KKP
KKP
Pembimbing :
dr. Hj. Wahyuni H. Thamrin, M.Kes
Penyusun
Babtista Apriyana
(K1A110003)
Iradah Aulia
(K1A110010)
Elsa Ansari
(K1A112003)
Fine Farhani
(K1A112013)
• Merevisi IHR tahun 1969 menjadi IHR tahun untuk 2005 mengatasi masalah kedaruratan
kesehatan yang meresahkan dunia.
• IHR tahun 2005 bertujuan mencegah, melindungi dan menanggulangi terhadap penyebaran
penyakit antar negara tanpa pembatasan perjalanan dan perdagangan yang tidak perlu
• KKP adalah Unit Pelaksana Teknis Departemen Kesehatan RI yang bertanggunjawab kepada
direktorat jenderal PP-PL
Tujuan
Untuk mengetahui KKP dan pemahaman IHR Untuk mengetahui tentang kesehatan penerbangan dan
2005. penyelaman.
Untuk mengetahui tentang pengendalian dan Untuk mengetahui tentang pencegahan dan
pencegahan penyakit tidak menular wilayah pengendalian penyakit tular vector di wilayah
pelabuhan dan bandar udara. pelabuhan dan bandara.
Untuk mengetahui tentang surveilans faktor risiko Untuk mengetahui tentang pencegahan dan
kesehatan masyarakat wilayah pelabuhan dan penanggulangan penyakit tular nyamuk di wilayah
bandara. pelabuhan dan bandara.
Untuk mengetahui tentang kesehatan jemaah haji Untuk mengetahui tentang pemeriksaan sanitasi kapal
dan umroh pembinaan kesehatan jemaah haji dan pemeriksaan ketersediaan peralatan P3K dan obat-
pada masa tunggu. obatan dalam kapal.
Waktu Tempat
Manfaat
Dapat mengetahui tentang KKP dan pemahaman Dapat mengetahui tentang kesehatan penerbangan dan
IHR 2005. penyelaman.
Tugas KKP
Permenkes 356 tahun
2008
teknis dilingkungan departemen dan keluarnya penyakit, penyakit
Kesehatan yang berada dibawah potensial wabah, surveilans
dan bertanggung jawab kepada epidemiologi, kekarantinaan,
direktur jenderal pencegahan pengendalian dampak kesehatan
pengendalian penyakit. lingkungan, pelayanan
kesehatan,pengawasan OMKABA
serta pengamanan terhadap
penyakit baru dan penyakit yang
muncul kembali, bioterorisme,
unsur biologi, kimia dan
pengamanan radiasi di wilayah
kerja bandara, pelabuhan, dan
lintas batas darat negara.
Fungsi KKP
•Kekarantinaan;
•Pelayanan kesehatan;
P •Pengendalian risiko lingkungan di bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
•Pengamatan penyakit, penyakit potensial wabah, penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali;
E •Pengamanan radiasi pengion dan non pengion, biologi, dan kimia;
L •Sentra/simpul jejaring surveilans epidemiologi sesuai penyakit yang berkaitan dengan lalu lintas nasional,
A •Pemberian sertifikat kesehatan obat, makanan, kosmetika, dan alat kesehatan serta bahan adiktif
(OMKABA) ekspor dan mengawasi persyaratan dokumen kesehatan OMKABA impor;
N •Pengawasan kesehatan alat angkut dan muatannya;
A •Pemberian pelayanan kesehatan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
A •Jejaring informasi dan teknologi bidang kesehatan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
N •Jejaring kerja dan kemitraan bidang kesehatan di bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
•Kajian kekarantinaan, pengendalian risiko lingkungan, dan surveilans kesehatan pelabuhan
•Pelatihan teknis bidang kesehatan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
•Ketatausahaan dan kerumahtanggaan KKP.
Permenkes 356 tahun 2008 pasal 23,
KKP Kelas II terdiri dari:
Seksi
Pengendali
Seksi Seksi
an
Subbagian Pengendali Upaya Kelompok
Karantina Wilayah
Tata an Risiko Kesehatan Instalasi; Jabatan
dan Kerja;
Usaha; Lingkunga dan Lintas Fungsional
Surveilans
n; Wilayah;
Epidemiolo
gi;
Fungsi dan Peran KKP dalam pelaksanaan IHR 2005
Jenis-jenis pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji dan Proses pemeriksaan kesehatan jamaah haji dan umroh
umroh
•Calon jamaah haji yang masuk asrama haji harus sudah
•Pemeriksaan kelengkapan dokumen kesehatan, ICV, K3JH dilengkapi dengan dokumen kesehatan
•Pelayanan rawat jalan maupun rujukan •Pemeriksaan fisik calon jamaah haji di KKP
•Pemberian vaksinasi meningitis
•Melegalisir obat-obatan yang dibawa oleh calon jamaah haji
•Menerbitkan surat keterangan layak terbang bagi calon
jamaah haji risiko tinggi yang sakit.
•Menerbitkan surat keterangan layak terbang bagi calon
jamaah haji yang hamil
Pemeriksaan Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
di Wilayah Pelabuhan dan Bandar Udara
Kegiatan menciptakan
lingkungan di wilayah
pelabuhan sesuai
standar, berwawasan
lingkungan dan
berkelanjutan.
Kesehatan Penerbangan dan Kesehatan Penyelaman
Pilot dan para awak penerbangan harus menjalani tes medis terlebih
dahulu sebelum mendapatkan izin terbang.
Kesehatan Penerbangan dan Kesehatan Penyelaman
Travel Medicine dan Vaksinasi Internasional
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 424/M
ENKES/SK/IV/2007.
Permenkes No.530/Menkes/Per/VII/1987,
• Sanitasi kapal adalah segala usaha yang ditujukan terhadap faktor lingkungan di kapal untuk
memutuskan mata rantai penularan penyakit guna memelihara dan mempertinggi derajat
• International Health Regulations (IHR) 2005 menekankan pengawasan di pintu keluar masuk
suatu negara melalui pelabuhan maupun lintas batas. Untuk itu Sertifikat Sanitasi kapal (SSCC
dan SSCEC) diperlukan sebagai alat bantu suatu negara dalam mengurangi faktor risiko
penyebaran penyakit akibat dari pelayaran kapal Nasional dan Internasional.
• P3K adalah upaya memberikan pertolongan sementara kepada seseorang yang sakit sebelum
ditolong oleh dokter.
Kesehatan Kerja dan Sanitasi Industri
atau Tempat Kerja
Program Sanitasi
terkait dengan •Golongan pekerja dari
kesehatan, kimiawi gangguan
keselamatan •Golongan kesehatan yang
dan biologis disebabkan oleh
kesejahteraan kondisi fasiltas-
•Golongan
manusia yang fasilitas
fisiologis
bekeja di sebuah personal
institusi •Golongan dilingkungan
maupun lokasi psikososial kerjanya
JADWAL KEGIATAN
Tanggal Pelaksanaan Kelompok I Kelompok II Kelompok III Keterangan
Mengikuti kegiatan
Melakukan kegiatan
penapisan
pengelolaan
Mengikuti Mengikuti
pengendalian vector dan
kontraindikasi
pemeriksaan kegiatan
pemberian vaksin binatang penular
meningitis dan penyakit (tikus) dengan kapal asing. manasik haji
influenza
pemasangan perangkap
Kegiatan Di Wilayah Kerja Bandara Halu Oleo Kendari
IHR (Internasional Health •suatu instrument internasional yang secara resmi mengikat untuk diberlakukan
oleh seluruh anggota WHO, maupun bukan Negara anggota WHO tetapi setuju
Regulations) tahun 2005 untuk dipersamakan dengan anggota WHO..
•membatasi kegiatan dari seorang tersangka atau suspek yang tidak sakit atau
Tujuan karantina barang, petikemas, alat angkut, atau barang yang suspek sedemikian rupa untuk
mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.
Upaya pengendalian karantina dan surveilans •merupakan langkah terdepan dalam melaksanakan cegah tangkal penyakit menular potensial wabah (PHEIC).
Lemahnya upaya pengendalian karantina dan surveilans epidemiologi akan berdampak luas pada upaya kesehatan
epidemiologi yang lain.
•upaya matra kedirgantaraan yang dilakukan untuk mencegah dan atau mengatasi dampak kesehatan akibat kegiatan
Kesehatan penerbangan yg dilakukan di atmosfir dan sarana pendukungnya baik terhadap individu maupun kelompok individu yang
terpajan.
•disiplin ilmu kedokteran yang memfokuskan perhatian pada hal yang berkaitan dengan kondisi kesehatan dalam
Travel medicine kaitannya dengan suatu proses perjalanan (travelling) ini.
•pemeriksaan kapal asing dari Vietnam, Filipina, China, dan Hongkong. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan status
Pemeriksaan santasi kapal yang dilakukan kesehatan kapal, nahkoda, ABK, serta muatannya, obat-obatan dan P3K, pemeriksaan dokumen kesehatan kapal
(MDH, SSCEC/SSCC, Health Book, ICV, Medical Certificate, Free Pratique, PHC, Sertifikat Air).
•bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan manusia yang bekeja di sebuah institusi
Kesehatan dan keselamatan kerja maupun lokasi proyek.
Thank You