You are on page 1of 7

PERKEMBANGAN ANAK DI TAMAN PENITIPAN ANAK BUAH HATI KOTA

BLITAR
(The Development Of Children In The Parking Park Of The Heart Blitar City)

Yuventus M.A Nahak


STIKes Patria Husada Blitar
Email : Mario.anthonio91@gmail.com

Abstrak : Early age is referred to as the golden. These periods is a period where a
child needs the right stimulation to achieve optimal maturity. At this time the so-called
critical period, where a child needs the right stimulation to achieve optimal maturity. So as to
educate children, the environment needs to be organized so that is conducive to learning
because not all of the critical period was facilitated by the family. Structuring the learning
environment and learning facilities early childhood is very important to develop aspects -
aspects of child development. Growth issues related to the change in the physical size while
increasing the ability of developments related to bodily functions or the ability of individuals
to learn all the skills needed. Both these processes occur in harmony in every individual. The
purpose of this study was to determine the development of preschoolers. This type of research
is descriptive, with the number of respondents 21 preschoolers in Child Care Baby Blitar
City.
The research design was descriptive, with variable used is the one variable that is the
child's development. The data collection technique using the Pre-Screening Questionnaire
Development. The research location is in Child Care Baby Blitar City, a study on 27 to 29
July 2016. The population of as many as 21 children using total sampling.
The results showed a large majority (76%) of children had appropriate development
and (24%) had a dubious development. Seeing the results of this study suggested that
educational institutions were able to make early detection more child development and
provide stimulation to optimize the growth and development of children of preschool age.
Seeing the results of this study suggested that educational institutions were able to do
early detection of developmental disorders of children and more stimulating to optimize the
growth and development of children of preschool age.

Keywords: Child Development, Child Care

PENDAHULUAN
Anak Usia Dini (AUD) merupakan anak. Pada masa peka, kecepatan
kelompok usia yang berada dalam proses perkembangan otak anak selama hidupnya.
perkembangan unik, karena proses Artinya, golden age merupakan masa yang
perkembangannya (tumbuh dan kembang) sangat tepat untuk menggali segala potensi
terjadi bersama golden age (masa peka). kecerdasan anak sebanyak – banyaknya.
Golden age merupakan waktu paling tepat Dari 200 juta anak di bawah usia 5
untuk memberikan bekal yang kuat kepada tahun di negara-negara berkembang, lebih
dari sepertiganya tidak terpenuhi diperkirakan sekitar 4.708.453, dan
potensinya untuk perkembangan. Tidak sebagian besar 3.596.988 merupakan siswa
terpenuhinya potensi perkembangan anak PAUD, di dapatkan Angka Partisipasi
diperkirakan akan menyebabkan Kasar (APK) sebesar 76,39%. Jumlah
penghasilan anak tersebut di usia dewasa balita di Kabupaten Blitar tahun 2008
berkurang sebanyak 20% sehingga akan diperkirakan sebanyak 15.393 anak,
berimplikasi pada perkembangan nasional didapatkan 7,696 (50,23%) anak usia dini
suatu bangsa. Terdapat empat faktor resiko belum mendapat pendidikan 5%
yang mempengaruhi perkembangan anak- diantaranya mengalami retardasi mental
anak di negara berkembang yaitu dan kemunduran kecerdasan dan
malnutrisi kronis berat, stimulasi dini yang keterlambatan perkembangan.
tidak adekuat, defisiensi yodium dan Berdasarkan studi pendahuluan di
anemia defisiensi besi. Salah satu faktor TPA Buah Hati Kota Blitar pada tanggal
resiko yang penting dan berhubungan 25 Juni 2016, diperoleh data dari pengelola
dengan interaksi ibu dan anak adalah TPA Buah Hati bahwa jumlah murid
pemberian stimulasi dini. Stimulasi dini keseluruhan 21 anak dengan usia rata - rata
adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan 0 - 4 tahun dengan rincian 3 anak berusia 0
memberi pengalaman (early experience) - 1 tahun, 11 anak 1 - 3 tahun dan 7 anak
pada anak melalui berbagai aktivitas yang berusia 3 - 4 tahun. Pengelola juga
merangsang terbentuknya kemampuan menyebutkan bahwa di TPA tersebut telah
perkembangan dasar agar tumbuh dilakukan stimulasi tumbuh kembang pada
kembang anak menjadi optimal. anak.
Berdasarkan data di Departemen
Berdasarkan uraian diatas maka
Kesehatan RI tahun 2010 dalam Wirian &
peneliti tertarik untuk mengetahui tentang
Agustina (2015), mengatakan bahwa
“Perkembangan Anak Di TPA Buah Hati
jumlah anak usia dini (0 - 4 tahun) di
Kota Blitar”. Sebagai upaya untuk
Indonesia mencapai 23 juta, sedangkan
mengidentifikasi perkembangan secara
pada tahun 2011 mencapai 23.352.721.
dini.
Jumlah tersebut menunjukan jumlah anak
usia dini mengalami peningkatan yang
METODE PENELITIAN
signifikan setiap tahunya dan
Rancangan penelitian yang
membutuhkan bimbingan untuk mencapai
digunakan dalam penelitian ini
perkembangan yang optimal. Di Jawa
menggunakan metode penelitian deskriptif
Timur jumlah anak usia 0-6 tahun
dengan rancangan survei. Populasi dalam Tabel 4.2 karakteristik responden
berdasarkan umur
penelitian ini adalah semua anak di TPA
Buah Hati Kota Blitar, dengan jumlah 21 No Umur F %
1 0–1 3 14%
anak. Sampel dalam penelitian ini adalah
2 1–3 11 52%
seluruh anggota populasi. 3 3–4 7 34%
Teknik sampling yang digunakan Total 21 100%
dalam penelitian ini adalah Total
sampling. Variabel dalam penelitian ini Berdasarkan tabel 4.2 diatas

adalah perilaku anak. Instrumen yang menunjukkan bahwa dari 21 responden

digunakan dalam penelitian ini adalah yang berusia 1 – 3 tahun sebanyak 11 anak

KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkemban (52%)

gan) yang dibuat oleh kementrian


kesehatan. Tabel 4.3 perkembangan anak di TPA
Buah Hati Kota Blitar

No Umur F %
HASIL PENELITIAN
1 Sesuai 16 76%
Hasil penelitian yang meliputi: data yang 2 Meragukan 5 24%
disajikan meliputi gambaran umum lokasi Total 21 100%
penelitian, data umum karakteristik
responden dan data khusus penelitian Berdasarkan tabel 4.3 diatas

mengenai perilaku anak. menunjukkan bahwa sebagian besar siswa


mempunyai perkembangan sesuai yaitu 16

Karakteristik responden tertera pada tabel anak (76%).

di bawah ini.
PEMBAHASAN
Tabel 4.1 karakteristik responden
berdasarkan jenis kelamin Hasil penelitian menunjukan
No Jenis kelamin F % bahwa 16 (76%) responden mempunyai
1 Laki – laki 10 48% perkembangan yang sesuai dengan
2 Perempuan 11 52% usianya, dan 5 (24%) responden
Total 21 100%
mempunyai perkembangan yang

Berdasarkan tabel 4.1 diatas meragukan. Menurut Susanto, (2011)

menunjukkan bahwa 11 anak (52%) dalam wirian dan agustina (2015) bahwa

berjenis kelamin perempuan. perkembangan merupakan perubahan


mental yang berlangsung secara bertahap
dan dalam waktu tertentu dari kemampuan mencontoh gambar dan menggambar
yang sederhana menjadi kemampuan yang orang 3 bagian. Perkembangan bahasa
lebih sulit, misalnya kecerdasan, sikap, dan yaitu sudah tahu tentang nama – nama
tingkah laku. Tumbuh kembang masing – binatang, menyebutkan nama benda yang
masing anak dipengaruhi oleh faktor bakat di lihat di buku, mengenal warna, bisa
(genetik), lingkungan (gizi dan cara mengulang empat digit angka, bisa
perawatan), dan konvergensi yaitu mengulang kata dengan empat suku kata,
perpaduan antara bakat dan lingkungan. dan suka mengulang kata, frasa, suku kata,
Kemampuan, ketrampilan dan bunyi. Sedangkan perkembangan sosial
pengetahuan anak dibangun berdasarkan anak yaitu mengembangkan sikap percaya
pada apa yang sebelumnya telah terhadap orang lain, mengembangkan
diperolehnya, meskipun terdapat berbagai pemahaman tentang tingkah laku sosial,
variasi perkembangan anak sesuai kultur belajar menyesuaikan perilaku dengan
budaya setempat namun secara umum tuntunan lingkungan, belajar memahami
urutan perkembangan tersebut mengikuti pandangan orang lain dan merespon
pola dan urutan tertentu yang dapat harapan atau pendapat mereka secara
diperkirakan. Dengan demikian selektif dan memiliki pemahaman untuk
perkembangan merupakan proses yang mengatur diri dan memahami kriteria
berkesinambungan dimana pengalaman untuk menilai penampilan atau perilaku
belajar dan ketercapaiannya tugas sendiri. Berdasarkan hasil penelitian di
perkembangan pada satu periode akan dapatkan 7 anak yang berusia 3 – 4 tahun
mendasari proses perkembangan mempunyai perkembangan yang sesuai
berikutnya. dengan usianya, berupa perkembangan
motorik, perkembangan bahasa, dan
Hasil penelitian menunjukan
perkembangan sosial. Hal ini karena usia 3
bahwa 16 anak (76%) yang berada di TPA
–4 tahun termasuk usia kelompok
Buah Hati perkembangannya sesuai
bermain, yaitu kelompok yang paling
dengan usia. Menurut Kartono (2015),
mudah untuk menerima segala permainan,
dalam Wiriam & Agustina mengatakan
dalam hal ini bergantung pada bantuan
bahwa perkembangan motorik kasar anak
keluarga maupun gurunya. Dalam
usia 3 – 4 tahun yaitu berdiri satu kaki,
pendidikan PAUD anak pada usia 3 – 4
sedangkan motorik halus yaitu
tahun ini sudah diajarkan melakukan
menggoyangkan ibu jari, memilih garis
permainan yang bervariasi untuk
yang lebih panjang, mencontoh lingkaran,
mencegah kebosanan, memberikan sesuatu
yang baru untuk melatih dan merangsang diberikan berbeda ini yang membuat 5
perkembangan anak. Anak – anak yang anak tersebut mempunyai perkembangan
mengikuti PAUD menjadi lebih mandiri, yang meragukan. Oleh sebab itu perlu
disiplin, dan mudah diarahkan untuk adanya sosialisasi tentang pentingnya
menyerap ilmu pengetahuan secara stimulasi tumbuh kembang anak terutama
optimal. di usia golden periode kepada orang tua.
Untuk itu berbagai upaya dilakukan orang
Sedangkan hasil penelitian
tua, termasuk memasukan anaknya sejak
sebagian kecil 5 anak (24%)
usia dini ikut program pendidikan yang
perkembangan meragukan, hal ini karena
dikenal dengan PAUD. Melalui sistem ini
setiap perkembangan anak antara yang
harapannya anak dapat berkembang lebih
satu dengan yang lainnya memang
baik karena mendapatkan stimulasi dini
berbeda. Dari 5 anak yang berusia 0 – 1
secara profesional dari pendidik.
tahun mempunyai perkembangan
meragukan, berupa gerak kasar, gerak Kalau dikatkan dengan karateristik
halus, bicara dan bahasa dan sosialisasi responden dimana sebagian besar 11
dan kemandirian. Perkembangan (52%) berusia 1 – 3 tahun. Periode ini
merupakan proses yang berkesinambungan disebut masa keemasan (the golden
di mana pengalaman belajar dan period). Masa ini merupakan masa peka,
ketercapaiannya tugas perkembangan pada sensitif, masa pertumbuhan dan
suatu periode akan mendasari proses perkembangan yang cepat dan penting dan
perkembangan berikutnya (Yusuf, 2011). memerlukan zat gizi yang cukup baik
kualitas maupun kuantitasnya. Apabila
Dalam hal ini TPA termasuk
pada masa ini anak mendapat stimulus
lingkungan dalam hal ini lingkungan
yang tepat, gizi yang baik menjadi modal
belajar, dimana anak mendapat stimulasi
penting bagi pertumbuhan dan
dari pendidik maupun temannya. Anak
perkembangannya di kemudian hari. Pada
yang mengikuti pendidikan di TPA akan
usia tersebut sebagian besar anak masih
mendapatkan rangsangan atau stimulasi
belum bisa sepenuhnya berinteraksi
dari pendidik secara lebih baik sehingga
dengan orang lain sehingga pola
dapat berkembang optimal. Dalam proses
perkembangan anak menjadi kurang baik
belajar di TPA Buah Hati, anak didik
apalagi anak – anak yang seringkali
diberikan stimulasi sesuai dengan usianya,
dimanjakan oleh orang tua. Dengan anak
namun setelah anak di asuh di rumah oleh
di usia ini ke khawatiran orang tua sangat
keluarganya mungkin saja stimulasi yang
tinggi bila anak melakukan permainan lebih kurang berani dalam berinteraksi
yang mempunyai resiko jatuh dan orang dengan orang lain, dalam permainan yang
tua cenderung memarahi, sehingga hal ini jenisnya permainan motorik, sehingga
akan membuat anak menjadi kurang kecenderungan akan lebih lambat
berkembang dan kurang kreaktifitas. dibanding dengan anak laki – laki. Anak
Perkembangan seseorang amat ditentukan laki – laki cenderung lebih agresif dan
oleh faktor lingkungannya. Lingkungan ekspresif dalam permainan yang
memiliki peran besar bagi perubahan yang melibatkan motorik.
positif maupun negatif pada individu. Hal
ini tergantung bagaimana karakteristik
lingkungan itu sendiri. Lingkungan yang KESIMPULAN DAN SARAN
baik tentu membawa pengaruh positif bagi
1. Simpulan
individu, sebaliknya lingkungan yang
kurang baik, rusak dan buruk cenderung Berdasarkan hasil penelitian yang
akan memperburuk perkembangan di lakukan di TPA Buah Hati Kota Blitar
individu. Dan faktor lingkungan tersebut didapatkan hasil penelitian yang
bersifat stratifikasi berlapis – lapis dari menunjukan bahwa perkembangan anak
yang terdekat sampai terjauh, yaitu sebagai 0 – 4 tahun hampir seluruhnya 16 (76%)
suatu sistem mikro ( microsystem), sistem perkembangannya sesuai. Sementara
meso (mesosystem), sistem exso yang 5 (24%) diantaranya meragukan
(exsosystem), sistem makro (kronosystem) perkembangannya
(Wiriam & Agustina 2015)
2. Saran
Hasil penelitian menunjukan Berdasarkan hasil penelitian peneliti
bahwa 5 (24%) anak perkembangannya mengajukan beberapa saran yaitu :
meragukan, dimana terdapat 2 anak a. Bagi Perawat
dengan jenis kelamin laki – laki dan 3 anak Bagi profesi kesehatan khususnya
dengan jenis kelamin perempuan. Menurut perawat hendaknya lebih giat dan
Hidayat, (2008) pertumbuhan dan aktif dalam memberikan
perkembangan anak dengan jenis kelamin penyuluhan, informasi, dan
laki – laki setelah lahir akan cenderung edukasi tentang deteksi
lebih cepat dibandingkan dengan anak perkembangan anak di lingkungan
perempuan serta akan bertahan sampai PAUD dan TPA secara berkala
usia tertentu. Anak perempuan cenderung yang sesuai kebutuhan.
b. Bagi Institusi Pendidikan Kebidanan. Jakarta :
Bagi peneliti selanjutnya Salemba Medica.
sebaiknya menambahkan Hidayat, A. Aziz Alimul. 2014. Metode
instrumen penelitian untuk Penelitian Keperawatan dan teknik
mendapatkan data yang lebih Analisa Data. Jakarta: Salemba
akurat, dan penelitian sejenis Medika.
diharapkan mampu melakukan Nursalam. 2014. Metodologi Penelitian
penelitian yang mencakup skala Ilmu Keperawatan: Pendekatan
lebih luas, karena penelitian ini Praktis Edisi 3. Jakarta. Salemba
hanya terbatas pada anak di TPA Medika.
Buah Hati Kota Blitar. Sugiyono. 2015. Statistika Untuk
c. Bagi Tempat Penelitian Penelitian. Alfabeta.
Bagi pendidik diharapkan dapat Soetjiningsih. 2012. Tumbuh Kembang
mengembangkan media pembelaja Anak. Editor : IG.N.Gde Ranuh.
ran sendiri yang disesuaikan Jakarta : EGC.
dengan kebutuhan perkembangan Syarifudin Muhamad, 2013. Hubungan
anak utamanya untuk mencari dan Pola Asuh Orang Tua Dengan
menemukan metode-metode baru Perkembangan Sosial Anak Usia
yang disesuaikan dengan tujuan Prasekolah Di TK Sabana
pendidikan. Kelurahan Gedog, Kecamatan
Sananwetan, Kota Blitar
DAFTAR RUJUKAN Sulistyawati, Ari. 2015. Deteksi Tumbuh
Kembang Anak. Jakarta : Salemba
Christiari Yoniko Ayu, Kusuma Fajar
Medica
Irawan, dan Syamlan, Ramzi.
Wirian Nur Riskiana, dan Agustina, Ika.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang
Perbedaan Tingkat Perkembangan
Stimulasi Dini Dengan
Anak Usia 3-4 Tahun Yang Tidak
Perkembangan Motorik pada Anak
Mengikuti Aktivitas Bermain Dan
Usia 6-24 bulan Di Kecamatan
Yang Mengikuti Aktivitas Bermain
Mayang Kabupaten Jember, Jurnal
PAUD Di Desa Jatinom Kecamatan
Pustaka Kesehatan, volume 1 nomor
Kanigora Kabupaten Blitar, Jurnal
1 September 2013
Ners Dan Kebidanan Volume 2
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2011. Pengantar Nomor 1 April 2015
Ilmu Kesehatan Anak untuk