ISSN : 2302-7932
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Peserta BPJS Rawat Jalan
e-ISSN : 2527-7529
Doi: 10.36858/jkds.v8i2.243
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN
KEPUASAN PASIEN PESERTA BPJS RAWAT JALAN
Emi Elliya Astutik1*, Achmad Efrizal Amrullah2 , Said Madijanto3
1
Manajemen Keperawatan, STIKES [Link] Jember, Indonesia
*Email: emieliya2002@[Link]
2
Manajemen Keperawatan, STIKES [Link] Jember, Indonesia
Email: [Link]@[Link]
3
Manajemen Keperawatan, STIKES [Link] Jember, Indonesia
Email: saidmardijanto@[Link]
ABSTRACT Submission : 23-09-2020
3.
Revised : 02-10-2020
Introduction: Patient satisfaction is an indicator of the health service success in a clinic or
hospital. There are five patient satisfaction index such as; Product Quality, Service Quality, Accepted : 07-10-2020
Emotional Factor, Price And Cost Of Aquaring. In this study, the researcher concerns to
examine the Service Quality of patient satisfaction index. There are five indicators of Service Kata Kunci : Mutu
Quality such as physical evidence, reliability, assurance, response, and emphaty. Objective: Pelayanan, Kepuasan,
Identifying the relation between the Service Quality and patient satisfaction as BPJS BPJS, Puskesmas
outpatient member in Bangsalsari, Jember clinic. Methods: Analytical survey by Cross
Sectional approach. Moreover, the researcher uses Accidental Sampling technique in finding Keywords : Service
the sample. There are 62 outpatient respondents in Bangsalsari clinic. Results: data analysis Qualty, Patient
is P Value 0,000 or p value < 0,01 by using Uji Koefisien Korelasi Spearman’s Rank. 43,5% Satisfaction, BPJS, Clinic
respondents said that the service quality is good and 56,5 % respondents said it is very good.
Conclusion: There are significant relation between the Service Quality and patient
satisfaction of BPJS outpatient member in Bangsalsari clinic. Good service could increase
patient satisfaction, especially in Bangsalsari Clinic.
ABSTRAK
Latar belakang: Kepuasan pasien adalah suatu indikator untuk menentukan tingkat
keberhasilan suatu pelayanan kesehatan yang di lakukan di rumah sakit atau Puskesmas.
Terdapat 5 indeks kepuasan pasien antara lain Product Quality, Service Quality, Emotional
Factor, Price dan Cost of Aquaring. Dalam penelitian ini peneliti meneliti kepuasan pasien
dari faktor Service Quality. Dalam Service Quality terdapat 5 indikator antara lain bukti
fisik, keandalan, jaminan, daya tanggap dan empati. Tujuan: untuk mengidentifikasi
adanya hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien peserta BPJS rawat
jalan di Puskesmas Bangsalsari kabupaten Jember. Metode: survey analitik dengan
pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental
Sampling. Selama 1 minggu penelitian di dapatkan 62 responden pasien rawat jalan di
Puskesmas Bangsalsari. Pada penelitian ini setelah dilakukan analisa data menggunakan
Uji Koefisien Korelasi Spearman’s Rank. Hasil: Di dapatkan hasil 43.5% responden
mengatakan mutu pelayanan kesehatan baik dan 56.5% responden mengatakan mutu
pelayanan sangat baik. Pada penelitian ini setelah dilakukan analisa data menggunakan Uji
Koefisien Korelasi Spearman’s Rank diperoleh P Value 0,000 atau P Value < 0,01.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan
Kepuasan Pasien Peserta BPJS Rawat Jalan Jalan yang signifikan Di Puskesmas Bangasalsari
Kabupaten Jember. Mutu pelayanan yang baik dapat meningkatkan kepuasan pasien,
khususnya di Puskesmas Bangsalsari Jember.
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol. 8, No. 2 158
[Link]
Publisher : LP3M STIKES dr. Soebandi Jember
ISSN : 2302-7932
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Peserta BPJS Rawat Jalan
e-ISSN : 2527-7529
Doi: 10.36858/jkds.v8i2.243
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Pendahuluan: untuk merespon keinginan atau
Pelayanan kesehatan adalah tempat kebutuhan akan bantuan dari pelanggan,
atau sarana yang digunakan untuk serta pelayanan yang cepat, assurance
menyelenggarakan upaya kesehatan atau kemauan para personel untuk
(Notoatmodjo, 2010). Upaya pelayanan menimbulkan rasa percaya dan aman
kesehatan di Indonesia belum kepada pelanggan, emphatyatau kemauan
terselenggara secara menyeluruh, terpadu, personel untuk peduli dan memperhatikan
dan berkesinambungan. Indonesia masih setiap pelanggan (Etilidawati &
menghadapi permasalahan pemerataan Handayani, 2017)).
dan keterjangkauan pelayanan kesehatan, Kepuasan adalah persepsi terhadap
diperkirakan hanya sekitar 30% penduduk produk atau jasa yang telah memenuhi
yang memanfaatkan pelayanan Puskesmas harapannya, jadi kepuasan pelanggan
dan Puskesmas Pembantu. Terkait adalah hasil dari akumulasi konsumen
kepuasan, persepsi, dan kesadaran atau pelanggan dalam menggunakan
masyarakat tentang BPJS Kesehatan, dua produk atau (Respati, 2016a). Kepuasan
lembaga riset, yaitu Myriad Research adalah model kesenjangan antara harapan
Comitted dan PT Sucofindo melakukan (standar kinerja yang seharusnya) dengan
survei pada tahun (2015). Rata-rata kedua kinerja aktual yang diterima pelanggan
hasil survei ini menunjukkan progres yang (Kurnia et al., 2017). (Riandi &
baik. Direktur Riset Myriad Research Yuliawati, 2018) mendefinisikan
Comitted Eva Yusuf mengatakan, dari kepuasan pasien sebagai perasaan senang
total 17.280 responden masyarakat, karena jasa (pelayanan) yang diterima
sebanyak 81% menyatakan puas terhadap sesuai dengan harapan.
BPJS Kesehatan. Angka ini melampaui Kepuasan merupakan perasaan
target kepuasan masyarakat yang senang yang dirasakan seseorang setelah
ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebesar membandingkan antara hasil suatu produk
75%. Persentase total sebesar 81% itu dengan harapannya (Maulina et al., 2019).
merupakan gabungan dari indeks Kepuasan merupakan salah satu indikator
kepuasan peserta terhadap layanan di keberhasilan pelayanan kesehatan, salah
fasilitas kesehatan tinfkat pertama satunya yaitu kepuasan pasien. Jumlah
(FKTP), fasilitas kesehatan rujukan perawat yang semakin bertambah dengan
tingkat lanjutan (FKRTL), kantor cabang tuntutan kerja yang tinggi dengan
dan BPJS Kesehatan pusat. Presentase berhadapan langsung dengan pasien tentu
indeks kepuasan peserta terhadap fasilitas menjadi sebuah tantangan tersendiri dalam
kesehatan diperoleh dari gabungan antara melayani dengan baik. Menurut
kepuasan peserta di FKTP 80% dan Supriyanto dan (Hufron, 2008)
FKRTL 82%. Pada tingkat FKTP, indeks menyebutkan secara garis besar indeks
kepuasan peserta yang dilayani di kepuasan pasien di bagi menjadi 5 antara
puskesmas terbilang sama persis dengan lain product quality, service quality,
kepuasan peserta yang dilayani dokter emotional factor, price dan cost of
praktek perorangan dan klinik, yaitu aquaring.
sebesar 80% . Badan Penyelenggara Jaminan
Dalam mutu pelayanan terdapat Sosial (BPJS) adalah badan hukum publik
beberapa faktor yang mempengaruhi yang di bentuk untuk menyelenggarakan
tingkat kepuasan antara lain yaitu program jaminan sosial. BPJS terdiri dari
tangibilityatau aspek yang terlihat secara BPJS kesehatan dan BPJS
fisik misalnya peralatan dan personel, ketenagakerjaan. BPJS kesehatan adalah
reliabilityatau kemampuan untuk badan hukum yang dibentuk untuk
memiliki performa yang bisa diandalkan menyelenggarakan program jaminan
dan akurat, responsivenessatau kemauan kesehatan. Jaminan Kesehatan adalah
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol. 8, No. 2 159
[Link]
Publisher : LP3M STIKES dr. Soebandi Jember
ISSN : 2302-7932
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Peserta BPJS Rawat Jalan
e-ISSN : 2527-7529
Doi: 10.36858/jkds.v8i2.243
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
jaminan berupa perlindungan kesehatan di terbitkan nya buku pegangan sosialiasi
agar peserta memperoleh manfaat BPJS yang diatur dalam UU No.40 tentang
pemeliharaan kesehatan dan perlindungan SJSN dan UU No.24 Tahun 2011 tentang
dalam memenuhi kebutuhan dasar BPJS. Dari pihak Kemenkes sendiri telah
kesehatan yang diberikan kepada setiap meyerukan untuk setiap Rumah Sakit dan
orang yang telah membayar iuran atau Puskesmas untuk ikut aktif dalam
iurannya dibayar oleh pemerintah. mensosialisasikan tentang BPJS
Menurut rapat anggota penyelenggara sebagaimana dengan fungsinya yaitu
yang di adakan di Sleman, tercatat hingga promotif (Depkes, 2004).
januari 2017 pengguna BPJS mencapai Tingkat kepuasan pasien BPJS di
171 juta anggota. Badan Penyelenggara atas mutu pelayanan di Puskesmas dapat
Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Divisi menjadi tolak ukur keberhasilan program
Regional VII Jawa Timur telah mencetak BPJS khususnya di Puskesmas yang
sebanyak 13.556.346 jumlah penerima merupakan garda terdepan untuk
Kartu Indonesia Sehat (KIS)-Penerima melayani masyarakat. Program BPJS
Bantuan Iuran (PBI). Dari jumlah itu, sendiri dalam perjalanannya masih
sekitar 12.361.242 KIS-PBI telah banyak kekurangan dan keluhan dari
didistribusikan selama periode Januari- peserta BPJS antara lain, ruang inap
Maret 2016. Di kabupaten jember sendiri pasien BPJS sering penuh, masalah
tercatat pada tahun 2015 pengguna BPJS rujukan menyulitkan pasien kritis,
mencapai 83.000 peserta. kurangnya sosialisasi tentang program
BPJS Kesehatan harus memahami BPJS, sistem kerja yang lambat dan
kebutuhan pelayanan kesehatan verifikasi klaim tidakan yang lambat.
masyarakat yang dilayaninya dalam Dari 960 puskesmas di jawa timur, secara
menentukan cara yang paling efektif umum kondisi Puskesmas kurang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan memadai sehingga peserta BPJS yang
yang bermutu (Kurnia et al., 2017) membutuhkan pelayanan kesehatan
menyatakan bahwa pelayanan yang mengalami pelayanan yang kurang baik
bermutu terbentuk dari lima dimensi (BPJS Watch).
Service Quality (Servqual) yaitu, Fenomena tersebut dapat menjadi
kehandalan, daya tanggap, jaminan, permasalahan dalam proses peningkatan
empati, dan bukti fisik (Respati, 2016b) kesehatan masyarakat yang di canangkan
Pusat Kesehatan Masyarakat oleh pemerintah yang berkerja sama
(Puskesmas) adalah salah satu sarana dengan Badan Penyelenggara Jaminan
pelayanan kesehatan masyarakat yang Sosial (BPJS). Oleh karena itu perlu
amat penting di Indonesia. Puskesmas adanya perbaikan dalam proses
adalah unit pelaksana teknis dinas pelayanan peserta BPJS dengan cara
kabupaten/kota yang bertanggungjawab meningkatkan kembali koordinasi antara
menyelenggarakan pembangunan Badan penyelenggara Jaminan Sosial
kesehatan di suatau wilayah kerja dengan pemerintah mengenai jumlah
(Depkes, 2011). Ada 4 pilar fungsi dari alokasi dana, sarana dan prasarana serta
Puskesmas anatara lain promotif, sumber daya agar dapat memenuhi
preventif, kuratif dan rehabilitatif, fungsi kelancaran program pelayanan kesehatan
utama dari puskesmas adalah promotif dan pada peserta BPJS. Dengan dilakukannya
preventif. penelitian ini di harapkan mampu
Kebijakan pemerintah tentang mengidentifikasi masalah-masalah yang
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan terjadi dalam pelayanan pasien peserta
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS. Badan Penyelenggara Jaminan
(BPJS) perlu diketahui dan dipahami oleh Sosial (BPJS) dan pemerintah dapat
seluruh masyarakat Indonesia. Selain dari mengetahui masalah yang terjadi di
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol. 8, No. 2 160
[Link]
Publisher : LP3M STIKES dr. Soebandi Jember
ISSN : 2302-7932
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Peserta BPJS Rawat Jalan
e-ISSN : 2527-7529
Doi: 10.36858/jkds.v8i2.243
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
lapangan dan mampu meminimalisasi dan Hasil :
mengatasi masalah pelayanan pada Variable dari penelitian ini adalah
peserta BPJS demi tercapainya program mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas
Indonesia sehat yang menyeluruh dengan Bangsalsari Kabupaten Jember, kepuasan
melihat tingkat kepuasan pasien. Uraian pasien peserta BPJS rawat jalan di
data diatas, peneliti tertarik untuk Puskesmas Bangsalsari Kabupaten
menggali lebih dalam tentang mutu Jember dan hubungan mutu pelayanan
pelayanan kesehatan Puskesmas kesehatan dengan kepuasan pasien
Bangsalsari pada pasien peserta BPJS peserta BPJS rawat jalan di Puskesmas
rawat jalan dengan kepuasaan pasien. Bangsalsari Kabupaten Jember. Hasil
penilitan ini dapat dilihat pada tabel
Metode: dibawah ini :
Jenis penelitian yang digunakan Tabel 1 Distribusi persepsi responden terhadap
pada penelitian ini adalah survei analitik mutu pelayanan kesehatan pada pasien
dengan pendekatan Cross peserta BPJS rawat jalan di Puskesmas
[Link] yang akan diteliti Bangsalsari Jember.
Mutu pelayanan Frekuensi Prosentase
adalah mutu pelayanan sebagai variabel
bebas dan tingkat kepuasan pasien peserta Sangat tidak baik 0 0
BPJS rawat jalan sebagai variabel terikat. Tidak baik 0 0
Penelitian ini dengan pendekatan cross
sectional berusaha mempelajari hubungan Cukup 0 0
antara faktor resiko sebagai penyebab Baik 27 43.5
dengan dampak dari penyebab tersebut. sangat baik 35 56.5
Faktor resiko dan dampaknya akan Jumlah 62 100
diobservasi pada saat yang sama. Sampel
pada penelitian ini adalah pasien peserta
BPJS rawat jalan yang datang selama Tabel 1 Menunjukan bahwa persepsi
kurun waktu satu minggu yaitu 65 responden pada kriteria baik yaitu 27
[Link] inklusi dalam responden (43.5%) dan pada kriteria
penelitian ini adalah peserta BPJS, pasien sangat baik yaitu 35 responden (56.5%).
rawat jalan dan menerima pelayanan
puskesmas sedangkan kriteria eksklusi Tabel 2 Distribusi persepsi kepuasan responden
pada pasien peserta BPJS rawat jalan di
dalam penelitian ini adalah pasien dengan
Puskesmas Bangsalsari Jember.
biaya mandiri dan pasien jiwa. Dalam Kepuasan pasien Frekuensi Prosentase
penelitian ini yang diambil adalah sample
Sangat tidak puas 0 0
tidak acak Non Random (Non Probability)
Sampling dengan Accidental Sampling. Tidak puas 0 0
Intrumen pada penelitian ini Cukup 0 0
menggunakan kuisioner mutu pelayanan Puas 26 41.9
kesehatan dengan nilai validitas 0.689 dan Sangat puas 36 52.1
nilai uji reliablitas 0.789 sedangkan Jumlah 62 100
kuesioner kepuasaan , prosedur nilai
validitas 0.823 dan nilai uji reliablitas
0.679, prosedur pengambilan data setelah Tabel 2 menunjukan bahwa
pasien selasai rawat jalan. Dalam persepsi responden pada kriteria puas
penelitian ini menggunakan analisa data yaitu 26 responden (41.1%) dan pada
bevariat dengan uji statistik korelasi kriteria sangat puas yaitu 36 responden
spearman rank pada program SPSS. (52.1%).
Pada penelitian ini setelah
dilakukan analisa data menggunakan Uji
Koefisien Korelasi Spearman’s Rank
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol. 8, No. 2 161
[Link]
Publisher : LP3M STIKES dr. Soebandi Jember
ISSN : 2302-7932
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Peserta BPJS Rawat Jalan
e-ISSN : 2527-7529
Doi: 10.36858/jkds.v8i2.243
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
diperoleh P Value 0,000 atau P Value< maka tidak menutup kemungkinan dapat
0,01. Kesimpulan dari penelitian ini meningkatkan tingkat kepuasan
terdapat hubungan antara Hubungan pelanggan yang dapat meningkatkan
Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan kepercayaan pelanggan terhadap jasa
Kepuasan Pasien Peserta BPJS Rawat yang di berikan. Kebutuhan adalah suatu
Jalan Jalan yang signifikan Di Puskesmas keadaan sebagian dari tingkat kepuasan
Bangasalsari Kabupaten Jember. dasar yang dirasakan dan disadari.
Kebutuhan adalah suatu penyimpangan
Diskusi : biopsikososial, terkait dengan kondisi
Mutu pelayanan adalah sehat dan sakit seseorang (State Of Health
keseluruhan karakteristik barang atau jasa and Illnes)
yang menunjukan kemampuannya dalam
memuaskan kebutuhan konsumen, berupa Hubungan Mutu Pelayanan
kebutuhan yang dinyatakan maupun yang Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien
tersirat (Riandi & Yuliawati, 2018). Peserta BPJS Rawat Jalan Di Puskesmas
Pelayanan kesehatan yang diberikan harus Bangasalsari Kabupaten Jember Tahun
sesuai dengan standar. Standar pelayanan 2017. Pada penelitian ini setelah
kesehatan merupakan pedoman untuk dilakukan analisa data menggunakan Uji
semua tenaga kesehatan dalam melakukan Koefisien Korelasi Spearman’s Rank
praktik pelayanan kesehatan yang diperoleh P Value 0,000 atau P Value <
digunakan untuk menentukan apakah 0,01, yang artinya Hipotesis nol (H0)
tenaga kesehatan telah bertindak sesuai ditolak. Maka dapat diketahui bahwa ada
prosedur. Apabila tenaga kesehatan hubungan antara Hubungan Mutu
melakukan tugas masing-masing sesuai Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan
standar maka tenaga kesehatan dapat Pasien Peserta BPJS Rawat Jalan Di
melindungi diri sendiri pada bahaya Puskesmas Bangasalsari Kabupaten
tindakan legal dan yeng lebih penting Jember Tahun 2017. Besar hubungan atau
adalah melindungi klien/pasien pada nilai korelasi Spearman Rank 0,506 atau
risiko bahaya dan cedera. 51% menunjukkan korelasi positif
Kepuasan adalah persepsi dengan kekuatan korelasi yang kuat (0,51
terhadap jasa atau produk yang telah < r < 0,75). Korelasi antara Mutu
memenuhi kebutuhannya. Kepuasan Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan
pelanggan adalah hasil dari akumulasi Pasien Peserta BPJS Rawat Jalan ini
pelanggan dalam menggunakan produk bermakna dilihat dari batas penerimaan
atau jasanya (Burhanuddin, 2016). sebesar 5% yaitu didapatkan nilai
Kepuasan adalah suatu model signifikansinya 100% , n=62.
kesenjangan harapan (standar kinerja
yang seharusnya) dengan kinerja aktual Kesimpulan:
yang diterima pelanggan. (Woodruff and Berdasarkan hasil penelitian
Gardial dalam Supriyanto, 2006). Secara hubungan mutu pelayanan dengan
garis besar dikategorikan dalam 5 kepuasan pasien BPJS rawat jalan di
kategori yaitu Producy Quality, Service Puskesmas Bangsalsari Jember
Quality, Price Emotional Factor, dan Cost menunjukkan hasil penelitian bahwasanya
Aquiring ((Riandi & Yuliawati, 2018). ada hubungan yang signifikan antara mutu
Dalam beberapa faktor di atas jika pihak pelayanan kesehatan dengan kepuasan
pemberi jasa dapat memaksimalkan pasien peserta BPJS rawat jalan, dimana
kinerja dalam pelayanan dan semakin baik mutu pelayanan kesehatan
memperhatikan hal-hal yang dapat maka kepuasan pasien juga meningkat.
membantu permasalahan pasien dan
semua memenuhi kebutuhan pelanggan
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol. 8, No. 2 162
[Link]
Publisher : LP3M STIKES dr. Soebandi Jember
ISSN : 2302-7932
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Peserta BPJS Rawat Jalan
e-ISSN : 2527-7529
Doi: 10.36858/jkds.v8i2.243
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Daftar pustaka: Puskesmas Halmahera Kota
Burhanuddin, N. (2016). Hubungan Mutu Semarang Tahun 2014. In Jurnal
Pelayanan Kesehatan Dengan Kesehatan Masyarakat (VISIKES)
Kepuasan Pasien Rsud Syekh Yusuf (Vol. 15, Issue 1).
Gowa. Jurnal MKMI, 12(1), 41–46. [Link]
[Link] /visikes/article/view/1396
kmi/article/view/552/377 Riandi, R., & Yuliawati, R. (2018).
Depkes, R. (2014). Sistem Kesehatan Hubungan mutu pelayanan kesehatan
Nasional. dengan kepuasan pasien rawat jalan
Etilidawati, E., & Handayani, D. Y. di Puskesmas Wonorejo Samarinda
(2017). Hubungan kualitas mutu Tahun 2018. Program Studi Ilmu
pelayanan kesehatan dengan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu
kepuasan pasien peserta jaminan Kesehatan Universitas
kesehatan nasional. Medisains, 15(3), Muhammadiyah Kalimantan Timur,
142–147. 99.
[Link] [Link]
5i3.2078 2017/845
Hufron, A. (2008). Analisis hubungan
persepsi pasien tentang mutu
pelayanan kesehatan dengan tingkat
kepuasan pasien di puskesmas
penumping kota surakarta. Berita
Ilmu Keperawatan, 1, 119–124.
Kurnia, S., Hastuti, W., Mudayana, A. A.,
& Nurdhila, A. P. (2017). Hubungan
Mutu Pelayanan dengan Kepuasan
Pasien Peserta BPJS di Rumah Sakit
Umum Daerah Yogyakarta. 11(2),
161–168.
[Link]
2.7260
Maulina, L., Madjid, T. A., & Chotimah, I.
(2019). Kepuasan Pasien Peserta Bpjs
Di Unit Rawat Inap Puskesmas
Cibungbulang Kabupaten Bogor
Tahun 2018. Jurnal Mahasiswa
Kesehatan Masyarakat, 2(2), 130–
136.
Respati, S. A. (2016a). Hubungan Mutu
Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat
Kepuasan Pasien Rawat Inap di
Puskesmas Halmahera Kota
Semarang Tahun 2014. Jurnal
Kesehatan Masyarakat (VISIKES),
15(1), 1–6.
[Link]
/visikes/article/view/1396
Respati, S. A. (2016b). Hubungan Mutu
Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat
Kepuasan Pasien Rawat Inap di
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol. 8, No. 2 163
[Link]
Publisher : LP3M STIKES dr. Soebandi Jember