
Beratbada Variab
nlebih 14 31,1 el Variabel Bebas r P
Obesitas 12 26,7 Terikat
Total 45 100 Kebiasaan
0,337 0,024
makan
Berdasarkan tabel 4 Asupanlemak 0,517 0,01
menunjukkan bahwa dari 45 Kadar Aktifitasfisik 0,004 0,979
koleste Persenlemaktubu
responden , terdapat 12 orang rol 0,299 0,046
h
(26,7%) yang memikili persen lemak Tingkat -0,118 0,439
tubuh kategori obesitas dan terdapat pengetahuan
14 orang (31,1%) berat badan lebih. Uji Rank Spearman
Tabel 5. Distribusi Frekuensi Berdasarkan tabel 7 bahwa ada
berdasarkan tingkat pengetahuan hubungan kebiasaan makan dengan
Tingkat kadar kolesterol. Ada hubungan
pengetahu n % Rerata SD asupan lemak dengan kadar
a kolesterol. Tidak ada hubungan
Baik 8 17,8 10,3 aktifitas fisik dengan kadar kolesterol.
Cukup 33 73,3 71,33 02 Ada hubungan persen lemak tubuh
Kurang 4 8,9 dengan kadar kolesterol. Tidak ada
Total 45 100 hubungan tingkat pengetahuan
dengan kadar kolesterol.
Berdasarkan tabel 5
menunjukkan bahwa dari 45 PEMBAHASAN
responden , terdapat 4 orang (8,9%) 1. Hubungan kebiasaan makan
yang memiliki tingkat pengatahuan masakan Padang dengan kadar
rendah dan 33 orang (73,3%) yang kolesterol pada Paguyuban
memiliki tingkat pengetahuan cukup. IKAMMI Semarang
Hasil ini sejalan dengan ada hubungan antara asupan
penelitian yang dilakukan oleh lemak dengan kadar kolesterol
Ratna Djuwita Hatma yang total pada pekerja usia 20-40 di
berjudul profil lipid antar PT. Sidomuncul dengan nilai
kelompok di Indonesia yang r=0,028 dengan kekuatan
menyatakan etnik minangkabau hubungan lemah dengan arah
lebih beresiko positif.12 Hasil ini sejalan dengan
hiperkolesterolemia dibanding penelitian yang dilakukan oleh
etnik sunda, jawa, dan bugis Filandita, dkk yang menyatakan
karena konsumsi asam lemak bahwa ada hubungan positif
jenuh orang minang lebih tinggi.8 antara asupan lemak dengan
Hasil ini tidak sejalan dengan kadar kolesterol dengan p =
penelitian dalam buku yang 0,026.13Hasil penelitian ini
ditulis oleh Nur Indrawaty Lipoeto menununjukkan bahwa kadar
yang menyatakan orang Minang kolesterol diambang batas tinggi
tahu rahasia sehat masakan lebih banyak pada asupan lemak
Padang. Bumbu-bumbu pada yang dikonsumsi 80-100% AKG.
santan seperti jahe, kunyit,
lengkuas, bawang merah, 3. Hubungan aktifitas fisik dengan
bawang putih, cabe, serai, daun kadar kolesterol pada
salam, daun limau dan daun- Paguyuban IKAMMI semarang
daun lainnya berfungsi sebagai Hasil ini sejalan dengan
antioksidan yang dapat penelitian Utari Febrina
menetralisir lemak jenuh yang Supomo,dkk pada masyarakat
terdapat pada santan dan daging pedesaan yang mengatakan
hewan.6Hasil penelitian ini bahwa tidak ada hubungan yang
menujukkan terdapat bermakna antara aktifitas fisik
kecendrungan bahwa kadar terhadap rasio kolesterol
kolesterol diambang batas tinggi total/HDL dengan p = 0,038.56
lebih banyak terjadi pada Hasil ini tidak sejalan dengan
kebiasaan makan sering. Alasan penelitian yang dilakukan oleh
lain Paguyuban IKAMMI lebih Siti Fatimah,dkk pada
memilih masakan Padang adalah masyarakat Jatinangor yang
porsi masakan Padang yang mengatakan bahwa ada
besar dan bumbu masakan hubungan aktifitas fisik dengan
padang lebih kuat dibandingkan kadar kolesterol total dan LDL
masakan-masakan lainnya. dengan nilai r = -0,302 dan p =
0,001.14 Hasil ini tidak sejalan
2. Hubungan asupan lemak dengan dengan penelitian Tunggul
kadar kolesterol pada Waloya, dkk yang menyatakan
Paguyuban IKAMMI Semarang bahwa tingkat aktifitas fisik
Hal ini sejalan dengan berpengaruh nyata terhadap
penelitian Emi Yulianti,dkk yang kadar kolesterol darah dengan
menyatakan ada hubungan p=<0,05.15 Berdasarkan Form
bermakna antara asupan energi, aktifitas fisik bahwa sebagian
lemak jenuh, lemak tak jenuh responden menghabiskan
dan kolesterol dengan rasio waktunya untuk kuliah, membuat
kadar kolesterol total/HDL.11 Hal tugas, main game, nongkrong,
ini sejalan dengan penelitian dan tidur. Responden sangat
Giyanti,dkk yang menyatakan jarang olahraga dan melakukan
aktifitas-aktifitas berat lainnya Responden juga masih belum
disebabkan oleh rasa malas dan mengetahui apa saja pemicu
tidak ada waktu untuk melakukan kenaikan kadar kolesterol dan
hal tersebut. makanan apa saja yang
dianjurkan untuk menurunkan
4. Hubungan persen lemak tubuh kadar kolesterol. Rata-rata
dengan kadar kolesterol pada responden tidak mau
Paguyuban IKAMMI Semarang memeriksakan kadar kolesterol
Hasil ini sejalan dengan disebabkan karena takut dalam
penelitian yang dilakukan oleh pengambilan darah.
Seock Whan Lee yang
menyatakan bahwa persen KESIMPULAN
lemak tubuh berkorelasi positif 1. Ada hubungan kebiasaan
dengan kolesterol total.16 Hasil ini makan masakan Padang
tidak sejalan dengan penelitian dengan kadar kolesterol pada
yang dilakukan oleh Yeni Miranti Paguyuban IKAMMI
di Kabupaten Karanganyer yang Semarang
menyatakan bahwa tidak ada 2. Ada hubungan asupan lemak
hubungan persentase lemak dengan kadar kolesterol pada
tubuh dan indeks massa tubuh Paguyuban IKAMMI
dengan kadar kolesterol darah.17 Semarang
3. Tidak ada hubungan aktifitas
5. Hubungan tingkat pengetahuan fisik dengan kadar kolesterol
dengan kadar kolesterol pada pada Paguyuban IKAMMI
Paguyuban IKAMMI Semarang Semarang
Hasil ini sejalan dengan 4. Ada hubungan persen lemak
penelitian yang dilakukan oleh tubuh dengan kadar kolesterol
Sunarti pada pegawai Rumah pada Paguyuban IKAMMI
Sakit Mata Cicendo Bandung Semarang
yang menyatakan bahwa tidak 5. Tidak ada hubungan tingkat
ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kadar
pengetahuan, sikap, dan pola kolesterol pada Paguyuban
makan dengan profil kolesterol IKAMMI Semarang
total, LDL, dan HDL.18 Hasil ini
tidak sejalan dengan penelitian REFERENSI
yang dilakukan oleh Winiey 1. Hamam. Beban Ganda Masalah
Tillich yang mengatakan dimana Gizi dan Implikasinya Terhadap
tingkat pengetahuan mahasiswa Kebijakan Pembangunan
Fakultas Ilmu Kesehatan Kesehatan Nasional. 2005.
Universitas Muhammadiyah 2. Mayes. P. A. Pengangkutan Dan
Palangkaraya tentang penyakit Penyimpanan Lipid D. Dalam:
kolesterol dengan Murray R.K., Granner D.K., Mayes
kategori/kriteria mengetahui P.A., Rodwell V.W., Ed: Biokimia
dengan nilai rata-rata responden Haper. Jakarta: EGC; 2003.
adalah 79,53%.19 Perbedaan 3. Roger VL et al 2011;123:e18-
hasil penelitian ini dapat e209. AHA Heart Disease and
disebabkan karena kurangnya Stroke Statistics 2011 update. a
informasi dan pengetahuan Rep from Am Hear Assoc Circ.
responden tentang kolesterol. 2011;123:e18-e2.
4. Riset Kesehatan
Dasar(Riskesdas). Badan Bogor. Dep Gizi Masyarakat, Fak
Penelitian dan Pengembangan Ekol Mns (FEMA), Inst Pertan
Kesehatan Kementerian RI tahun Bogor. 2013;8.
2013. Departemen Kesehatan 14. Utari Febrina Supomo Sunu,
Republik Indonesia. Galih Permadi F. Hubungan
5. Habsari R. Info Boga Jakarta. Antara Aktifitas Fisik dan Angka
Jakarta: Gramedia Pustaka Kecukupan Gizi Makronutrien
Utama; 2007. Terhadap Rasio Kolesterol
6. Lipoeto NI. Menu Sehat Makanan Total/HDL pada Masyarakat
Minang. Jakarta: Gramedia Pedesaan. Fak Farm Univ Sanata
Pustaka Utama; 2013. Dharma, Kampus III Maguwoharjo
7. Kamso S. Nutritional Aspectts of Depok Sleman, Yogyakarta.
Hypertension in the Indonesian 2017;14.
Elderly : A Community Study in 6 15. Siti Fatimah Zuhroiyyah,
Big Cities. Diss Post Grad Progr Hadyana Sukandar SBS.
Univ Indones ,Depok. 2000. Hubungan Aktivitas Fisik dengan
8. Hatma R. Lipid Profiles Among Kadar Kolesterol Total, Kolesterol
Diverse Ethnic Groups in Low- Density Lipoprotein, dan
Indonesia. Acta Med Indones. Kolesterol High-Density
2011;43:4-11. Lipoprotein pada Masyarakat
9. Hardjono. Awas Kolesterol. Jatinangor. Fak Kedokt Univ
yogyakarta: Maximus; 2008. Padjadjaran, Dep Ilmu Kesehat
10. Emi, Yulianti dkk. Hubungan Masyarakat, Fak Kedokt Univ
Asupan Energi, Lemak dan Serat Padjadjaran, Dep Ilmu Kedokt Fis
dengan Rasio kadar Kolesterol dan Rehabil Med Fak Kedokt Univ
Total-HDL. Poltekkes Kemenkes Padjadjaran. 2017;Volume 2.
Bengkulu. 2015. 16. Seock Whan Lee, Tae Yoon
11. Giyanti, Galeh Septiar Hwang CYK. Relationship of Body
Pontang P. Hubungan Asupan Fat Percent with Serum Lipid Level
Lemak dan Asupan Serat dengan and Blood Pressure in Adults.
Kadar Kolesterol Total pada Korean J Prev Med. 1995;4:783-
Pekerja Usia 20-40 Tahun di PT. 794.
Sidomuncul Pupuk Nusantara. 17. Yeni Miranti. Hubungan
Progr Stud Ilmu Gizi Gizi STIKes Persentase Lemak Tubuh, Indeks
Ngudi Waluyo. 2015. Massa Tubuh, Asupan Lemak Dan
12. Filandita Nur Septianggi, Tatik Serat Dengan Kadar Kolesterol
Mulyati HS. Hubungan Asupan Darah (Studi Pada Wanita
Lemak dan Asupan Kolesterol Dewasa Di Perumahan Madu Asri
dengan Kadar Kolesterol Total Kabupaten Karanganyer).
pada Penderita Jantung Koroner Semarang: Universitas
Rawat Jalan di RSUD Tugurejo Diponegoro; 2008.
Semarang. Progr Stud D III Gizi 18. Wahyuni WT. Tingkat
Fak Ilmu Keperawatan dan Pengetahuan Mahasiswa Fakultas
Kesehat Univ Muhammadiyah Ilmu Kesehatan Universitas
Semarang. 2013;2. Waloya Muhammadiyah Palangkaraya
13. T, Rimbawan, nuri Tentang Penyakit Kolesterol.
andarwulan. Hubungan Antara Palangkaraya: Universitas
Konsumsi Pangan dan Aktivitas Muhammadiyah Palangkaraya
Fisik dengan Kadar Kolesterol Fakultas Ilmu Kesehatan Program
Darah Pria dan Wanita Dewasa di Studi DIII Farmasi; 2014.
19. Sunarti. Hubungan Tingkat
Pengetahuan Gizi, Sikap, Dan
Pola Makan Dengan Profil Lipid
Darah Pada Pegawai Rumah
Sakit Mata Cicendo Bandung.
Universitas Esa Unggul; 2014.

You might also like