0% found this document useful (0 votes)
92 views2 pages

Checklist NGT

This document provides a checklist for nasogastric tube placement with 3 main steps: 1) Pre-interaction with the patient, 2) Preparing the patient and equipment, and 3) Placement procedure. Step 2 involves explaining the procedure to the patient and positioning them. Step 3 describes measuring and inserting the tube through the nose, checking placement in the stomach, and securing the tube. The checklist rates competion of each task and provides education to the patient after placement is complete.

Uploaded by

AKPER ENDE
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
92 views2 pages

Checklist NGT

This document provides a checklist for nasogastric tube placement with 3 main steps: 1) Pre-interaction with the patient, 2) Preparing the patient and equipment, and 3) Placement procedure. Step 2 involves explaining the procedure to the patient and positioning them. Step 3 describes measuring and inserting the tube through the nose, checking placement in the stomach, and securing the tube. The checklist rates competion of each task and provides education to the patient after placement is complete.

Uploaded by

AKPER ENDE
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd

CHECKLIST PEMASANGAN NGT

NO. LANGKAH TUGAS NILAI


1 2 3 4
1. Pre Interaksi
a. Menyapa pasien dan memperkenalkan diri
b. Menanyakan identitas pasien
c. Menanyakan keluhan utama dan anamnesis singkat
2. Persiapan Pasien dan Alat
a. Mempersiapkan alat dan bahan
b. Menjelaskan indikasi pemasangan NGT sesuai dengan
kondisi pasien
c. Menjelaskan prosedur pemasangan NGT.
d. Meminta persetujuan pasien/ortunya
e. Memposisikan pasien SemiFowler (kepala extensi)
f. Mencuci tangan & menggunakan sarung tangan
3. Prosedur Kerja
a.Memeriksa lubang hidung yang akan digunakan untuk
insersi.
b. Mengukur panjang pipa yang akan digunakan dengan
cara mengukur panjang dari tengah telinga ke puncak
hidung lalu diteruskan ke titik antara processus
xiphoideus dan umbilicus lalu tandai dengan melihat
skala pada pipa.
c. Mengoleskan lubrikan pada ujung pipa sepanjang 10-
15cm pertama untuk melicinkan
d. Memasukkan ujung pipa melalui lubang hidung sambil
meminta pasien untuk melakukan gerakan menelan
sampai mencapai batas yang ditandai
e. Menguji letak NGT apakah sudah sampai lambung
dengan menggunakan metode Whoosh tes :
o Memasang membran stetoskop setinggi epigastrium
kiri.
o Memasang spoit 10 cc yang telah berisi udara kurang
lebih 10 cc ke N GT
o Menyemprotkan udara yang berada di dalam spoit
dengan cepat sambil mendengarkan ada tidaknya
suara “whoosh” pada stetoskop. Jika terdengar suara
“whoosh” maka NGT telah masuk ke dalam lambung.
Jika tidak terdengar maka selang NGT
dimasukkan/dikeluarkan beberapa cm. Kemudian
dilakukan pengulangan metode “whoosh” hingga
terdengar suara pada stetoskop
o Melakukan aspirasi udara dengan spoit 10 cc.
e. Bila ujung pipa tidak berada di lambung segera tarik
pipa, dan coba memasangnya lagi. Bila penderita
mengalami sianosis atau masalah respirasi segera tarik
pipa.
f. Fiksasi pipa menggunakan plester pada muka dan
hidung, hati-hati jangan menyumbat lubang hidung
pasien.
p. Mengalirkan ke dalam kantong penampung yang
disediakan atau menutup ujung pipa dengan
penutupnya, bila tidak segera
digunakan dengan cara melipat ujung pipa
nasogastrik atau di klem. Bila digunakan untuk
memasukkan makanan, dihubungkan dengan spuit.
Penutup :
a. Memberikan edukasi mengenai perawatan pipa
nasogastrik dan rencana penggantian pipa
nasogastrik.
b. Merapikan alat dan membuang bahan medis
habis pakai ke tempat sampah medis
c. Membuka sarung tangan, lalu mencuci tangan

NILAI LULUS MINIMAL 78

ENDE,
DOSEN PENGAMPUH

………………………………………….

You might also like