Teori Dasar Urban Design

1. Jane Jacobs (1961) Kawasan perkotaan hendaknya memiliki beberapa prinsip arsitektural dalam skala makro. Jika tidak maka akan timbul masalah yang cenderung buruk dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab jika ukuran sebuah kota dan wilayahnya tidak disusun dengan menciptakan ruangruang efektif melalui pengorganisasian sebuah daerah pedalaman yang lebih besar berdasarkan hirarki-hirarki tertentu, maka kualitas identitas masyarakat perkotaan terhadap tempat dan lingkungannya akan menurun. Jacobs, Jane. Death And Life of Great American Cities. New York. 1961

2. Gordon Cullen (1961) Gordon Cullen¶s work on urban design, Townscapes, employs a method of representation called µSerial Vision¶ and comes with certain theoretical implications. Cullen¶s Serial Vision is fairly simple as a proposition, and consists of a series of sketch perspectives arranged in a sequence, as one would wander along a given route. The sequence is accompanied by a plan, indicating the points along the path where the perspectives are taken from.

Figure 1. Gordon Cullen¶s Concise Landscape: a city of serial visions (http://www.angelfire.com/ar/corei/UDLectureNotes2002.pdf)

3. Ali Madanipour (1997) Dalam memahami tempat (place) dan ruang (space), terdapat dua aspek yang saling

blogspot. By starting with public life and the areas in which it takes place. termasuk pola tata guna lahan. and planning processes must begin by understanding these spaces between buildings. sejarah.org/articles/jgehl/ 6. the optional and the social types of behaviors which Gehl has studied meticulously. Tanda-tanda (Signages). a. nilai lahan. Bentuk dan Kelompok Bangunan (Building and Mass Building). (http://arcaban. yakni Tata Guna Lahan (Land Use).html) 5. dan pergerakan dalam kota. 2011) Book: Life between Buildings Life between buildings has become Jan Gehl¶s major focus of study and work.berkaitan: a. These are therefore vital areas. kumpulan dari bangunan dan artefak (a collection of building and artifacts) b. urban recreation. Buchanan (1988) Setiap wilayah memiliki kualitas keunikan tersendiri yang harus diperhatikan oleh seorang perancang kota. rather than an end in itself. Tata Guna Lahan . Jalur Pejalan Kaki (Pedestrian Ways).pps. and the sensory experience of city life take place. Gehl (1971. Life between buildings comprises the entire spectrum of human activities in public space ± the necessary. microclimate. Parkir dan Sirkulasi (Parking and Circulation). Pendukung Kegiatan (Activity Support). Sumber: http://www. sosial-budaya. It is where social interaction and perception. Gehl emphasizes that life between buildings is a dimension of architecture that deserves more careful treatment. Buchanan (1988) menyatakan kontek lokal tidak hanya lingkungan sekitar tapi mencakup seluruh kota dan sekeliling kawasan. topografi. 4. terdapat delapan macam elemen yang membentuk sebuah kota (terutama pusat kota). Hamid Shirvani (1985) Menurut Hamid Shirvani dalam bukunya ³Urban Design Process´. tempat untuk berhubungan sosial (a site for social relationship).com/2011/02/pengertian-perancangan-kota. building design becomes a means to an end. Ruang Terbuka (Open Space). dan Preservasi (Preservation).

pedestrian way. Tempat parkir mempunyai pengaruh langsung pada suatu lingkungan yaitu pada kegiatan komersial di daerah perkotaan dan mempunyai pengaruh visual pada beberapa daerah perkotaan. taman. Penandaan (Signage) Penandaan yang dimaksud adalah petunjuk arah jalan. bangku taman dan sebagainya. e. taman dan sebagainya. Ruang-ruang tiga dimensi (bangunan) akan dibangun di tempat-tempat sesuai dengan fungsi bangunan tersebut. pedestrian. g. jalan. dan ruang-ruang rekreasi. green belt. Jalur Pejalan Kaki (Pedestrian Ways) Elemen pejalan kaki harus dibantu dengan interaksinya pada elemen-elemen dasar desain tata kota dan harus berkaitan dengan lingkungan kota dan pola-pola aktivitas sertas sesuai dengan rencana perubahan atau pembangunan fisik kota di masa mendatang. dan tempat-tempat transit yang saling berhubungan akan membentuk pergerakan (suatu kegiatan). Keberadaan penandaan akan sangat mempengaruhi . open space akan senantiasa terkait dengan perabot taman/jalan (street furniture).Tata Guna Lahan merupakan rancangan dua dimensi berupa denah peruntukan lahan sebuah kota. Street furniture ini bisa berupa lampu.horizon (skyline) yang dinamis serta menghindari adanya lost space (ruang tidak terpakai). papan nama. media iklan. Sirkulasi dan Parkir Sirkulasi adalah elemen perancangan kota yang secara langsung dapat membentuk dan mengkontrol pola kegiatan kota. mempunyai garis langit . d. jalan. c. Building form and massing membahas mengenai bagaimana bentuk dan massa-massa bangunan yang ada dapat membentuk suatu kota serta bagaimana hubungan antar-massa (banyak bangunan) yang ada. sempadan sungai. b. rambu lalu lintas. Pada penataan suatu kota. Penyediaan ruang parkir yang paling sedikit memberi efek visual yang merupakan suatu usaha yang sukses dalam perancangan kota. Elemen ruang terbuka kota meliputi lansekap. bentuk dan hubungan antar-massa sebagainya harus diperhatikan sehingga ruang yang terbentuk menjadi teratur. Ruang Terbuka Ruang terbuka biasa berupa lapangan. Pendukung Aktifitas (Activity Support) Aktivitas pendukung adalah semua fungsi bangunan dan kegiatan-kegiatan yang mendukung ruang publik suatu kawasan kota. Dalam perencanan. tempat sampah. dan berbagai bentuk penandaan lain. f. sebagaimana halnya dengan keberadaan sistem transportasi dari jalan publik.

Edges berupa dinding. plasa. landmarknya atau jalur jalannya dan bisa langsung dilihat pola keseluruhannya. Kevin Lynch menyatakan bahwa image kota dibentuk oleh 5 elemen pembentuk wajah kota. area perbelanjaan) yang ada dan mempunyai ciri khas. i. Paths berupa jalur. Sumber: http://fariable. Identitas dan Susunan Identitas artinya image orang akan menuntut suatu pengenalan atas suatu obyek dimana didalamnya harus tersirat perbedaan obyek tersebut dengan obyek yang lainnya. Imageability Artinya kualitas secara fisik suatu obyek yang memberikan peluang yang besar untuk timbulnya image yang kuat yang diterima orang. dan yang lainnya. sehingga orang dengan mudah bisa mengenalinya. seperti halnya perlindungan terhadap bangunan bersejarah. ii.blogspot. Kevin Lynch (1972. b. 1984) Aturan yang dikemukakan untuk desain ruang kota: a. Edges: adalah elemen yang berupa jalur memanjang tetapi tidak berupa paths yang merupakan batas antara 2 jenis fase kegiatan. c. h.visualisasi kota. Preservasi (preservation) Preservasi dalam perancangan kota adalah perlindungan terhadap lingkungan tempat tinggal (permukiman) dan urban places (alun-alun. Artinya suatu kota atau bagian kota atau kawasan bisa dikenali dengan cepat dan jelas mengenai distriknya. pantai hutan kota. baik secara makro maupun mikro. Susunan artinya adanya kemudahan pemahaman pola suatu blok-blok kota yang menyatu antar bangunan dan ruang terbukanya . Paths: adalah suatu garis penghubung yang memungkinkan orang bergerak dengan mudah.com/2011/01/elemen-perancangan-kota-hamid- 7. . dan lain-lain. Image ditekankan pada kualitas fisik suatu kawasan atau lingkungan yang menghubungkan atribut identitas dengan strukturnya. jika jumlahnya cukup banyak dan memiliki karakter yang berbeda. kanal. Legibility (Kejelasan) Sebuah kejelasan emosional suatu kota yang dirasakan secara jelas oleh warga kotanya. rel kereta api. jalur pejalan kaki.

Istilah urban solid digunakan untuk menyebut lahan terbangun.iii. Sebuah titik konsentrasi dimana transportasi memecah. (4). Nodes: adalah berupa titik dimana orang memiliki pilihan untuk memasuki districts yang berbeda. danau dan semua yang alami dan basah. Ruang terbuka berupa pekarangan yang bersifat transisi antara publik dan privat. gedung.com/2008/03/20/teori-urban-desain/ 8. massa bangunan. pengurangan. Roger Trancik (1986) A. edges yang berupa bangunan. sedangkan urban void untuk lahan terbuka. iv. Artinya districts bisa dikenali karena adanya suatu karakteristik kegiatan dalam suatu wilayah. Landmark: adalah titik pedoman obyek fisik. (3). Sistem ruang terbuka yang berbentuk linier dan curvalinier. (2). Districts hanya bisa dirasakan ketika orang memasukinya. Urban solid terdiri dari. paths menyebar dan tempat mengumpulnya karakter fisik. Berupa fisik natural yaitu gunung.´ Pendekatan figure ground adalah suatu bentuk usaha untuk memanipulasi atau mengolah pola existing figure ground dengan cara penambahan. Six Typologycal Patterns of Solids and Voids . Sumber: http://prestylarasati. kubah dan lain-lain sehingga orang bisa dengan mudah mengorientasikan diri di dalam suatu kota atau kawasan. atau pengubahan pola geometris dan juga merupakan bentuk analisa hubungan antara massa bangunan dengan ruang terbuka. Districts. Urban Solid. Jaringan utama jalan dan lapangan bersifat publik karena mewadahi aktivitas publik berskala kota. (3). Urban Void. v. Ruang terbuka di dalam atau dikelilingi massa bangunan bersifat semi privat sampai privat. (5). atau bisa dirasakan dari luar apabila memiliki kesan visual. bukit dan fisik buatan seperti menara. persil lahan blok hunian yang ditonjolkan.wordpress. monumen. Urban void terdiri dari: (1). (1). Area parkir publik bisa berupa taman parkir sebagai nodes yang berfungsi preservasi kawasan hijau. sculpture. (2). Tipe ini berupa daerah aliran sungai. Figure Ground Theory ³It is the articulation and differention of solid and voids that make up the fabric of the city and establish the pysical sequences and visual orientation between places.

. Dengan kata lain. ruang terbuka yang berbentuk segaris dan sebagainya. sebuah place adalah sebuah space yang memiliki suatu ciri khas tersendiri Sumber: http://prestylarasati. 9. Carr. As a corollary.B.wordpress. It is the act by which we unite all the layers of activity and resulting form in the city«.´ Linkage artinya berupa garis semu yang menghubungkan antara elemen yang satu dengan yang lain. Zukin (1995) . Roger. Linkage adalah semacam perekat kota yang sederhana. Urban design is concerned with the question of making comprehensible link between discrete things. Space adalah void yang hidup mempunyai suatu keterkaitan secara fisik. Space ini akan menjadi place apabila diberikan makna kontekstual dari muatan budaya atau potensi muatan lokalnya. C. nodes yang satu dengan nodes yang lain. atau distrik yang satu dengan yang lain. Whyte (1980) 10. Finding Lost Space. Place Theory Teori ini berkaitan dengan space terletak pada pemahaman atau pengertian terhadap budaya dan karakteristik manusia terhadap ruang fisik. Linkage Theory ³Linkage is simply the glue of the city. dkk (1992) 11. it is concerned with making an extremely large entity comprehensible by articulating its parts. suatu bentuk upaya untuk mempersatukan seluruh tingkatan kegiatan yang menghasilkan bentuk fisik suatu kota. jalur pedestrian. Garis ini bisa berbentuk jaringan jalan.com/2008/03/20/teori-urban-desain Trancik.

Sideris & Banerjee (1998) 13. White (1999) .12.

Tugas Mata Kuliah Rancang Kota Semester 3 TEORI DASAR URBAN DESIGN Disusun Oleh : Ika Anindita (10/305410/TK/37503) PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR DAN PERENCANAAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful