You are on page 1of 0

Dr Arjaty Daud MARS

8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 2 2
AGENDA
AGENDA
Introduction Introduction
Organisational Organisational Incident Model Incident Model
Risk Management Process Risk Management Process
Implementation of Risk Management Implementation of Risk Management
Integrated Risk Management Integrated Risk Management
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 3 3
Process of care Process of care
Health Health
Outcome Outcome
Input Input
Health
Services
Activities
How ?
Why ?
Patient Patient
Impact Impact
Who ?
PERSON
APPROACH :
SYSTEM
APPROACH :
Focuses on the errors & violations Of individuals
Traces the causal factors back into the system As a whole
STOP

8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 4 4
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 5 5
HUBUNGAN PENYEBAB INSIDEN DGN INVESTIGASI
HUBUNGAN PENYEBAB INSIDEN DGN INVESTIGASI
Penyebab
langsung
Penyebab
Yg melatar
belakangi
Akar
Masalah
S
I
M
P
L
E

I
N
V
E
S
T
I
G
A
T
I
O
N
C
O
M
P
R
E
H
E
N
S
I
V
E


I
N
V
E
S
T
I
G
A
T
I
O
N

(
R
C
A
)
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 6 6
FAKTOR
KONTRIBUSI
PASIEN (unik)
STAF (unik)
TUGAS
KOMUNIKASI
TIM
PELATIHAN
PERLATANA &
SUMBER DAYA
KONDISI &LINGK
KERJA
FAKTOR FAKTOR
KONTRIBUSI KONTRIBUSI
PASIEN ( PASIEN (unik unik) )
STAF ( STAF (unik unik) )
TUGAS TUGAS
KOMUNIKASI KOMUNIKASI
TIM TIM
PELATIHAN PELATIHAN
PERLATANA & PERLATANA &
SUMBER DAYA SUMBER DAYA
KONDISI &LINGK KONDISI &LINGK
KERJA KERJA
HUMAN ERROR/
UNSAFE ACT
UNINTENDED
ACTION:
SLIPS
LAPSES
INTENDED
ACTION:
VIOLATIONS
MISTAKES
HUMAN ERROR/
UNSAFE ACT
UNINTENDED
ACTION:
SLIPS
LAPSES
INTENDED
ACTION:
VIOLATIONS
MISTAKES
KEPUTUSAN MNGMN
&
PROSES DLM
ORGANISASI
RENCANA
DESIGN
KEBIJAKAN
PROSEDUR
KEPUTUSAN MNGMN KEPUTUSAN MNGMN
& &
PROSES DLM PROSES DLM
ORGANISASI ORGANISASI
RENCANA RENCANA
DESIGN DESIGN
KEBIJAKAN KEBIJAKAN
PROSEDUR PROSEDUR
ORGANISATIONAL INCIDENT MODEL
ORGANISATIONAL INCIDENT MODEL
Incident/
Accident
Kegagalan
Laten
Kegagalan Aktif Faktor
TIrger
BUDAYA KERJA &
ORGANISASI
(Organizational &
Corporate Culture)
FAKTOR KONTRIBUSI
(Contributory
Factor influencing
Clinical Practice)
MASALAH /
CARE MANAGEMENT
PROBLEM (CMP)
PENGHALANG /
DEFENCE
BARRIERS
F
I
S
I
K
N
A
T
U
R
A
L
T
I
N
D
A
K
A
N
A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 7 7
CONTRIBUTORY FACTOR
CMP
Team & Social Task Communication Individual
Working
Condition
Organisation &
Strategyc
Equipment &
Resources
Education &
Training
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 8 8
MASALAH /
MASALAH /
CARE MANAGEMENT PROBLEMS
CARE MANAGEMENT PROBLEMS
( CMP / CDP)
( CMP / CDP)
Masalah Masalah yang yang terjadi terjadi dalam dalam pelayanan pelayanan baik baik melakukan melakukan tindakan tindakan / / tidak tidak
melakukan melakukan tindakan tindakan yang yang seharusnya seharusnya. .
Terdapat Terdapat 2 2 gambaran gambaran dasar dasar yaitu yaitu : :
1. 1. Pelayanan Pelayanan yang yang menyimpang menyimpang dari dari standar standar pelayanan pelayanan yg yg ditetapkan ditetapkan
2. 2. Penyimpangan memberikan dampak langsung atau tak langsung pada Penyimpangan memberikan dampak langsung atau tak langsung pada
adverse event. adverse event.
Adverse event yang Adverse event yang berdampak berdampak pada pada pasien pasien baik baik langsung langsung / / tidak tidak
langsung langsung. .
Mis Mis. . - - Kegagalan Kegagalan dalam dalam observasi observasi / / tindakan tindakan
- - Penanganan Penanganan yang yang tidak tidak tepat tepat
- - Tidak Tidak mencari mencari bantuan bantuan saat saat dibutuhkan dibutuhkan
- - Kesalahan Kesalahan dalam dalam menggunakan menggunakan peralatan peralatan
- - Tidak Tidak mengikuti mengikuti SOP SOP
- - Kesalahan Kesalahan memberikan memberikan pengobatan pengobatan
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 9 9
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 10 10
RISK MANAGEMENT PROCESS
RISK MANAGEMENT PROCESS
Standard Australia
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 12 12
Laporan
Kronologis
Komplain
pasien
Rapat Kasus
Ronde /
Morning
Report
Audit
Medis
Rencana Strategis
Manajemen risiko
terintegrasi
Identifikasi
risiko
Analisis
risiko
Penatalaksanaan
risiko
Evaluasi &
Prioritas risiko
MANAJEMEN RISIKO
SITUASI SAAT INI ?
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 13 13
Risk
Risk
Identification
Identification
IDENTIFIKASI
IDENTIFIKASI
Adalah Adalah usaha usaha mengidentifikasi mengidentifikasi situasi situasi yang yang dapat dapat
menyebabkan menyebabkan cedera cedera, , tuntutan tuntutan atau atau kerugian kerugian
secara secara finansial finansial. .
Identifikasi akan membantu langkah Identifikasi akan membantu langkah- -langkah yang langkah yang
akan diambil manajemen terhadap risiko tersebut. akan diambil manajemen terhadap risiko tersebut.
Incident report Incident report
Laporan tertulis setiap keadaan yg tidak konsisten Laporan tertulis setiap keadaan yg tidak konsisten
dgn kegiatan rutin terutama untuk pelayanan kepada dgn kegiatan rutin terutama untuk pelayanan kepada
pasien. pasien.
Tujuan Tujuan incident report incident report
Untuk mengingatkan kepada manajemen risiko Untuk mengingatkan kepada manajemen risiko
bahwa ada keadaan yg mengancam terjadinya klaim bahwa ada keadaan yg mengancam terjadinya klaim
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 14 14
IDENTIFIKASI RISIKO
IDENTIFIKASI RISIKO

Incident reporting
Incident reporting

Case Report
Case Report

Complaint
Complaint

Claim data
Claim data

Clinical care review
Clinical care review

Audit
Audit
Medis
Medis

Occurrence Screening /
Occurrence Screening /
Medical Record Review
Medical Record Review

Survey / Self
Survey / Self
Assesment
Assesment
Risk Management System (RMS)
Risk Management System (RMS)
Reporting Nurse
Injured Staff
Reporting Doctor
Nurse Manager
Doctor on duty
Head of
Department
/ Division
Chairman
Dept Of Quality
& Risk
Management
QA
HSE
NCI
Legal
Claim
CEO
Doctor
Management
Supervisor
/ Manager
Reporting Person
Customer
service
Doctor on HS
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 16 16
Siapa
Siapa
yang
yang
bertanggung
bertanggung
Jawab
Jawab
dalam
dalam
Incident Report ?
Incident Report ?
Staf Staf RS yang RS yang pertama pertama menemukan menemukan kejadian kejadian atau atau
supervisornya supervisornya
Staf Staf RS yang RS yang terlibat terlibat dgn dgn kejadian kejadian atau atau supervisornya supervisornya
Masalah
Masalah
yang
yang
dihadapi
dihadapi
dalam
dalam
Incident Report
Incident Report

Laporan
Laporan
dipersepsikan
dipersepsikan
sbg
sbg


pekerjaan
pekerjaan
perawat
perawat



Laporan
Laporan
sering
sering
underreport
underreport
,
,
karena
karena
takut
takut
disalahkan
disalahkan
.
.

Laporan
Laporan
terlambat
terlambat

Bentuk
Bentuk
laporan
laporan
miskin
miskin
data
data
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 17 17

JANGAN melaporkan i
JANGAN melaporkan i
ncident
ncident
lebih dari 48 jam
lebih dari 48 jam

JANGAN menunda
JANGAN menunda
incident report
incident report
dengan alasan di
dengan alasan di
follow up atau ditanda tangani
follow up atau ditanda tangani

JANGAN menambah catatan medis pasien bila
JANGAN menambah catatan medis pasien bila
telah tercatat dalam
telah tercatat dalam
incident report
incident report

JANGAN meletakkan
JANGAN meletakkan
incident report
incident report
sebagai
sebagai
bagian dari rekam medik pasien
bagian dari rekam medik pasien

JANGAN
JANGAN
membuat
membuat
copy
copy
incident report
incident report
untuk
untuk
alasan
alasan
apapun
apapun

CATATLAH keadaan yang tidak diantisipasi
CATATLAH keadaan yang tidak diantisipasi
DO & DON’T
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 18 18
ANALISIS RISIKO
ANALISIS RISIKO
• Matrix
Assesment
(Risk Grading)
•RCA (Root Cause
Analysis)
• FMEA (Failure
Mode & Effects
Analysis)
ANALYZE
RISK
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 19 19
Extreme Extreme high high Moderate Moderate Low Low Low Low Rare (>5 thn/x) Rare (>5 thn/x)
1 1
Extreme Extreme High High Moderate Moderate Low Low Low Low Unlikely (2 Unlikely (2- -5 thn/x) 5 thn/x)
2 2
Extreme Extreme Extreme Extreme High High Moderate Moderate Low Low Posible (1 Posible (1- -2 thn/x) 2 thn/x)
3 3
Extreme Extreme Extreme Extreme High High Moderate Moderate Moderate Moderate Likely (Bebrp x /thn) Likely (Bebrp x /thn)
4 4
Extreme Extreme Extreme Extreme High High Moderate Moderate Moderate Moderate Almost certain Almost certain
(Tiap mgg /bln) (Tiap mgg /bln)
5 5
Catastropic Catastropic
5 5
Major Major
4 4
Moderate Moderate
3 3
Minor Minor
2 2
Insignificant Insignificant
1 1
Potencial Potencial Concequences Concequences
Likelihood Likelihood
Risk Grading Matrix
Risk Grading Matrix
Immediate review Immediate review
& action required & action required
at Board level. at Board level.
Director must be Director must be
informed informed
Detailed review & Detailed review &
urgent treatment urgent treatment
should be should be
undertaken by senior undertaken by senior
management management
Clinical Manager / Lead Clinical Manager / Lead
Clinician should assess Clinician should assess
the consequences the consequences
againts againts cost of treating cost of treating
the risk the risk
Can be Can be
manage by manage by
procedure procedure
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 20 20
DAMPAK KLINIS / DAMPAK KLINIS / CONSEQUENCES / SEVERITY CONSEQUENCES / SEVERITY
• •Kematian yang tidak berhubungan dengan Kematian yang tidak berhubungan dengan
perjalanan penyakit. perjalanan penyakit.
• •Kerugian keuangan sangat besar. Kerugian keuangan sangat besar.
Cathastropic Cathastropic 5 5
• •Cedera Cedera luas luas
• •Kehilangan Kehilangan fungsi fungsi utama utama permanent ( permanent (motorik motorik, ,
sensorik sensorik, , psikologis psikologis, , intelektual intelektual ), ), tidak tidak
berhubungan berhubungan dengan dengan penyakit penyakit
• •Kerugian Kerugian keuangan keuangan besar besar
Major Major 4 4
• •Berkurangnya Berkurangnya fungsi fungsi motorik motorik / / sensorik sensorik / /
psikologis psikologis atau atau intelektual intelektual secara secara permanent) permanent)
tidak tidak berhubungan berhubungan dengan dengan penyakit penyakit
• •Setiap Setiap kasus kasus yang yang memperpanjang memperpanjang perawatan perawatan
Moderate Moderate 3 3
• •Dapat diatasi dengan pertolongan pertama, Dapat diatasi dengan pertolongan pertama,
• •kerugian keuangan sedang kerugian keuangan sedang
Minor Minor 2 2
Tidak ada cedera, kerugian keuangan kecil Tidak ada cedera, kerugian keuangan kecil Insignificant Insignificant 1 1
CONTOH DESKRIPSI CONTOH DESKRIPSI DESKRIPSI DESKRIPSI Level Level
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 21 21
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 22 22
1. Risk Ranking
2. Priority the risk
3.Cost Benefit Analysis
4. Determine is the risk to be accepted or not
EVALUASI RISIKO
Evaluasi
Risiko
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 23 23
PENATALAKSANAAN RISIKO
PENATALAKSANAAN RISIKO
Penatalaksanaan
Risiko

Strategi Strategi penatalaksanaan penatalaksanaan risiko risiko dibagi dibagi 2, 2, yi yi : :
1. 1. Kontrol Kontrol risiko risiko (risk control) (risk control)
Hindari Hindari (Risk avoid/ prevention) (Risk avoid/ prevention) : : tidak tidak
melakukan melakukan aktifitas aktifitas yg yg berisiko berisiko
Reduksi Reduksi / Mitigation (Risk reduction / Mitigation (Risk reduction : :
mereduksi mereduksi atau atau meminimalkan meminimalkan berulangnya berulangnya
atau atau dampak dampak kejadian kejadian. .
2. 2. Pembiayaan Pembiayaan risiko risiko (Risk Financing) (Risk Financing)
Transfer (Risk transfer): Transfer (Risk transfer): membagi membagi beban beban
atau atau risiko risiko ke ke Asuransi Asuransi , , kontrak kontrak kerjasama kerjasama, ,
joint joint ventures,dll ventures,dll
Terima Terima (Risk acceptance / retention): (Risk acceptance / retention):
beberapa beberapa risiko risiko mungkin mungkin minimal minimal dan dan dpt dpt
diterima diterima
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 24 24
1. 1. Eliminasi Eliminasi Risiko Risiko
Mis Mis. . - - Ganti Ganti, , Perbaiki Perbaiki alat alat
- - Buat Buat parameter parameter baru baru agar agar masalah masalah tidak tidak terulang terulang
2. 2. Kontrol Kontrol Risiko Risiko
Mis Mis. .- - Buat Buat peringatan peringatan ( (notivy notivy /alert), /alert),
- - Training Training
- - Sosialisasi Sosialisasi
3. 3. Terima Terima risiko risiko
Diketahui Diketahui ada ada risiko risiko residual risk residual risk
Risiko diterima dan ditangani sendiri oleh rumah sakit. Risiko diterima dan ditangani sendiri oleh rumah sakit.
Artinya RS mentolerir terjadinya kerugian akibat kegiatan Artinya RS mentolerir terjadinya kerugian akibat kegiatan
operasionalnya dengan menyediakan sejumlah dana operasionalnya dengan menyediakan sejumlah dana
untuk menanggulanginya. untuk menanggulanginya.
PENATALAKSANAAN RISIKO
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 25 25
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 26 26

Perlu Dukungan aktif & Komitmen Top manajemen
Perlu Dukungan aktif & Komitmen Top manajemen
(ACTION NOT JUST SLOGAN)
(ACTION NOT JUST SLOGAN)

Mengembangkan filosofi :
Mengembangkan filosofi :
First, Do No Harm
Safety First
Fair of Blame
Langkah 1.
Langkah 1.
DUKUNGAN & KOMITMEN TOP
DUKUNGAN & KOMITMEN TOP
MANAJEMEN
MANAJEMEN
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 27 27
Langkah 2.
Langkah 2.
Mengembangkan Kebijakan
Mengembangkan Kebijakan
Manajemen risiko
Manajemen risiko
1. 1.
Membuat Kebijakan manajemen risiko :
Membuat Kebijakan manajemen risiko :
-
-
Sasaran,
Sasaran,
-
-
Tujuan,
Tujuan,
-
-
Ruang lingkupnya,
Ruang lingkupnya,
-
-
Parameter kegiatan,
Parameter kegiatan,
-
-
Sumber daya yang diperlukan.
Sumber daya yang diperlukan.
2. Kriteria penerimaan risiko atau perlunya
2. Kriteria penerimaan risiko atau perlunya
pengalihan risiko.
pengalihan risiko.
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 28 28

Sosialisasikan ke semua level.
Sosialisasikan ke semua level.

Mengembangkan Pendidikan, pelatihan
Mengembangkan Pendidikan, pelatihan
manajemen risiko.
manajemen risiko.

Infrastruktur manajemen risiko menjadi bagian
Infrastruktur manajemen risiko menjadi bagian
yang tak terpisahkan dari proses dan budaya
yang tak terpisahkan dari proses dan budaya
organisasi, termasuk didalamnya :
organisasi, termasuk didalamnya :

Membentuk tim
Membentuk tim

Meningkatkan kewaspadaan ttg manj risiko
Meningkatkan kewaspadaan ttg manj risiko

Berdialog dengan organisasi ttg manj risiko
Berdialog dengan organisasi ttg manj risiko

Meningkatkan ketrampilan staf ttg manj risiko
Meningkatkan ketrampilan staf ttg manj risiko

Memastikan semua level memahami dan
Memastikan semua level memahami dan
menerapkan manajemen risiko
menerapkan manajemen risiko
Langkah 3. Komunikasikan kebijakan
Langkah 3. Komunikasikan kebijakan
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 29 29
Langkah 4
Langkah 4
.
.
Pengelolaan risiko di tingkat organisasi
Pengelolaan risiko di tingkat organisasi
Proses manajemen risiko harus Proses manajemen risiko harus
diintegrasikan
diintegrasikan dengan dengan
rencana strategi dan proses manajemen organisasi rencana strategi dan proses manajemen organisasi
Rencana Rencana Strategi Strategi Manajemen Manajemen risiko risiko : :
1. 1. Definisi Definisi, , Maksud Maksud dan dan Tujuan Tujuan
2. 2. Pengorganisasian Pengorganisasian
3. 3. Kebijakan Kebijakan
4. 4. Prosedur Prosedur / SOP / / SOP / Alur Alur
5. 5. Akuntabilitas Akuntabilitas & & Tanggung Tanggung jawab jawab
6. 6. Proses Proses Risiko Risiko Manajemen Manajemen
7. 7. Pelatihan Pelatihan dan dan Dukungan Dukungan Manajemen Manajemen Risiko Risiko
8. 8. Indikator Indikator
9. 9. Monitoring, Review Monitoring, Review dan dan Audit Audit
10. 10.POA POA
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 30 30
•Patient
Safety
•Health &
Safety
•Clinical
•Employment
INTEGRATED RISK MANAGEMENT
O
R
G
A
N
I
S
A
S
I
R
S
Lessons
learned
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 31 31
P
a
t
i
e
n
t

S
a
f
e
t
y

S
a
f
e
t
y

i
n

f
a
c
i
l
i
t
i
e
s
W
o
r
k
e
r

S
a
f
e
t
y
Quality
C
l
i
n
i
c
a
l

r
i
s
k
GETTING IT RIGHT MORE OFTEN GETTING IT RIGHT MORE OFTEN GETTING IT WRONG LESS OFTEN GETTING IT WRONG LESS OFTEN
CLINICAL RISK CLINICAL RISK MANAGEMENT MANAGEMENT QUALITY ASSURANCE / IMPROVEMENT QUALITY ASSURANCE / IMPROVEMENT
HUBUNGAN
CLINICAL RISK MANAGEMENT & QUALITY ASSURANCE
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 32 32
PENGORGANISASIAN
PENGORGANISASIAN
CEO
CEO
Komite Komite
Medik Medik
COO / CMO/ CFO COO / CMO/ CFO
Operation Operation
Manajer risiko
Inf Nosokomial
K3
QA / Mutu
Legal
Claim
Management
TIM KRM
Tim KRM : Keselamatan Pasien, Risk Manj, Mutu
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 33 33
Guideline –
Determining the Need
for a Risk Manager
TOTAL TOTAL
1 1
3 3
5 5
Level of Litigation Level of Litigation
Low Low
Moderete Moderete
High High
1 1
3 3
5 5
Current performance Current performance
Very well Very well
Fair Fair
Poor Poor
0 0
1 1
3 3
5 5
Hospital claim story Hospital claim story
Excellent Excellent
Good Good
Fair Fair
Poor Poor
0 0
1 1
2 2
4 4
Number of incidents reported Number of incidents reported annualy annualy
< 50 < 50
50 50 – – 99 99
100 100 – – 199 199
> 200 > 200
0 0
1 1
2 2
3 3
5 5
Number of bed Number of bed
0 0 – – 99 99
100 100 – – 199 199
200 200 – – 299 299
300 300 – – 399 399
> 400 > 400
Point Point ITEM ITEM
Penilaian :
Nilai < 5 :
Tidak diperlukan manajer risiko,
CEO / Asist dpt menjalankan
fungsi ini.
Nilai 6 – 15 :
dibutuhkan manajer risiko part
time.
Nilai ≥ 15 :
Dibutuhkan manajer risiko full
time.
Sumber : Rowland H (1992)
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 34 34
SISTEM MANAJEMEN TERINTEGRASI SISTEM MANAJEMEN TERINTEGRASI
RISK
MANAGEMENT
POLICY
RISK
MNGMNT
POLICY
RISK
MNGMNT
PROCESS /
STANDARD
RISK STRATEGYC
PLAN
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 35 35
RISK MANAGEMENT POLICY
RISK MANAGEMENT POLICY

Pernyataan
Pernyataan
visi
visi
organisasi
organisasi

Terintegrasi
Terintegrasi
dgn
dgn
philosophy, practices,
philosophy, practices,
rencana
rencana
bisnis
bisnis
&
&
tgg
tgg
jawab
jawab
yg
yg
diterima
diterima
semua
semua
pihak
pihak
dlm
dlm
organisasi
organisasi
.
.

Fungsi
Fungsi
inti
inti
manajemen
manajemen
risiko
risiko
adalah
adalah
utk
utk
membantu
membantu
organisasi
organisasi
dlm
dlm
mencapai
mencapai
tujuan
tujuan
organisasi
organisasi

Mengandung
Mengandung
10
10
Prinsip
Prinsip
manajemen
manajemen
risiko
risiko
.
.
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 36 36
10 PRINSIP UTAMA MANAJEMEN RISIKO 10 PRINSIP UTAMA MANAJEMEN RISIKO
1. 1. Komisaris Komisaris dan dan manajemen manajemen berkomitmen berkomitmen dgn dgn mAnajemen mAnajemen risiko risiko. .
2. 2. Membentuk Membentuk kerangka kerangka kerja kerja Clinical Governance Clinical Governance
3. 3. Karyawan Karyawan berpartisipasi berpartisipasi dan dan terlibat terlibat dalam dalam proses proses manajemen manajemen risiko risiko. . A A
Fair Fair Blaim Blaim Culture Culture ( (budaya budaya tidak tidak menyalahkan menyalahkan) )
4. 4. Mekanisme Mekanisme ini ini dilakukan dilakukan pada pada seluruh seluruh insiden insiden & & dilaporkan dilaporkan segera segera
5. 5. Terdapat Terdapat mekanisme mekanisme pelaporan pelaporan seluruh seluruh insiden insiden
6. 6. Sistem Sistem didesain didesain utk utk mengurangi mengurangi kejadian kejadian human error human error
7. 7. Proses Proses manajemen manajemen risiko risiko harus harus diaplikasikan diaplikasikan manajemen manajemen kontrak kontrak kerja kerja
8. 8. Sistem Sistem keselamatan keselamatan yg yg ada ada harusnya harusnya dpt dpt memastikan memastikan keselamatan keselamatan
pasien pasien, , pengunjung pengunjung dan dan staf staf. .
9. 9. Dibentuk Dibentuk rencana rencana darurat/bencana darurat/bencana. .
10. 10. Terdapat Terdapat pemeliharaan pemeliharaan fasilitas fasilitas dan dan peralatan peralatan
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 37 37
Langkah 5.
Langkah 5.
Kelola risiko di tingkat Tim
Kelola risiko di tingkat Tim

Mengembangkan dan membentuk
Mengembangkan dan membentuk
program untuk mengelola risiko pada tiap
program untuk mengelola risiko pada tiap
area sub organisasi, program,
area sub organisasi, program,
Departemen dan tim.
Departemen dan tim.
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 38 38
Langkah 6.
Langkah 6.
Monitor dan Kajian
Monitor dan Kajian

Mengembangkan mekanisme kajian risiko.
Mengembangkan mekanisme kajian risiko.

Memastikan bahwa pelaksanaan dan
Memastikan bahwa pelaksanaan dan
kebijakan masih relevan dalam kondisi
kebijakan masih relevan dalam kondisi
yang terus berubah dari waktu ke waktu.
yang terus berubah dari waktu ke waktu.
(Risiko tidak statis).
(Risiko tidak statis).

Efektifitas proses manajemen risiko harus
Efektifitas proses manajemen risiko harus
dievaluasi dan dikaji tiap waktu.
dievaluasi dan dikaji tiap waktu.
Study :
Study :
Detecting and reducing hospital adverse
Detecting and reducing hospital adverse
events : outcomes the
events : outcomes the
Wimmera
Wimmera
clinical
clinical
risk
risk
management program
management program
Wolff AM. MJA 2001;174:621-625
Menentukan Menentukan bahwa bahwa manajemen manajemen risiko risiko klinis klinis dapat dapat
mendeteksi mendeteksi kejadian kejadian merugikan merugikan pasien pasien di di RS RS dan dan
pengelolaannya pengelolaannya dapat dapat mengurangi mengurangi angka angka
kejadian kejadian merugikan merugikan
TUJUAN :
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 40 40
Metode Metode : :
Studi Studi longitudinal longitudinal dgn dgn mendata mendata selama selama
8 8 thn thn (1991 (1991- -1999) program 1999) program manajemen manajemen
risiko risiko di di RS RS Wimmera Wimmera, Australia. , Australia.
49.834 49.834 pasien pasien rawat rawat ( (juli juli 1991 1991- -Sept 1999) Sept 1999)
20.050 20.050 pasien pasien IGD ( IGD (Okt Okt 1997 1997- - Sept 1999) Sept 1999)
Yg Yg diukur diukur : :
Angka Angka kejadian kejadian merugikan merugikan yg yg terdeteksi terdeteksi dari dari catatan catatan
medis medis & & laporan laporan dokter dokter
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 41 41
Kriteria Kriteria yg yg dipakai dipakai utk utk skrining skrining dlm dlm catatan catatan medis medis : :
PASIEN RAWAT INAP : PASIEN RAWAT INAP :
meninggal meninggal
Kembali Kembali ke ke ruang ruang OK OK dlm dlm 7 7 hari hari
Dipindahkan Dipindahkan dari dari bangsal bangsal ke ke ICU ICU
Rawat Rawat ulang ulang tanpa tanpa direncanakan direncanakan dlm dlm 21 21 hari hari setelah setelah pulang pulang
Cardiac arrest Cardiac arrest
Dipindahkan Dipindahkan ke ke RS lain RS lain
LOS > 21 LOS > 21 hari hari
PASIEN IGD PASIEN IGD
Meninggal Meninggal
Kembali Kembali ke ke IGD IGD dlm dlm 48 jam 48 jam tanpa tanpa direncanakan direncanakan
LOS > 6 jam LOS > 6 jam
Pindah Pindah ke ke RS lain RS lain
Kembali Kembali ke ke IGD IGD setelah setelah pulang pulang dari dari perawatan perawatan dlm dlm 28 28 hari hari
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 42 42
HASIL
HASIL

Angka
Angka
kejadian
kejadian
merugikan
merugikan
pada
pada
pasien
pasien
rawat
rawat
tahunan
tahunan
menurun
menurun
dari
dari
1,35%(69%)menjadi
1,35%(69%)menjadi
0,74%(49%)(p<0,001)
0,74%(49%)(p<0,001)

Angka
Angka
perkuartal
perkuartal
kejadian
kejadian
yg
yg
merugikan
merugikan
di
di
IGD
IGD
menurun
menurun
dari
dari
3,26% (84
3,26% (84
kejadian
kejadian
)
)
menjadi
menjadi
0,48% (12
0,48% (12
kejadian
kejadian
) (p<0,001)
) (p<0,001)
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 43 43
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 44 44
HUBUNGAN PROSES MANAJEMEN RISIKO DAN HUBUNGAN PROSES MANAJEMEN RISIKO DAN
LANGKAH KESELAMATAN PASIEN LANGKAH KESELAMATAN PASIEN
KESELAMATAN PASIEN
PROSES MANAJEMEN RISIKO
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 45 45
Identifikasi Identifikasi risiko risiko


KEY TAKE
KEY TAKE
-
-
HOME MESSAGE
HOME MESSAGE


Investigasi Investigasi & & Analisis Analisis risiko risiko
Evaluasi Evaluasi risiko risiko
48 jam
Transfer Transfer
risiko risiko
Kontrol Kontrol : :
Mitigasi Mitigasi / / Reduksi Reduksi
risiko risiko
Incident / Accident / Screening
Ya
Tidak
Kelola Kelola risiko risiko
or
Hindari Hindari
risiko risiko
DECISION ?
Eliminasi Eliminasi
risiko risiko
Grading Grading risiko risiko
8/7/2006 8/7/2006 Arjaty Arjaty 46 46
Impact vs. Probability
Impact vs. Probability
Control
Share Mitigate & Control
Accept
High Risk
Medium Risk
Medium Risk
Low Risk
Low
High
High
I
M
P
A
C
T
PROBABILITY
www.coso.org
RISK MAPPING


KEY TAKE
KEY TAKE
-
-
HOME MESSAGE
HOME MESSAGE