You are on page 1of 8

46

Jurnal Perikanan (J. Fish. Sci.) XI (1 ): 46-53 ISSN: 0853-6384

Full Paper
KARAKTER POPULASI IKAN PUNTUNG ANYUT (Balantheocheilos melanopterus) DI
SUNGAI MUSI MENGGUNAKAN ANALISIS MORFOMETRIK
THE CHARACTER OF PUNTUNG ANYUT (Balantheocheilos melanopterus) AT MUSI RIVER
USING MORPHOMETRIC ANALYSIS
Ni’am Muflikah 1 dan Arif Wibowo1
Balai Riset Perikanan Perairan Umum, Mariana-Palembang
Jl. Beringin No. 308 Mariana-Palembang
Penulis untuk korespondensi: e-mail: niammuflkhah@yahoo.co.id
)1

Abstract
The objectives of this research were to identify population character of balashark fish in Musi River base
on morphometric character and to determine which were the main predictor as morphometric characters.
This r esearch was conducted in 2007 in Musi River South Sumatra Province. Samples w ere selected
base on purposive sampling method, at sum 45 specimens for morphometric observation. Measurements
were made on 22 morphometric characters on the left side of body. Morphometric data were subject to
PCA (Principal Component Analysis) and Discriminate Analysis using Statistic version 6.0 software
The result showed base on morphometric character analysis of balashark population in Musi River, there
were three different subpopulations as reference of unit management of balashark fishes in Musi River.
As the main character predictor among the groups (subpopulati on/group 1, 2 and 3) are IOW (Inter
Orbital Width/22), DFL (Dorsal Fin Length/7) and PDL (Peduncle Length/4). First group (Group 1) has
longest similiarty distance (most difference group) compared with others subpopulation (Group 2 and
Group 3).
Kata Kunci : Balashark, characterization, morphometric dan Musi River.
Pengantar
Ikan puntung anyut (Balantheocheilos melanopterus)
adalah ikan asl i Indonesi a yang tersebar l uas di
perairan Sumatera (terutama Sumatera Selatan dan
Jambi) dan Kalimantan (Kottelat et al., 1993). Populasi
ikan puntung anyut di Perairan Jambi dan Kalimantan
sudah menurun sehingga sangat sulit ditemukan,
namun di Sungai Musi (Sumatera Selatan) masih sering
dijumpai. Ikan ini cukup diminati oleh penggemar ikan
hias di dalam maupun di luar negeri sehingga sangat
potensial sebagai ikan hias. Ironisnya penggem ar
ikan hias dalam negeri memperolehnya dari Thailand,
yang justru tidak memiliki ikan putung anyut di habitat
aslinya. Menurut Kottelat et al., (1993), ikan ini sudah
dikategorikan sebagai ikan langka seperti ikan arwana
dan botia. Kelangkaan ini ditandai dengan menurunnya
populasi di alam. Penurunan ini diduga disebabkan oleh
penangkapan yang berlebihan dan menurunnya mutu
lingkungan habitat.
Ikan puntung anyut digolongkan dalam ikan cyprinid,
dengan ciri-ciri bentuk badan pipih agak panj ang
dengan punggung meninggi, berwarna putih keperakperakan dan mempunyai gurat sisi yang lengkap. Sirip
punggung berwarna coklat kekuningan dengan ujung

berwarna hitam. Bagian belakang jari-jari keras sirip
punggung bergerigi, memiliki sisik dan gelembung
renang. Ikan ini hidup di perairan yang jernih dengan
kadar oksigen tinggi.
Adanya fragmentasi, perubahan habitat dan tekanan
aktivitas penangkapan mengacam kelestarian ikan
puntung ayut di Sungai Musi, sehingga diperlukan
upaya konservasi untuk melestarikan ikan ini. Agar
upaya konservasi dapat efektif, terarah dan optimal,
tahap awal yang perlu dilakukan adalah melakukan
identifi k asi kara kter populasi sebagai unit-unit
pengelolaan (Palumbi, 1996). Manfaat yang diperoleh
tidak hanya mempertahankan kelestarian s umber
daya genetik dan spesies ikan puntung anyut terkait
dengan Konvensi Keanekaragaman H ayati (CBD),
namun juga memaksimalkan manfaat ekonomi dari
sumber daya tersebut (Ciftci & Okumus, 2002).
Karakterisasi populasi bisa dilakukan dengan berbagai
metod e, sal ah s atun ya me nggunak an an ali sis
morfometrik (Tschibwabwa, 1997; Sudarto, 2003;
Gustiano, 2003). M orfometrik adalah perbandingan
uk ur an rel atif bag ian-bag ia n t ubuh ikan yang
mencerminkan perbedaan morfologi antar individu
(Sprent, 1972) dan data yang dihasilkan adalah data

Copyright©2009. Jurnal Perikanan (Journal of Fisheries Sciences) All Right Reserved

2. Ik an sam pel diawetkan. Pada ikan puntung anyut hanya 22 karakter morfologi yang bisa diamati morfometriknya dan diduga mememperlihatkan perbedaan antar individu. sedangkan ikan rheofilik (white fish) sangat jarang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelolaan ikan putung ayut di alam dan upaya domestikasinya. Karakter masingmasing stasiun adalah: 47 arus 0. pH 7.6 m/dt. 2009 yang tidak terpisah atau continous data (Manly. pH 6. 1989. ikan puntung anyut t ertangkap dalam berbagai ukuran mulai dari benih sampai induk. Stasi un Sungai Rawas. oksigen terlarut 4 mg/l. dengan cara dibungkus dengan kain kasa dan direndam dalam larutan formalin 10%. oksigen terlarut 4 mg/l .Muflikah dan Wibowo.5 m/dt. Stasiun Sungai Klekar bagian hil ir. Pada saat musim air besar (musim hujan) ikan puntung anyut yang tertangkap berukuran kurang dari 100 g. hanya dis yar atkan karakternya cukup banyak sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan perhitungan statistik. kecerahan air 25 cm. Jurnal Perikanan (Journal of Fisheries Sciences) All Right Reserved . Pada kondisi tersebut jenis ikan yang ditemukan adalah ikan lebak (black fish). pH 6. Penentuan stasiun berdasarkan sering ditemukannya ikan puntung anyut oleh nelayan yaitu di Sungai Raw as.30 0C. sungai ini terletak di Kabupaten Musi Raw as yang menjadi anak Sungai Musi. Sungai ini terlet ak di Kabupat en Muara Enim yang merupakan anak Sungai Meriak yang selanjutnya bermuara ke Sungai Musi. Sungai ini terletak di Kabupaten Ogan Il ir.5 – 5. bermuara ke Sungai Ogan. sedangkan ikan rheofilik (white fish) sangat jarang.5 m/dt. Jum lah sam pel untuk pengamatan morfometrik berjumlah 45 spesimen. Metode Penelitian Pengambilan sampel ikan Lokasi sampling untuk mendapatk an sampel ikan puntung anyut adalah di Sungai Musi (Gambar 1) .5 – 0.5.5–5. kecer ahan air 20 cm. Ik an sam pel di pero leh se car a langs ung di lapangan dari nelayan maupun pedagang pengumpul. Lokasi pengambilan sampel ikan Puntung Anyut Pengam atan Karak ter Morfometrik dan Anal isis Data Pengukuran morfomet rik sampel ikan dilakukan dengan menggunakan kal iper dengan ketel it ian 0. Sebelum dilakukan pengamatan morfometrik di laboratorium. 1. 20 ekor dari Sungai Kelekar dan 11 ekor dari Sungai Arisan Belido. terdiri dari 14 ek or dari Sungai R awas.5 – 7. Ikan puntung anyut ditemukan berbagai ukuran mulai dari benih sampai 300 g. Informasi dari nelayan. Beberapa sifat-fisika kimia air saat musim hujan adalah bersuhu 29 -30 0C. Sungai Arisan Belido dan Sungai Klekar yang merupakan anak Sungai Musi. Sokal & Rohlf.5 sebagai air lebak. ikan sample dikeringanginkan terlebih dahulu. kecepatan ar us 0. air Sungai Arisan Belido berwarna cokl at hitam dengan pH 4. Beberapa sifat-kimia air adalah suhu 29 – 30 0 C. kecepatan arus 0. Pada saat surut. Beberapa sifat fisika-kimia air pada musim hujan dan kemarau adalah suhu 29 .5 – 7. Stasiun Sungai Arisan Belido bagian hilir. 3. Peneliti an ini bertujuan unt uk mengi dent if ikasi kar akter populas i ikan puntung anyut di Sungai Mus i berdasar kan param eter mo rfom etrik dan menentukan karakter yang menjadi penciri utama. Pengukuran kar akter morfometr ik ikan puntung anyut dilakukan pada 22 karakter morfologi bentuk badan pada bagian sisi sebelah kiri tubuh ikan (Gambar 2). Data morfometrik yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan pendekatan anal isis mult ivariabel yang Copyright©2009. Pada saat air surut. Pada kondisi tersebut jenis ikan yang ditemukan adalah ikan lebak (black fish).10 mm. kecepatan Gambar 1. kecerahan air 20 cm. Menurut Sprent (1972) tidak ada batasan jumlah kar akter yang diuk ur. air Sungai Kelekar berupa air lebak berwarna coklat hitam dengan pH 4. oksigen terlarut 4 – 6 mg/l. 1995).

Pengamatan karakter morfom etrik ikan puntung hanyut (Sudarto.48 Jurnal Perikanan (J. DA) berdasarkan Fisher (1936). PCA) sesuai dengan Legendre & Legendre (1998) dan Analisis Pembeda (Discriminant Analysis. Dalam studi ini. Fish.) XI (1 ): 46-53 ISSN: 0853-6384 Gambar 2. Diagram pencar Analisis Komponen Utama pada sumbu faktor 1 dan faktor 2 pada populasi ikan menggunakan 22 karakter morfometrik. Jurnal Perikanan (Journal of Fisheries Sciences) All Right Reserved . teknik analisis PCA digunakan untuk mengelompokkan spesimen berdasarkan kemiripan ukuran tubuhnya dan DA digunakan untuk menguji tingkat kebenaran kelompok yang terbentuk dan Gambar 3. komunikasi pribadi). Copyright©2009. Sci. didasarkan pada Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis.

4 83 . DFL dan PDL ) berhubungan dengan pemprosesan pakan (Costa et al. Perbedaan yang nyata dari group centroid dikonfirmasi dari plot 1 dan 2 canonical variate (Gambar 4). Pengujian dengan Wilk’s lamda mengindikasikan adanya perbedaan diantara 5 kelompok populasi ketika karakter morfometriknya dibandingkan dengan rata-rata analisis diskriminan pada 2 akar pertama (Tabel 2).82 Analisis Morfometrik Khi-kuadrat db 209.07 ns 9 ***P ≤ 0.03 137.56 + 10.67*** 48 105.629 .75 + 7. Hasil dan Pembahasan Hasi l PCA terhadap matrik k orelasi data kar akter morfometrik dari 45 spesimen pada 22 kar akter morfometrik menghasilkan ragam pada komponen utam a 1 dan 2 masi ng-masing sebesar 82. 1996) yang dibutuhkan oleh ikan puntung anyut untuk hidup di perairan berarus deras.454 0. Tabel 1. sel ur uh data mor fometrik d ari semua spesimen contoh distandarisasi dalam bentuk % SL dan dinormalisasi dengan trasformasi log (x + 1). Karakteristik ikan Puntung Anyut di lokasi cuplikan Kelompok Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 n 18 5 10 8 4 Analisis Morfometrik mean SL + SE 148. Analisis Stepwise mengungkapkan 12 dari 22 karakter morfometr ik secara nyata member ikan kontribusi pada diskriminan multivariat dari empat populasi ikan puntung anyut yang diamati (Tabel 3).07 120. 2002).82%.90% dari data yang ada (Tabel 3). 2002). mewakili 67.74 135 + 25.01. cocok untuk kerja mekanik mengunyah pakan pada spesies ikan (Gosline. Total ragam yang dijelaskan dari kedua komponen tersebut sebesar 88. *P ≤ 0. kedekatan mata dapat memberikan indi kasi bahw a organ ini lebih dekat dengan punggung profil kepala. Selain itu.171 112. DFL dan PDL memperlihatkan nil ai korelasi y ang terbesar dengan fungsi canonical variate 1. Bisa dikatakan bahwa karakter tersebut adalah karakter utama yang membedakan 5 kelompok ikan puntung anyut yang diamati.99 ns 20 7.14*** 33 27. 2009 49 Karakter morf ometrik lebar or bital dalam (IOW). mengidentifikasi secara benar karakter morfometrik pembeda utama.65 142.10 0. kelompok 1 dan 3 memiliki tingkat validitas yang paling besar (100%). Selanjutnya menggambar jar ak geneti k mel alui analisis kluster berdasarkan penghitungan Mahalobis di st ance. Sedangkan variasi pada DFL dan PDL berhubungan dengan kemampuan dan navigasi k eseimbangan berenang (Gosline. nsP ≥ 0.5 . Tingk at pengelompokkan populasi dari pr osedur klas ifikasi pada 12 karakter diperk irakan berkisar 75%-100% dengan rata-rata sebesar 93. Ikan puntung anyut termasuk omnivora (pemakan plankton dan dentrivor a) .Muflikah dan Wibowo. Sebaran morfometrik 5 kelompok ikan puntung anyut yang diamati terlihat beragam. Berdasarkan analisis karakter morfometrik pada ikan puntung anyut.171 80 .58 SL range 80 .63% dan 5.88 + 12.45% (Gambar 3). Jurnal Perikanan (Journal of Fisheries Sciences) All Right Reserved p-level 1 x 10-7 1 x 10-7 0.14% dan 2. Hasil pengujian Wilk’s lamda untuk melihat perbedaan kelompok Fungsi 0 1 2 3 Wilks’ 0. IOW.182 Tabel 2.4 + 17. 1996). Var ia si pada IO W mungki n secara langsung ber asal dar i variasi lebar kepala. panjang dasar sirip dorsal (DFL) dan panjang predorsal (PDL) memper lihatkan nil ai indeks potensi yang lebih superior. Pengel ompok kan kar akter mor fometrik individu berdasar kan PC A dengan meli hat ni lai kosi nus kuadrat memperlihatkan ada 5 kelompok individu dengan tingkat kemiripan 70%. Karakter tersebut (IOW.05 Copyright©2009.001. yang memiliki manfaat yang jelas dalam melihat pakan di badan air (Costa et al.210 80 – 137. Sebe lum anal isis dil ak uk an. menggambarkan karakteristik kelompok ikan puntung anyut (Tabel 1).052 0.3% ( Tabel 4).0027 0.

825 Discriminant loading CV1 CV2 -1.537 -0.030 0.5 75 93.523 0.779 0.239 -0.772 0.891 -0.587 0. Indeks potensi karakter morfometrik yang masuk dalam model fungsi diskriminan.743 0.33 Jumlah ikan yang diklasifikasikan dalam kelompok Kel.671 0.651 1. Plot individual dan group centroid pada canonical variabel 1 dan 2 untuk 5 kelompok ikan puntung anyut berdasarkan karakter morfometrik Copyright©2009.553 -0.291 0. Jurnal Perikanan (Journal of Fisheries Sciences) All Right Reserved . Hasil klasifikasi analisis diskriminan stepwise untuk karakter morfometrik Kelompok n Persen benar 1 2 3 4 5 Total 18 5 10 8 4 45 100 80 100 87.704 0.003 -1. 2 Kel.689 0.776 0. 3 Kel.610 -0.184 0.362 -0.077 1.025 0.148 0.341 0. 4 Kel.290 Tabel 4.313 0. 5 18 0 0 0 0 0 4 0 1 0 0 0 10 0 0 0 0 1 7 0 0 0 0 1 3 18 4 11 9 3 Gambar 4.981 -0.689 0.901 -0.642 0.209 -0.781 0.701 0.687 0.50 Jurnal Perikanan (J. Karakter Morfometrik PAL IOW ASNL ASL OPDF PFA DFL PESL PSL PDL DCL MDB % varian Potency index 0. Fish.) XI (1 ): 46-53 ISSN: 0853-6384 Tabel 3. Sci.095 1. 1 Kel.597 -0.668 0.

2009 Gambar 5. b (DFL ) dan c (PDL ) Copyright©2009. Jurnal Perikanan (Journal of Fisheries Sciences) All Right Reserved 51 . Dendogram dibuat berdasarkan analisis cluster mahalobis distance untuk karakter morfometrik Gambar 6. a (IOW). Karakter meristik pada ke lima populasi ikan puntung anyut.Muflikah dan Wibowo.

B.P. Fishes. S. England. Leuven. Fishing News Book. 1993.D. Fish population genetics and application of molecular marker to fisheries and aqua cul t ur e: I-Basic pr inci pl es o f f ish population genetics. 57: p 1-8. 2002). A. In Molecular Systematics (ed. Murta. Fish. Wiryoatmojo. R. 1. F & K. 1989. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Science 2: p 145-155.A. Sci. DFL (panjang dasar si rip dorsal) dan PDL (panjang pre-dorsal). Sprent. 28 :p. C. 2000.. Sudarto. D. Research. The Mathematics of size and shape. Kelompok 1 memiliki jarak kemiripan terjauh (paling berbeda) dari k edua subpopulasi yang lain (kelompok 2 dan 3). Pengukuran morfometrik adal ah al at yang sangat mem bantu untuk mem bedakan populasi ikan (Bail ey. Nedreaas. 397p.R. 2002. Palumbi. Fisher. 296 Pp. C osta. Sunderland. Gustiano. Karakt er mor fometr ik dapat membedakan kelompok populasi ikan putung ayut. Sokal. II. M. Sea Research. 1997. H. K.) Katholieke Universiteit Leuven . Andr ade. Berda sar kan ana lisis kar ak ter mor fo me trik populasi ikan puntung anyut yang t er dapat di Sung ai Mus i t er ide ntif ikas i 3 kel om po k subpopulasi yang dapat digunakan sebagai acuan uni t pengelolaan ikan puntung anyut di Sungai Musi. Mar. 1936.J. . M urta (2002) menambahkan data pada pengukuran morfometrik mampu mengidentifikasi perbedaan diantara populasi ikan dan digunakan untuk menggambarkan bentuk setiap ikan (Palma and Andrade.F. 1997 . Taxonomy And Phylogeny Of Pangasiidae Catfishes From Asia (Ostariophysi. Jakarta. Costa.52 Jurnal Perikanan (J. De almeida & M. and Lithognathus mornurus (Sparidae) in the Eastern Atlantic and Mediterranean Sea. The polymerase chain reaction. “Geographic variation of Sebastes mentella in the Northeast Arctic derived from a morphological approach. Morphological variation of horse mack erel (Trachuvus trachurus) in the Iberian and North African Atlantic: implications for stock identification. Sci. J. Karakter pembeda utama diantara kelompokkelompok (subpopul asi/kel ompok 1. J. 2003. Doctor Dissertation University of Indonesia. A morf om etric and mer isti c in ves tig ation of Lusit ani an toadfish Hal obatrachus didactylus (Bl oc h and Sch neider. J. Belgium.M. M. 37: p 269-280. Whit ten. New York. Environ.. 1995. Chapman & Hall. P. W. Thesis for The D octor’s Degree (Ph. K. Jurnal Perikanan (Journal of Fisheries Sciences) All Right Reserved . Manly. 2. J. Structural dynamics and ecology of flatfish populations.L. New York.A.) XI (1 ): 46-53 ISSN: 0853-6384 Dendogram yang dibuat dari analisis cluster berdasarkan kar akter morfometrik yang memperlihatkan jarak genetik kelompok i kan menghasilkan 3 kelompok unit populasi (Gambar 5). 371 pp. Okumus. A. Numerical Ecology. 1972. R. 2 dan 3) tersebut adalah IOW (lebar orbital dalam). Fisher. 23-37. 1998. Y & I. Gosline. Struc tures ass oci ated with feeding in three broad-mouthed. Mar. 2002. Siluriformes). Multivariate statistical methods a primer. Diplodus puntazo. bent ic fi sh groups. N. Gambaran rata-rata dan standar deviasi ke-3 karakter morfometrik tersebut terlihat pada Gambar 6. Sci. 2000). Palma and Andr ade. 201 pp. Saborido-Rey. 57 : p 1240-1248. 3.R & F. MA: Sinauer Associates. J & J. Nucleic acids. 67(2): p 219-231. Mor phol ogical study of Diplodus sargus. Kot telat. 57 : p 965-975. Ltd.G. The use of multiple measurements in taxonomic problems. 2002. Periplus Editi on and Emdi Project Indonesia.J. Moritz and B. Rohlf. 7: p 179-188. Biometry: The principles and practice statistic biology research. R. Palma. 2002. 1801): ev idenc e of population fragmentation on Portuguese coast.” J. Biometrics. p 205–247. Hillis. Second edition. 3 rd edition. Kesimpulan Legendre. Daftar Pustaka Bailey.J. Mar. 47: p 399-405. Mable). Freeman. 423 pp.R. Systematic revision and phylogenetic relationships among population of clariid species in Southeast Asia. K ar ti kas ar i & S. 2002. Legendre. 2003. Copyright©2009. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. P & L. Sci. P. W. The Annals of Eugenics.. 1996. Ciftci. 1996. Saborido-Rey and Nedreaas. 221 hal. Biol.

H . 1153-1167. S. Biogeogr. 2009 Tschi bwabwa. M.1997. river system s and time durations. 27. p. J. Copyright©2009. Cyprinidae) in the ichthyological region of lower Guinea and Congo.Muflikah dan Wibowo.K. 2000. Namur. Sy stematic of Af rican species of genera Labeo (Telestei. Jurnal Perikanan (Journal of Fisheries Sciences) All Right Reserved . 53 Voris. Maps of Pleistocene sea levels in Southeast As ia: s horelines. PhD Dissertation.