BING4437
NASKAH UAS-THE
UJIAN AKHIR SEMESTER-TAKE HOME EXAM (THE)
UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2020/21.2 (2021.1)
Translation 7
BING4437
No. Soal Skor
1. a. Terjemahkan teks di bawah ini ke bahasa Indonesia secara wajar, akurat, dan berterima. 50
b. Berikan anotasi (penjelasan dan alasan pada kata/frasa/klausa yang dicetak tebal dan
diberi garis bawah) terhadap pilihan terjemahan yang Saudara buat dengan memberikan
referensi dari Buku Materi Pokok Teori dan Masalah Penerjemahan (BING4318) dan sumber
lain.
While Japan has only a very small percentage of Muslim residents, the number of Muslim tourists
has been increasing considerably in recent years. Japanese in general are very tolerant towards
different religions, including Islam, but there is a wide lack of understanding of the religion and a
shortage of services and facilities for Muslim travelers. However, with the increasing number of
Muslim visitors, tourist associations and businesses have ramped up efforts to improve the
situation to better cater to Muslim tourists.
This boom in Muslim-friendly services, such as prayer rooms and halal food options, is making it
easier for Muslims to travel in Japan. However, without centralized direction, like a halal
certification agency, services such as restaurants largely have to figure things out on their own.
As a result, it is difficult to maintain a consistent standard of permissible goods and services as
restaurants seek certification from a variety of different bodies.
For visitors who are concerned about non-halal foods, it is worth noting the recent increase in
availability of short-term apartments and hotel rooms with kitchenettes which allow visitors to cook
their own meals. Even at regular hotels and ryokan, hot water is almost always available in the
room in a hot water dispenser, making the preparation of instant noodles a relatively easy option.
Visitors concerned about non-halal foods are advised to consider bringing their own food and
cutlery to Japan.
Common Japanese dishes and prepared convenience foods, while seemingly halal, may
contain ingredients that may not be permissible under Islamic law. Popular Japanese foods
like sushi, may have rice wine (mirin) mixed in with the rice. Ramen and various meat dishes
contain ingredients like non-halal meat (including pork), soy sauce, miso, various additives and
preservatives, rice wine (mirin and/or sake) and animal fat.
To better cater to Muslim visitors and residents alike, prayer rooms with arrows pointing
towards Mecca have been added to a handful of public facilities such as major airports and a
small number of Muslim-friendly hotels. Areas surrounding the larger mosques usually contain
Muslim-friendly shops which may also cater to visitors in this regard.
With the recent boom in Muslim tourism, there has been an increasing number of travel
companies offering Muslim friendly tours to those who find navigating Japan on their own too
daunting. The tours that are offered cater specifically to Muslims and make all the necessary food
and lodging arrangements.
(Adapted from: [Link]
1 dari 3
BING4437
2. a. Terjemahkan teks di bawah ini ke bahasa Inggris secara wajar, akurat, dan berterima. 50
b. Berikan anotasi (penjelasan dan alasan pada kata/frasa/klausa yang dicetak tebal dan
diberi garis bawah) terhadap pilihan terjemahan yang Saudara buat dengan memberikan
referensi dari Buku Materi Pokok Teori dan Masalah Penerjemahan (BING4318) dan sumber
lain.
Peran Teknologi dalam Menghidupkan Kembali Pariwisata di Indonesia
Pandemi Covid-19 atau virus corona menggoyang sektor pariwisata di seluruh dunia, tak
terkecuali Indonesia. Untuk mencegah penyebaran virus, maka diterapkanlah pembatasan
fisik dan sosial di sejumlah negara. Imbasnya, para pelaku usaha travel, penginapan, restoran
dan penyelenggara tempat wisata di Indonesia sepi akan pengunjung.
Namun, seperti yang sudah kita ketahui, banyak orang di Indonesia sudah bosan berdiam diri
saja di dalam rumah, "gerah" terus-terusan absen liburan ke tempat wisata. Menyikapi hal
itu, pada pertengahan 2020, pemerintah memperbolehkan kunjungan wisatawan ke sejumlah
objek wisata dengan syarat menaati protokol kesehatan.
Kekuatan Indonesia ada di sektor pariwisata. Sebagai contoh, melihat ke belakang yakni
sepanjang 2019, Indonesia berhasil meraup devisa Rp 280 triliun, di mana angka ini naik
dibandingkan tahun 2018 yaitu Rp 270 triliun. Jadi tidak mengherankan banyak orang masih
optimis akan perkembangan pariwisata di Indonesia.
Menurut Survei Indeks Optimisme Generasi Muda Indonesia pada pertengahan 2020 yang
dihimpun Good News From Indonesia (GNFI) dan data DataMixr, sebanyak 80% dari para
koresponden mengaku optimis pada "Perkembangan Pariwisata Indonesia".
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sendiri tidak duduk manis
ketika pandemi Covid-19 menyerang Indonesia. Mereka terus bekerja agar wisatawan tetap
bisa aman dan nyaman berwisata pada masa pandemi dan pascapandemi. Selain bekerja
demi keperluan wisatawan, Kemeparekraf juga berusaha membangkitkan sektor pariwisata
baik itu untuk pemerintah, pebisnis, dan pelaku ekonomi.
Pada era industri 4.0, teknologi adalah bagian dari manusia. Pergerakan sektor ekonomi -
yang meskipun menurun - saat pandemi bisa terus berjalan dengan memanfaatkan
kecanggihan internet. Lewat internet, transaksi bisa tetap terjalin walaupun dilakukan dari
jarak jauh. Tak hanya membantu sektor ekonomi, teknologi pun turut membantu sektor
pariwisata untuk tetap menyentuh wisatawan.
Di sektor pariwisata, Kemenparekraf memanfaatkan teknologi untuk memajukan dan
mengendalikan pendapatan dari pariwisata Indonesia dengan memastikan bahwa setiap aset
pariwisata Indonesia terjamin kebersihan, keamanan, dan kenyamanannya. Hal ini di lakukan
agar turis yang berwisata tidak perlu khawatir terhadap sektor pariwisata Indonesia. Selain itu,
2 dari 3
BING4437
salah satu pemanfaatan teknologi di sektor pariwisata adalah melakukan virtual tourism.
"Upaya sektor bisnis dalam bidang pariwisata memang terpengaruh dengan adanya pandemi
saat ini, namun ada beberapa cara untuk bangkit kembali dengan cara menggunakan
teknologi, yakni memfokuskan pengembangan dari sektor-sektor transportasi untuk
mendukung aktivitas pariwisata.
(Adapted from: [Link]
indonesia-dengan-teknologi)
Skor Total 100
3 dari 3