You are on page 1of 5

KLIPING

KESEHATAN LINGKUNGAN

Disusun oleh:

GABRIEL RIADHY TANOK HARMANY

1261050016

KEPANITERAAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS

PERIODE 9 MEI 23 JULI 2016

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

JAKARTA

2016
1. PENGENDALIAN RADIASI

Radiachromic: A radiation monitoring


system
Author links open the overlay panel. Numbers correspond to the affiliation list which can
be exposed by using the show more link.

K.C. Humpherys, A.D. Kantz

Diunduh dari: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0146572477901868 pukul


12.10, Selasa 4 Juli 2016

Radiation measurement and radiation monitoring are vitally important elements of a


radiation processing program. This includes both the basic calibration of the free field
and the routine monitoring of the facility during operation.

A basic calibration may use time-consuming, arduous, and expensive methods for initial
primary standard measurements. In contrast, an on-going quality control system should
be compact, rugged, simple to use, and relatively inexpensive. It should have the
capability of yielding highly reproducible measurements that can be related to the basic
calibration data. It would be desirable to use the same system for routine monitoring of
process lines, as well as for complete mapping under operating conditions.

Various plastic film materials have been utilized to measure radiation fields. The
radiachromic materials have been found to have advantages in reproductibility, stability,
equivalent response to electrons and gamma ray fields, dose rate independence and
negligible variation for most environmental parameters. A simple photometer has been
developed for read-out. The physical and chemical properties of the total system are
described.

A standard radiachromic has been selected for application to radiation processing. This
material has a dose range of 5 104 to 3 107 rads, no dose rate effects to above 4
1014 R/sec, an equivalent response to electrons and gamma rays, shelf life of greater
than one year. Other forms are also applicable to radiation processing.
EXECUTIVE SUMMARY:

Dalam proses pemberdayaan radiasi nuklir, dibutuhkan perhitungan dan monitoring


yang tepat dalam mengatur penggunaan radiasi tersebut termasuk mengkalibrasi medan
bebas dari radiasi yang dilakukan secara rutin dan berkala, dan memonitor lokasi
pemberdayaan akan level radiasi yang ada di lokasi tersebut yang biasa dilakukan dengan
menggunakan instrumen kalibrasi dasar.

Namun, Instrumen kalibrasi dasar pada zaman ini dirasa terlalu memakan waktu,
mahal, dan rumit untuk sekedar melakukan pemeriksaan dasar. Namun teknologi materi
radiokromatik hadir sebagai instrument kalibrasi terbaru yang reliable, stabil, dan dengan
hasil yang lebih cepat dan konsisten.

Selain itu materi radiokromatik juga menunjukan hasil pembacaan radiasi yang stabil
dan reproduksibel dalam beberapa kali pembacaan. Radiokromatik standar telah dipilih
untuk pengamanan proses pemberdayaan radiasi, yang memiliki kemampuan
membaca kekuatan dosis radiasi 5 104 sampai dengan 3 107 rad.

2. PARIWISATA DAN REKREASI


Diunduh dari: http/www.rakyatku.com/ 02 Juli 2016, pukul 19:32

Pak Bupati! Tolong Perhatikan


Kebersihan Pantai Bira
Penulis: Al Khoriah Etiek Nugraha

Editor: Vkar Sammana

Pantai Bira (Foto: IST)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Banyaknya sampah di Pantai Bira,


Kabupaten Bulukumba menjadi keluhan para wisatwan. Baik itu wisatawan
domestik maupun wisatawan mancanegara, yang telah berkunjung ke pantai pasir
putih tersebut.
Bahkan, keluhan ini juga disampaikan netizen melalui kolom komentar aplikasi
mobile South Sulawesi Eksplore. Salah satunya Robin Homeshi yang meminta
Pemerintah Kabupaten Bulukumba memperhatikan kebersihan pantai Bira
tersebut.

"Bupati Bulukumba tolong diperhatikan kebersihan di Bira. Penuh Sampah,"


tulisnya.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Devo Kaddafi
cukup menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang tidak
memperhatikan kebersihan dari Pantai yang menjadi icon utama dari pariwisata
Bulukumba tersebut.

"Andalan pariwisata di Sulsel itu salah satunya Bira. Dan itu jadi ikon. Harusnya
lebih diperhatikan kebersihannya, ditata lebih indah. Kalau tidak ditata sayang,"
ujar Devo.

Selain itu, ia menambahkan bahwa bagus memang jika saat ini Kab Bulukumba
mengembang beberapa pariwisata seperti Apparallang dan Pantai Bara. Tetapi
jangan sampai mengabaikan Pantai Bira yang sudah menjadi icon.

Oleh karena itu, Devo mengungkapkan, pihaknya akan melakukan kerjasama


dengan Dinas Pariwisata Bulukumba, untuk membentuk program bersih-bersih
pantai Bira.

"Program kerjasama dengan Dinas Pariwisata Bulukumba. Program bersih-bersih


pantai Bira. Karena itu icon utamanya Bulukumba. Itu tetap jadi prioritas
kebersihan dan pelayanannya," tegas Devo.

Executive Summary

Pantai Bira merupakan salah satu icon pariwisata yang paling terkenal di Kabupaten
Bulukumba, namun sangat disayangkan pengunjung membuang sampah-sampah mereka
secara sembarangan. Peristiwa ini telah menjadi sorotan pengguna media sosial yang mulai
mengeluhkan kebersihan dan kesehatan lingkungan di pantai Bira. Pemerintah dirasa
mengacuhkan keadaan pantai tersebut seperti yang dikatakan oleh Kepala Bidang Pemasaran
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Devo Kaddafi.
Pemerintah dianggap lamban dalam menyelesaikan masalah ini, namun perbaikan
akan segera berjalan dan usaha pelestarian dan kesehatan lingkungan pariwisata Pantai Bira
dapat terlaksana. Devo mengatakan bahwa beliau akan mencetuskan sebuah program kerja
sama dengan pemerintah setempat untuk menjaga kesehatan lingkungan pantai Bira.