Infection Control Risk Assesmen
CSSD,GIZI,LOUNDRY
Bernadetta Indah M
Siloam Hospitals Surabaya
Pendahuluan
Pendahuluan
• Rumah sakit secara proaktif melakukan asesmen risiko infeksi
yang dapat terjadi dan menyusun strategi untuk menurunkan
risiko infeksi tersebut
• RS menggunakan pendekatan berdasar risiko dalam
menentukan fokus dari program PPI di RS adalah pencegahan,
pengendalian dan pengurangan infeksi terkait pelayanan
kesehatan.
• Rumah sakit menetapkan risiko infeksi pada proses kegiatan
penunjang pelayanan (medik dan nonmedik) yang berisiko
terjadi infeksi serta strategi pencegahannya
SNAR-Edisi 1
Standar PPI 7.1
Rumah sakit melaksanakan identifikasi prosedur dan
kegiatan penunjang pelayanan yang berisiko infeksi
serta menerapkan strategi untuk menurunkan risiko
infeksi.
Maksud dan Tujuan PPI 7.1
Rumah sakit juga melakukan asesmen risiko terhadap
kegiatan penunjang di rumah sakit yang harus
mengikuti prinsip-prinsip pencegahan dan
pengendalian infeksi serta melaksanakan strategi untuk
menurunkan risiko infeksi, namun tidak terbatas pada
a) sterilisasi alat;
b) pengelolaan linen/londri;
c) pengelolaan sampah;
d) penyediaan makanan;
e) kamar jenazah.
Apa itu Risk Assesment ?
• Risk Assessment - adalah penilaian yang meneliti
proses secara rinci termasuk urutan kejadian dan risiko
aktual dan potensial, kegagalan atau titik kerentanan,
dan bahwa, melalui proses logis, memprioritaskan
area untuk perbaikan didasarkan pada dampak aktual
atau potensial (kekritisan) perawatan, pengobatan,
atau pelayanan (TJC, 2010).
Infection Control Risk Assesmen
• Sistem yang digunakan untuk menilai bahaya
dari infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan
yang dapat menyebabkan kerugian bagi
pasien ,keluarga,petugas ,pengunjung dan
lingkungan
• JCIA,2010
Tujuan
• Mengidentifikasi area beresiko yang
berhubungan dengan infeksi di pelayanan
Loundry,CSSD,Gizi
• Mengembangkan program pencegahan
pengendalian Infeksi diunit terkait berdasrkan
hasil indentifikasi risiko tinggi
• Mengembangkan dan melaksanakan program
pendidikan di Loundry,CSSD,Gizi
Tujuan
• Digunakan untuk mengontrol staff dalam
melaksanakan praktek pencegahan dan
pengendalian infeksi terbaik
• Menghindari potensi KTD terkait PPI di
Loundry,CSSD,Gizi
• Justifikasi kebutuhan untuk
mengimplementasi kegiatan PPI baru atau
meneruskan kegiatan yang sedang berjalan
• Mengembangkan hypotesa untuk meng
antisipasi potensial risiko
Proses pelaksanaan
Prosedur & proses
kegiatan di pelayanan Strategi penurunan
Identifikasi Risiko
penunjang risiko infeksi
(Loundry,CSSD,Gizi)
Diklat untuk Melaksanakan
menurunkan risiko strategi penurunan
infeksi risiko infeksi
Prosedur & proses
kegiatan di pelayanan
penunjang
(Loundry,CSSD,Gizi)
1. Loundry
Regulasi Fasilitas SDM Mutu
• Pedoman loundry • Alur linen bersih dan • Terlatih pengolahan • Kualitas air pencucian
• Pedoman organisasi kotor Linen dari kotor - • Monitoring
• Pedoman unit • Pembagian area bersih kepatuhan
pelayanan loundry bersih dan kotor • PPI dasar kewaspadaan isolasi
• SPO Loundry terkait • Mesin cuci • Kompetensi di di londry
PPI dipisahkan antara proses managemen • Monitoring proses
• Program kerja PPI di infeksius dan non laundry londry
loundry infeksius
• Panduan penetapan • Fasilitas pengering
risiko • Fasilitas utk
• Standarisasi linen merapikan /setrika
• Ruang Penyimpanan
• trolly transportasi
distribusi linen
bersih
• Trolly linen kotor- &
kotor infeksius
Prosedur & proses
kegiatan di pelayanan
penunjang
(Loundry,CSSD,Gizi)
Proses linen di RS
Penanganan
Penanganan di
linen di transportasi penimbangan
loundry
ruangan
Pelipatan Penyetrikaan Pengeringan Pencucian
Penyimpanan
Penyimpanan Pendistribusian
di ruangan
Prosedur & proses
kegiatan di pelayanan
penunjang
(Loundry,CSSD,Gizi)
2. CSSD
Regulasi Fasilitas SDM Mutu
• Kebijakan single • Alur nstrumen bersih • Terlatih pengolahan • Kualitas air pencucian
use&reuse dan kotor CSSD • Monitoring
• Pedoman CSSD • Pembagian area CSSD • PPI dasar kepatuhan
• Pedoman organisasi • Metode • Kompetensi di kewaspadaan isolasi
• Pedoman unit sterlisasi&Desinfeksi proses managemen di londry
pelayanan CSSD • Indikator CSSD • Monitoring proses
• SPO CSSD yg terkait internal&eksternal dekontamisasi
PPI • Indikator biological &sterilisasi
• SPO Single • Ruang Penyimpanan • Monitoring expired
use&reuse date
• Kontainer distribusi
• Program kerja PPI di instrumen bersih • Monitoring
CSSD penyimpanan di rg
• Kontainer instrumen
dan di CSSD
• Panduan penetapan kotor
risiko
Prosedur & proses
kegiatan di pelayanan
penunjang
(Loundry,CSSD,Gizi)
Proses instrumen
Trasnportasi dg
Instrumen
kontainer dekontaminasi
kotor dari rg
tertutup
Assembling-
Sterilisasi Dikeringkan
packing
Penyimpanan Penyimpanan
Distribusi ke rg
di CSSD di rgn
Prosedur & proses
kegiatan di pelayanan
penunjang
(Loundry,CSSD,Gizi)
3. Gizi
Regulasi Fasilitas SDM Mutu
• Pedoman Gizi • Alur bersih&kotor • Terlatih pengolahan • Kualitas air
• Pedoman organisasi • Pembagian area makanan • Sample makan saji
• Pedoman unit pengolahan dapur • PPI dasar – Pencegahan 1x24 jam
pelayanan Gizi • Alat pencuci pring Food borne deseases • Monitoring kepatuhan
• SPO Gizi terkait PPI dengan thermal • Kompetensi di proses kewaspadaan isolasi di
• Program kerja PPI di desinfektan/manual managemen Gizi londry
Gizi • Fasilitas penyimpanan • Monitoring proses
• Panduan penetapan peralatan makan londry
risiko • Fasilitas penyimpanan • Monitoring Food safety
• Program manajemen gudang basah,kering • Periksaan swab rectal
risiko • Refigerator sesuai
penyimpanan bahan
• trolly transportasi
distribusi makanan
siap saji dengan suhu
pemanas
• Trolly makanan yang
sudah dikonsumsi psn
dari rgn
Prosedur & proses
kegiatan di pelayanan
penunjang
(Loundry,CSSD,Gizi)
Alur Gizi
Bahan baku Monitoring
Disimpan/diolah
diterima kualitas bahan
Penyajian
Pengolahan
Distribusi ke rgn makanan siap
bahan mentah
saji
Risk Register Identifikasi Risiko
• RS harus punya Standar yg berisi Program Risk
Assessment tahunan Risk Register
• Risk Register :
1. Risiko yg teridentifikasi dlm 1 thn
2. Informasi Insiden keselamatan pasien, klaim
litigasi dan komplain, investigasi eksternal &
internal, exernal assessments dan Akreditasi
3. Informasi potensial risiko maupun risiko aktual
(menggunakan RCA & FMEA)
PPI STANDAR IDENTIFIKASI RISIKO ANALISA RISIKO
7.1 Sterilisasi alkes Sterilisasi in RCA
adekuat FMEA
Risk grading
Laundry & linen Manajemen RCA
laundry dan linen in FMEA
adequat Risk grading
7.1.1 Alkes kadaluwarsa Pengelolaan alat RCA
kadaluwarsa in FMEA
adeqkuat Risk grading
Single use – re use Pengelolaan Single RCA
use – re use FMEA
In adekuat Risk grading
LUWI-PPI 1 SEPT 2014
PPI STANDAR IDENTIFIKASI RISIKO ANALISIS RISIKO
7.2 Sampah Pengelolaan RCA
infectious & sampah infeksius & FMEA
cairan tubuh cairan tubuh Risk grading
inadekuat
7.2 Darah & Pengelolan darah & RCA
komponen komponen darah FMEA
darah inadekuat Risk grading
Kamar mayat Pengelolaan Kamar RCA
& post mortem mayat & post FMEA
mortem in adekuat Risk grading
7.3 Benda tajam pembuangan RCA
& jarum Benda tajam & FMEA
jarum in adekuat Risk grading
LUWI-PPI 1 SEPT 2014
PPI STANDAR IDENTIFIKASI RISIKO ANALISA RISIKO
7.4 Dapur & Kekurangan dalam RCA
makanan pengelolaan dapur FMEA
& makanan Risk grading
Pengontrolan Kekurangan dalam RCA
mesin Pengontrolan mesin FMEA
Risk grading
7.5 Dampak Kekurangan dalam Risk grading
renovasi, pengelolaan
demolisi, Dampak renovasi,
pembangun demolisi,
an pembangunan
LUWI-PPI 1 SEPT 2014
INFECTION CONTROL RISK ASSESSMENT
ASESMEN RISIKO Output RISK REGISTER/tahun
IDENTIFIKASI RISIKO
a. Bentuk tim interdisiplin
• Risk grading matrix
1.
b. ANALISA RISIKO • RCA
• FMEA/HFMEA
• RISK RANKING
c EVALUASI RISIKO
• PRIORITAS RISK
• PENGENDALIAN RISIKO
2. PENGELOLAAN RISIKO
• PEMBIAYAAN
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
Insiden expired Risk Matrix
date pada
instrumen bedah
psn dg IDO
Insiden Report-
penentuan grading
dengan Risk Matrix
grading
Analisa masalah
: fish bone, RCA,
5Why dll
Can be Clinical Manager / Lead Detailed review & Immediate review
manage by Clinician should urgent treatment & action required
procedure assess the should be at Board level.
consequences againts undertaken by Director must be
Accept risk cost of treating the risk senior management informed
IMRK
1. Identifikasi insiden yg akan di investigasi
2. Tentukan tim investigator
3. Kumpulkan data INVESTIGASI
(Observasi, Dokumentasi , Interview)
4. Petakan kronologis kejadian
(Narratif chronology, Timeline, Tabular Timeline,
Time Person Grid)
5. Identifikasi masalah (CMP)
(Brainstorming, brainwriting, Nominal Group
Technique)
ANALISA
6. Analisis Informasi
(5 why’s, Analisis Perubahan, Analisis
penghalang, fish borne, dll
7. Rekomendasi dan Rencana kerja untuk
IMPROVE
improvement
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
LANGKAH-LANGKAH
ANALISIS MODUS KEGAGALAN & DAMPAK (AMKD)®
(HEALTHCARE FAILURE MODE EFFECT AND ANALYSIS)
(HFMEA) By : VA NCPS
1. Tetapkan Topik AMKD/HFMEA
2. Bentuk Tim
3. Gambarkan Alur Proses
4. Buat Hazard Analysis
5. Tindakan dan Pengukuran Outcome
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
FMEA RCA
• Proaktif • Reaktif
– Proses spesifik – Kejadian spesifik
• Diagram alur proses • Diagram kronologis
• “Apa yang bisa terjadi?” • “Apa yang telah terjadi?”
• Fokus pada potensi • Fokus pada kegagalan
kegagalan proses suatu sistem
sistem
• Mencegah kegagalan • Mencegah kegagalan
sebelum terjadi muncul kembali
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
Analisa Strategi penurunan
risiko infeksi
Apa
Mengapa?
Mengapa? Kapan
Mengapa?
Mengapa?
Dimana
Mengapa?
Mengapa
Bagaima
na
SIKLUS PDSA
(1) Plan
Menentuka
n
Acti (6) Tujuan dan
on Mengamb sasaran
il
tindakan (2)
yang Menetapk
tepat an
Metode
untuk
Mencapai
tujuan
( (
5 3
) Menyelengg )
Mempelajari arakan
outcome dari ( Pendidikan
Stu pengukuran 4 dan
dy yang dilakukan ) latihan
Melaksana
kan Do
pekerjaan
KESIMPULAN
• Pelaksanaan ICRA adalah merupakan bagian
dari kegiatan PPI proaktive untuk menurunkan
Infeksi di rumah sakit
• Pemilihan prioritas masalah berdasarkan hasil
brainstorming Tim PPI dengan profesi terkait
akan mendapatkan strategi yang tepat.
• Risk assesmen dilaksanakan di RS sebagai
bagaian dari program keselamatan pasien di
RS
Risk matrix-ICRA Sterilisasi
Risk Matrix-ICRA Laundry