0% found this document useful (0 votes)
45 views146 pages

Dasar Gambar Teknik dan Proses Desain

The document discusses technical drawing fundamentals including: - Technical drawing is a graphic language used by engineers to express and record ideas and information needed to create machines or equipment. - Engineering drawings must be unambiguous, complete, suitable for duplication, language independent, and conform to standards. - There are different types of projections (first angle and third angle), views (front, top, side), sections (full, half, removed), and dimensions. - Dimensioning provides the actual size and shape of an object. Lines, leaders, and notes are used to specify dimensions. - Geometric tolerancing specifies allowable deviations for features' shapes, orientations, and locations relative to datums.

Uploaded by

hanifhakim2311
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PPTX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
45 views146 pages

Dasar Gambar Teknik dan Proses Desain

The document discusses technical drawing fundamentals including: - Technical drawing is a graphic language used by engineers to express and record ideas and information needed to create machines or equipment. - Engineering drawings must be unambiguous, complete, suitable for duplication, language independent, and conform to standards. - There are different types of projections (first angle and third angle), views (front, top, side), sections (full, half, removed), and dimensions. - Dimensioning provides the actual size and shape of an object. Lines, leaders, and notes are used to specify dimensions. - Geometric tolerancing specifies allowable deviations for features' shapes, orientations, and locations relative to datums.

Uploaded by

hanifhakim2311
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PPTX, PDF, TXT or read online on Scribd

DASAR GAMBAR TEKNIK

PERTEMUAN 1

GAMBAR TEKNIK
PENDAHULUAN
Typical Product Life Cycle
The Design Process
Design Collecting
Design definitions, relevant design
needs specifications, information and
and requirements feasibility study
Synthesis
Analysis The CAD Process
Design Design
Design Design Design Design
documentation and modeling and
evaluation optimization analysis conceptualization
communication simulation

The Manufacturing Process


Production
planning The CAM Process
Design and
procurement of
Process
new tools Quality Packaging
planning Production Shipping
control
Order
materials

NC, CNC, DNC


programming

Marketing

3
Gambar teknik
• Gambar teknik merupakan suatu bahasa grafik
(graphic language) yang dipakai di dalam
dunia industri oleh para insinyur atau
perancang alat/mesin, bangunan untuk
mengungkapkan serta mencatat gagasan-
gagasan maupun informasi yang diperlukan
untuk membuat suatu mesin atau peralatan.
Drawing as a language
The danger of visual illusion
Representation, visualization and specification
Representation, visualization and specification
Requirements of engineering drawings

• Engineering drawings should be unambiguous and clear. For


any part of a component there must be only one
interpretation.
• The drawing must be complete. The content of an engineering
drawing must provide all the information for that stage of its
manufacture.
• The drawing must be suitable for duplication. A drawing is a
specification which needs to be communicated. The
information may be communicated electronically or in a hard
copy format.
• Drawings must be language-independent.
• Drawings need to conform to standards. The 'highest'
standards
• are the ISO ones that are applicable worldwide.
Sizes and layout of drawing sheets
MACAM-MACAM GARIS DAN PENGGUNAANYA:
Applications of lines
TEMPLETE
TUGAS GAMBAR
TUGAS 1
JENIS-JENIS
GARIS
TUGAS 2 & 3
PROYEKSI
Contoh Gambar Teknik 1
PERTEMUAN 2

GAMBAR TEKNIK
POTONGAN
JENIS-JENIS POTONGAN:
•Potongan penuh
•Potongan setengah
•Potongan setempat
•Potongan meloncat

POTONGAN PENUH:
POTONGAN SETENGAH:
POTONGAN MELONCAT:
POTONGAN MELONCAT:
PERTEMUAN 3

GAMBAR TEKNIK
PROYEKSI
MACAM-MACAM PROYEKSI:
Berdasarkan teknis (gaya) pembuatannya, maka proyeksi dibagi menjadi
dua buah yaitu:
• - ANSI
Proyeksi sudut pertama atau biasa dikenal dengan gaya Eropa
• - ISO
Proyeksi sudut ketiga atau dikenal dengan gaya USA

SIMBOL PROYEKSI :
PROYEKSI SUDUT PERTAMA (EROPA)
PROYEKSI SUDUT KETIGA (USA)
Proyeksi Ortogonal:
-Garis-garis proyeksi sejajar.

-Bidang proyeksi tegak lurus terhadap garis proyeksi


PEMILIHAN PANDANGAN:
• Pandangan Depan (Pusat)
– Menunjukkan syarat dan karakteristik terbanyak
– Memiliki pandangan maya paling sedikit
– Menunjukkan panjang dan tinggi benda
• Pandangan Atas
– Menunjukkan panjang dan lebar benda
• Pandangan Samping (Biasanya kanan)
– Menunjukkan lebar dan tinggi benda
– Menggunakan pandangan kiri apabila garis yang tersembunyi lebih sedikit
• Terkadang tidak diperlukan 3 pandangan untuk suatu gambar teknik
PANDANGAN PROYEKSI:
LATIHAN
PERTEMUAN 4

PENDIMENSIAN
Pendimensian bertujuan untuk mengetahui ukuran dan
bentuk sebenarnya dari sebuah benda atau mesin industri

Teknik pendimensian gambar teknik:


· - Garis ujur dan garis bantu
Cara memberikan ukuran untuk diameter:
Cara pemberian ukuran lubang:
Cara penulisan ukuran benda:
Cara pemberian tali busur dan sudut:
Pemberian ukuran dan error pada gambar:
Menggambar garis ukur dan bantu yang benar:
Macam-macam ukuran:
Gambar diameter dari separuh baian simetris:
TUGAS RUMAH
TUGAS RUMAH
PERTEMUAN 5

PENGGUNAAN GAMBAR
TEKNIK
TOLERANSI GEOMETRIK
Toleransi Geometris:
• Toleransi bentuk (form tolerances)
Merupakan nilai maksimum yang diijinkan pada deviasi bentuk. Jadi, toleransi bentuk membatasi deviasi suatu feature terhadap bentuk ideal geometris suatu garis atau permukaan
Kasus khusus untuk bentuk garis: straightness dan roundness (circularity)
Kasus khusus untuk bentuk permukaan: flatness (planarity) dan cylindricity
• Toleransi orientasi (orientation tolerance)
Merupakan suatu nilai maksimum yang membatasi deviasi suatu feature terhadap orientasi ideal geometris terhadap datum

kasus khusus: pararellism (keparalelan) dan perpendicularity (ketegaklurusan)


Toleransi Geometris:
• Toleransi lokasi (location tolerance)
Merupakan suatu nilai yang membatasi deviasi suatu feature terhadap lokasi ideal geometrisnya (orientasi dan jarak) terhadap datum
Kasus khusus: coaxility dan symmetry
• Run-out tolerances
Merupakan bagian dari toleransi orientasi dan toleransi lokasi, tetapi karena metode pengukurannya khusus, maka didefinisikan sebagai jenis toleransi
tersendiri
Straightness line:
Straightness of axis:
Circularity
Flatness:
Cylindricity:
Parallelism:
Perpendicularity:
Angularity:
Concentricity:
Symmetry:
PERTEMUAN 6

PENGGUNAAN GAMBAR TEKNIK


TOLERANSI DATUM
Datum
Datum mendefinisikan orientasi atau lokasi zona

Datum dibentuk dengan:


A. Feature datum tunggal
B. Dua atau lebih feature-feature datum dengan prioritas yang sama sebagai suatu datum umum

A.

B.
DATUM
The bottom surface of the part is the datum surface and the surface plate is

the simulated datum


Target-target Datum (Area)
Berdasarkan prioritasnya datum dikelompokkan sebagai berikut:
1. Datum primer
2. Datum sekunder
3. Datum tersier
Target-target datum

* Target-target datum dapat berupa area terbatas, suatu garis atau titik pada lokasi tertentu
* Target-target datum menyatakan penyangga benda kerja selama inspeksi dan proses manufaktur
* Jumlah target pada berbagai jenis datum :
Datum primer 3 target
Datum sekunder 2 target
Datum tersier 1 target
PERTEMUAN 7

PENGGUNAAN GAMBAR TEKNIK


TOLERANSI TOLERANSI
GEOMETRIK UMUM
Toleransi Geometrik Umum

* Toleransi geometrik umum mengacu pada ISO 2768


* Toleransi geometrik umum untuk komponen permesinan, misalnya: turbin, mesin perkakas, komponen mekanik presisi, mengacu pada ISO 2768-2
* Jika toleransi geometrik umum digunakan, maka pada gambar teknik perlu dinyatakan, misalnya:ISO 2768-mH
Artinya:
- m menyatakan toleransi dimensional umum kelas m
- H menyatakan toleransi geometrik umum kelas H
Devisasi geometrik dipengaruhi oleh 5M, yaitu:
1. Material
– Rigiditas benda-kerja (bentuk)
– Material
– Stres pada material.
2. Machine
– Kepresisian
– Rigiditas statik dan dinamik
– Sifat termal
– Pemeliharaan
– Lingkungan (vibrasi)
1. Method
– Tool
– Chuck, fixing, clamping
– Data proses (kecepatan potong, kedalaman potong), tekanan potong
– Pengaruh proses pembuatan pada toleransi geometrik

2. Measuring:
– Deviasi pengukuran sistematik yang tidak terkoreksi
– Deviasi pengukuran random
3. Manufacturer:
– Pengetahuan, keterampilan, kepresisian re-chucking
– Lingkungan
PERTEMUAN 8

AUTOCAD 1
PROGRAM CAD DAN PROGRAM BIM
PENDAHULUAN
* Pada mulanya program yang digunakan adalah CAD atau program yang diklaim sebagai CAD (Computer Aided Design)
* Perkembangan selanjutnya, CAD lebih kepada CADD (Computer Aided Design and DRAFTING/DRAWING)
* Awal dan pertengahan tahun 90-an muncul Parametric Modelling/Design yang dipelopori oleh Graphisoft ArchiCAD

* Akhir tahun 90-an, Autodesk merilis program BIM (Building Information Modelling) dengan nama Autodesk Revit
Perbedaan mendasar antara program-program CAD dan program BIM

CAD BIM
[Link] objek yang digambar [Link] objek yang digambar
hanya memuat informasi vektor (2D memiliki informasi mulai dari
material, dimensi, ketebalan (3D)
atau 3D)
2. Kita menggambar komponen bangunan
2. Kita menggambar objek yang kita yang memiliki karakteristik tertentu.
asumsikan adalah objek sebenarnya. 3. Penggambaran langsung pada 3 dimensi
3. Umumnya penggambaran 4. Karena sifatnya yang bi-directional
dilakukan di 2dimensi relationship maka setiap objek gambar
4. Tidak ada keterkaitan antara memiliki keterkaitan dengan objek
lainnya.
objek-objek yang digambar
[Link] dapat melakukan beberapa analisis
5. Analisis terhadap objek gambar dari objek yang sudah selesai digambar
sangat sulit dilakukan misalnya analisa biaya material, akustik,
6. Umumnya berguna pada proses termal dan lain sebagainya.
produksi gambar 6. Dapat digunakan mulai dari proses
massing dan konsep, produksi, sampai
pembuatan BQ (Bill of Quantity)
ELEMEN PARAMETRIK:

• Dalam Revit, elemen bangunan dikenal sebagai objek sesungguhnya seperti dinding, pintu,
jendela(tidak dikenal asumsi bahwa garis atau line misalnya sebuah dinding.

• Dua kategori Element:

Kategori Deskripsi
Model Objek-objek yang anda gunakan untuk
menciptakan bangunan : wall,door,roof,floor
Annotation Objek non fisik 2D yang membantu anda dalam
memproduksi gambar atau memberikan informasi
tambahan pada objek anda seperti : dimension,
tags, level, grid
Lima kelas element:

Kelas Deskripsi
Host Element yang membentuk bentuk dasar
bangunan : walls, floors,roofs,ceilings (bukan
model structure)
Component Element yang mengisi/terletak di dalam host
dan memberi detail pada desain bangunan :
windows,doors,furnitures
Annotation Objek non fisik 2D yang hanya muncul
(visible) pada view tertentu : dimension, tags
View Element representasi dinamis dari model :
plans, section, elevation, callout
Datum Element yang menentukan konteks seluruh
objek dalam desain : level, reference plane,
grid
PERTEMUAN 9

AUTOCAD 2
GETTING STARTED: INTRODUCTION
Autodesk Revit Building 8.0:
* Adalah software BIM (Building Information Modelling)
* Digunakan mulai dari proses gambar pra rancangan sampai gambar konstruksi dan dokumen Bill of Quantity
* File keluarannya adalah : RVT, RTE (template), dan RFA(family)
* Dapat mengimport file SketchUp, AutoCAD
* Dapat mengeksport file AutoCAD, 3DSMAX
“Revis 3D parametric Modelling and Compatibility: Project-
ed and smart dokumentation: based
Instant object : Single File
ly” * parametrik : * setiap objek * link dengan
setiap objek yang berada pada objek CAD * berbeda
memiliki properti tahap modelling lain : .dwg (xref dengan
informasi yang dapat terhubung di AutoCAD) AutoCAD,
dapat kita ubah. dengan proses Revit
export/import file
*objek pintar : dokumentasi : AutoCAD/Archit memiliki
setiap objek print-out dokumen, ectural Desktop hanya 1 file
berhubungan skala, digital-copy untuk semua
dengan secara relasional. informasi
objek/proses lain mulai dari 2D,
(bi-directional 3D, rendering,
relationship)
biaya
*Objek
pintar :setiap
objek memiliki
informasi
menyeluruh :
material, biaya,
dimensi dan lain-
lain
Multi-User Templates Associated Smart Tags: Schedule
Environme Views and
nt *informasi Quantity
*dengan *kita bisa *seperti halnya keterangan dan
central file, hubungan antar lokasi gambar *schedule dan
mulai quantity dapat
beberapa menggambar objek, di Revit, (tags) akan ikut
orang dapat views menjadi berubah jika kita diketahui dari
dengan setiap objek
mengerjakan beberapa amat floating. mengubah lokasi,
sebuah Perubahan di satu dan keterangan yang
objek :projec
project t, family view akan terlihat gambar tergambar
bersama- (block), langsung di view
sama. titleblock(for yang lain
mat kertas),
annotation
symbol
Datum base Host: Component:
datum wall,floor,stai Door,window,
element: r,ramp, Furniture,rail
reference ceiling,roof ling,
plane,level,col
* terikat/ equipment
umn rid
terhubung dengan *terikat/
*terikat/
terhubung dengan
terhubung dengan datum/ base
datum element host. Anda tidak
host dapat
merupakan host
menggambar
dari component component tanpa
adanya host
PERTEMUAN 10

AUTOCAD 3
INTERFACE DAN CONTROL
File yang diperlukan : urban [Link]

Topik yang akan dijelaskan :


1. Interface utama Autodesk Revit Building
2. Dynamic view control
3. Section box : menganalisa potongan bangunan
4. Camera view : membuat perspektif mata manusia, mata burung, interior

5. Section & elevation tags : membuat gambar tampak dan potongan


1.1 Interface
•Menu bar dan Toolbar adalah menu-menu static
yang berisi semua informasi dan perintah Revit
•Design bar adalah semua perintah menggambar
objek, yang berkaitan dengan :
•Type selector dan Option bar. Dimana perintah-
perintah ini berubah sesuai dengan objek gambar
yang kita pilih pada Design bar
•Project browser adalah fasilitas untuk browsing
view yang kita inginkan.
•View control bar berisi perintah untuk mengubah
skala, shaded rendering dan lain-lain
1.2 View Coordination and Control
Ketika kita membuka sebuah objek di Revit, ia akan membuka semua
view yang sudah ada dan kesemuanya berada dalam satu file (.RVT).
View dapat dibuka dengan jalan double klik pada nama view yang ada
di Project Browser.

Tips
¨ * Perhatikan selalu Status bar : ia akan
menunjukkan perintah apa yang sedang anda
gunakan
¨ * Untuk membatalkan perintah atau
membatalkan seleksi, tekan tombol ESC
PERTEMUAN 11

AUTOCAD 4
EXPLORING THE BUILDING
Dynamic View Control
Cara termudah untuk mengendalikan view adalah dengan
mouse :
•PAN : tekan dan drag tombol tengah mouse (cursor
berubah menjadi bentuk telapak tangan)
•ZOOM : tekan CTRL+tekan tombol tengah mouse (cursor
berubah menjadi kaca pembesar)
•ORBITAL : tekan SHIFT+tekan tombol tengah mouse
(cursor berubah menjadi orbit)
Atau anda bisa menggunakan ikon untuk
mengaktifkan dynamic view
Section Box
¨ Revit menyediakan fasilitas untuk membuat dynamic section dari
objek yang dibuat yang dinamakan Section Box.
¨ Section Box adalah box imaginer yang melingkupi objek 3D. Dengan
ini kita bisa melakukan clipping terhadap objek 3D kita.
¨ Langkah : • Set view pada view 3D
• Cursor pada view 3D, klik kanan dan pilih view properties.
• Cara lain adalah ketik VP untuk memunculkan view
properties.
• Aktifkan Section Box dan exit

Gambar:
Section Box
Camera Views
¨ Anda dapat menempatkan kamera untuk memperlihatkan view sebagian dari
objek 3D anda. Setiap kamera yang diciptakan akan otomatis diikuti dengan penciptaan
view baru pada Project Browser.
¨ Langkah :
• Aktifkan gambar denah anda
• Pilih Camera pada View tab di Design bar. Cursor berubah menjadi camera
• Titik pertama adalah titik kamera
• Titik kedua adalah titik pandangan
• Otomatis pandangan berubah menjadi pandangan perspektif dan muncul view
baru pada Project Browser anda

¨ Cara untuk mengedit kamera adalah sebagai berikut :


• Pada view baru yang aktif, klik kanan dan pilih show camera
• Pindah ke gambar denah, akan terlihat gambar kamera beserta field of view.
• Untuk mengedit kamera dan arah pandangnya secara horizontal anda bisa
menggeser-geser kamera maupun titik pandang kamera
• Untuk mengedit pada arah vertikal, anda bisa klik kamera dan klik kanan,

kemudian pilih properties. Tentukan tinggi titik kamera ataupun titik pandang kamera
Menentukan Kamera
Walkthrough
¨ Terdapat fasilitas untuk menggerakkan kamera mengikuti sebuah
path(walkthrough) untuk menciptakan animasi baik eksterior maupun interior.
Ini adalah cara cepat untuk memperlihatkan hail desain anda disamping
Section Box.
¨ Langkah :
• Aktifkan gambar denah
• Klik Walkthrough pada View Tab di Design bar
• Tentukan titik-titik animasi walkthorugh anda
• Setelah selesai, tekan ESC. Perhatikan, pada Project Browser muncul
View tambahan yakni Walkthrough
• Klik pada walkthrough anda, pilih Edit Walkthrough, pilih Play untuk
memainkan animasi walkthrough anda
Untuk mengedit titik-titik keyframe ataupun posisi kamera, anda harus
aktifkan parameter Show Camera pada view walkthrough anda. Maka pada
gambar denah akan muncul path dan camera walkthrough.
Gambar: Menentukan Path dan Hasil Rendering Walkthrough
Views and Sheets
(buka file : [Link])
Kita akan belajar menambah dan memodifikasi view baik tampak(elevation-
eksterior dan interior), potongan(section), maupun detail(details) serta
beberapa perintah lain.
1 Elevation
Secara default, pada file [Link] terdapat empat buah gambar tampak
Kita akan menambahkan beberapa tampak sekarang.
Langkah :
• Aktifkan gambar denah lantai 1
• Pilih elevation dari View tab pada Design bar
• Cursor akan berubah menjadi notasi tampak. Klik satu kali pada titik
pandang tampak anda.
• Pada Project Browser akan terdapat tambahan view tampak yakni
pada folder Elevation.
Untuk mengedit atau memodifikasi tampak, ada beberapa hal yang
harus diperhatikan :
2. Section
¨ Gambar potongan memungkinkan kita untuk melihat seluruh bagian
bangunan dalam scope potongan yang kita buat.
¨ Berbeda dengan menentukan view tampak, menentukan view potongan
dimulai dengan memotong/membuat jalur potong pada gambar denah dan
kemudian menentukan arah pandang kita.
¨ Langkah :
• Aktifkan gambar denah lantai 2
• Pilih Section dari View tab pada Design bar
• Cursor akan berubah menjadi notasi potongan
• Tentukan titik pertama potongan kemudian titik kedua dan terakhir
adalah arah pandang potongan anda
• Pada Project Browser akan muncul tambahan view potongan.
¨ Perhatikan tanda lingkaran di sebelah. Jika anda mengklik satu kali pada
daerah segitiga (yang mana menunjukkan arah view tampak anda), maka anda
dapat menentukan scope atau seberapa lebar dan seberapa dalam view tampak
anda
Perhatikan tanda lingkaran kali ini. Jika anda mengklik satu kali pada daerah
segiempat , maka anda dapat menambah view pada titik yang sama, atau anda
dapat memutar sudut pandang tampak anda
Untuk memodifikasi gambar potongan ada beberapa hal yang harus
diperhatikan :
Untuk potongan yang tidak segaris:
Langkah :
• Pilih garis potongan yang akan diedit
• Klik ikon split segment pada option bar
• Tentukan titik pembagian segmen
• Arahkan garis potongan sesuai dengan yang diinginkan
3. Details
Ada beberapa cara dalam membuat gambar detil di Revit. Pertama
adalah dengan memodifikasi gambar yang sudah ada (dengan skala
berbeda), kedua adalah dengan fasilitas drafting dimana kita dapat
menggambar objek-objek 2D, ketiga adalah dengan cara meng-import
file AutoCAD (dwg,dxf).
Langkah :
• Aktifkan gambar potongan (Section 1)
• Perhatikan bahwa unit yang digunakan adalah sistem Imperial.
Kita akan ubah ke dalam sistem metric terlebih dahulu
• Masuk ke Settings > Project Units atau ketik UN
• Ganti semua parameter dalam satuan metric
• Kembali ke gambar potongan, pilih Callout dari View tab pada
Design bar

• Sebelum membuat daerah potongan, perhatikan Option bar


Perhatikan tanda-tanda grip di sebelah (di dalam lingkaran). Grip ini
berfungsi untuk menentukan seberapa lebar view potongan anda.

Perhatikan tanda yang diberi kotak. Klik sekali untuk mengubah arah
pandang potongan anda
Pilih Detail View: Detail View 1, ini membuat gambar detail anda
akan masuk dalam kategori gambar detail.
•Tentukan skala
•Tentukan daerah detail yang anda inginkan
•View detail akan otomatis ditambahkan pada Project Browser.
•Aktifkan view detail, dan dengan fasilitas Drafting pada Design bar,
anda bisa melakukan modifikasi pada gambar detail anda. Gambar
detail tersebut adalah gambar 2D yang tidak terkait (kecuali informasi
notasi) dengan gambar 3D [Link] juga dapat mengimport file
lain untuk melengkapi gambar detail anda
Gambar: Callout atau Gambar Detail
4. Enlarged Views (Memperbesar area tertentu pada gambar)
¨ Kadangkala, kita perlu membuat gambar yang merupakan perbesaran
area tertentu daru gambar yang sebelumnya kita buat.
¨ Misalnya gambar contoh denah satu unit pada sebuah apartemen.
Gambar denah ini skalanya lebih besar dari gambar denah keseluruhan,
namun tidak sebesar skala gambar detail. Revit menyediakan fasilitas yang
tidak hanya memungkinkan kita memodifikasi gambar baru (seperti detail),
namun juga tetap dapat di-update dan terhubungkan dengan gambar-gambar
lainnya.
¨ Langkah :
• Aktifkan gambar denah lantai 1
• Zoom sampai pada daerah kamar mandi (toilet), kita ingin membuat
perbesaran daerah toilet.
• Pilih Callout dari Viewtab pada Designbar
• Pilih Floor Plan pada option bar dan tentukan skala 1:20. Ini akan
membuat gambar perbesaran anda berada pada daerah gambar-gambar
denah.
• Gambarkan daerah perbesaran, dan perhatikan bahwa gambar baru
anda terletak pada daerah Floor Plans.
6. Documentation
6.1 Sheets (Format Dokumen dan Kop Gambar)
¨ Semua gambar-gambar yang ada, umumnya akan dicetak untuk didokumentasikan.
Format kertas dan dokumen bagaimana gambar-gambar tersebut disusun, dipresentasikan,
dinamakan Sheets.
¨ Ada beberap hal yang harus diperhatikan dalam konsep Sheets :
1. Sheets adalah sebuah View dimana anda akan menambahkan beberapa view dari
model anda (model view).
2. Sebuah model view hanya bisa ditampilkan pada satu view (sheet) saja, tapi sebuah
model view bisa diduplikasi pada sheet yang sama
¨ Langkah :
· Pilih Sheet dari View tab pada Design bar
· Pilih A1_Metric dari pilihan titleblock yang ada. Apabila belum tersedia, pilih load
· Akan muncul format dan kop gambar berukuran A1 Internasional pada Project Browser
· Anda dapat memasukkan gambar-gambar yang anda inginkan ke dalam format dokumen
anda dengan cara men-drag nama gambar tersebut dari Project Browser ke dalam Sheet anda
Untuk mengubah skala, ubah skala pada gambar asli anda, bukan gambar yang ada dalam

Sheet
6.2. Dimension
Buka file : Office_building.rvt
Revit memilik fasilitas untuk membuat dimensi otomatis tanpa harus mengulang
langkah yang sama dalam pemberian dimensi ke sebuah objek.
Langkah :
• Aktifkan lantai 1
• Pilih Dimension Tool pada Drafting di Design bar atau pada Basic di Design bar
• Lihat Option bar, tentukan pilihan Wall Centerline dan Entire Wall
• Klik pada bagian Option dan tentukan daerah yang akan diberi dimensi
• Arahkan cursor pada dinding yang akan diberi dimensi dan tentukan lokasi dimensi

Gambar:
Pemberian Dimensi Otomatis
6.3. Tags (Notasi Gambar)
Notasi adalah pemberian nama untuk elemen-elemen gambar seperti
nama ruang, pintu, jendela, dinding, lantai dan sebagainya.
Langkah :
• Aktifkan denah lantai 1
• Pilih Room tag dari Drafting pada Design bar
• Tentukan ruang-ruang mana yang akan diberi tag

Gambar:
pemberian tag pada gambar
6.4. Color Fills
Satu fasilitas lain yang penting terutama untuk analisa luasan-luasan pada
gambar anda andalah fasilitas Color Fills. Dimana dengan fasilitas ini anda dapat
memberi warna daerah/ruang sesuai dengan kategori yang anda inginkan,
apakah berdasarkan luas, nama ruang, okupansi dan sebagainya.
Langkah :
• Aktifkan denah lantai 1
• Ketik VP untuk cek preferensi pada View Properties anda
• Aktifkan daerah Floors apabila belum aktif . Ini akan mengakibatkan
informasi-informasi yang ada pada gambar denah lantai, akan diperlihatkan
• Pilih Color Fill dari Drafting pada Design bar
• Cursor akan berubah menjadi notasi legenda. Letakkan notasi tersebut
pada daerah dekat dengan gambar denah.
• Otomatis gambar denah akan berubah warna sesuai dengan kategori
pada legenda.
• Untuk mengubah informasi yang disampaikan, klik pada legenda dan pilih edit
color scheme pada option bar
Gambar : Color fills yang menunjukkan luas ruangan
PERTEMUAN 12

AUTOCAD 5
MENGGAMBAR DINDING, LANTAI DAN ATAP
Pendahuluan :
· Menggambar denah umumnya merupakan proses
penggambaran pertama yang dilakukan arsitek (setelah
proses siteplan)
· Pada gambar prarancangan, gambar denah
memberikan informasi ruangan dan batas-batasnya, bukaan-
bukaan (pintu, jendela), ukuran dan dimensi-dimensi
pembatas ruangan, komponen pengisi ruangan (tata letak
furniture), grid titik – titik kolom , notasi-notasi.
· Gambar denah berhubungan dengan gambar-gambar
lain: potongan, tampak dan detail. Informasi ketinggian dan
jenis dinding, tinggi dan tipe pintu serta jendela akan muncul
pada gambar potongan dan tampak.
Yang harus dipahami dalam proses menggambar denah di Revit 8.1:
Objek dinding(walls) mempunyai guideline atau constraint
pada datum-datum : gridline(pada gambar denah), level(pada
gambar tampak). Prosedurnya, anda bisa menentukan dahulu
gridline-nya, baru menggambar dinding atau sebaliknya. Demikian
juga dalam menentukan tinggi dinding. Secara default, Revit sudah
menentukan tinggi dinding (ingat dalam Revit, semua objek adalah
3 dimensi). Anda bisa membuat tinggi dinding ini ter-constraint
dengan level atau berdiri sendiri.
Objek pintu dan jendela mempunyai ‘tempat menempel’
atau host yakni dinding. Anda tidak dapat meletakkan pintu dan
jendela tanpa adanya dinding. Ini berarti prosedur penggambaran
adalah menggambar dinding baru kemudian pintu dan jendela.
Perhatikan properti : tebal dinding, material dinding, tinggi dinding,
titik referensi
Workshop : Menggambar dinding
Definisi :
Walls adalah elemen bangunan yang merupakan representasi dari
dinding. Karena itu, objek walls terdiri atas beberapa layer material,
dan ini yang menentukan karakteristik visual dan perilakunya.
Layer :
Secara default Revit menyediakan beberapa jenis wall dengan
material pembentuk yang berbeda-beda tergantung dari fungsi dan
kegunaannya. Untuk mengakses ini anda dapat melihat pada properti
setiap jenis wall yang dipilih. Anda juga dapat menentukan sendiri
material pembentuk wall dan disimpan untuk keperluan proyek anda
yang sesuai dengan kondisi atau standar lokal yang berlaku.
Location line :
Adalah titik acuan perletakan objek wall yang tidak berubah
walaupun materi pembentuk dinding tersebut berubah. Kita sering
mengenal hal ini sebagai as objek.
Prosedur :
Ada dua cara menggambar dinding :
1. Design Bar : Wall ; kita menggambar langsung objek dinding
· kelebihan : proses cepat karena langsug menggambar dinding
· kekurangan : tidak dapat menggambar dinding miring (tidak
vertikal)
2. Lines : menentukan objek wall dari garis/arc yang dibuat
sebelumnya
3. Faces : menentukan sebuah objek wall dari faces objek yang ada
sebelumnya (melalui proses massing)
kelebihan : bentuk dan orientasi dinding lebih fleksibel karena
berasal dari proses massing
kekurangan : harus melalui proses massing terlebih dahulu
PERTEMUAN 13

AUTOCAD 6
MENGGAMBAR WALL LANGSUNG DARI WALL TOOL
Membuat gambar dinding ukuran 6 x 8 m, tebal dinding 140mm dan tinggi 3m
Langkah-langkah :
• Pilih wall tool dari designbar
• Pilih Basic Wall : Generic 140mm Masonry pada option bar
•Tentukan ketinggian 3000mm pada option bar
•Tentukan Lock line pada Wall Centerline
•Mulai menggambar . Perhatikan ketika anda menarik garis, Revit akan otomatis
menggunakan fasilitas snap untuk jarak, sudut dan fasilitas track point untuk
menentukan titik dari objek lain yang tidak berhubungan.
•Hasilnya :
Modifikasi Wall
Beberapa fasilitas yang ada dalam memodifikasi atau mengedit objek walls
adalah :
• Mengubah panjang dinding .
Mengubah panjang dilakukan dengan menseleksi dinding kemudian
menggunakan ikon drag (titik biru pada ujung-ujung objek), tarik dinding sesuai
dengan panjang yang diinginkan.

Gambar : Mengubah panjang dinding


• Mengubah tinggi walls dan menguncinya dengan tinggi level.
Level adalah informasi ketinggian lantai yang muncul pada gambar tampak
(elevation).Umumnya, tinggi dinding mengikuti ketinggian level. Anda dapat
mengunci tinggi dinding yang anda buat dengan level yang anda tentukan
sehingga bila terjadi perubahan pada ketinggian level, dinding anda ikut berubah.
Langkah:
-masuk ke gambar tampak (elevation)
-pilih objek dinding
-melalui grips(segitiga biru), tarik dinding sampai batas level
-melalui tombol alignment constraint (ikon gembok), kunci tinggi dinding anda
sesuai level

Gambar : mengunci tinggi dinding setinggi level


• MENGUBAH PROPERTI WALL.
Ini dilakukan ketika anda ingin mengubah ketebalan dinding, material
penyusun, tampulan luar maupun dalam.
Langkah :
klik kanan pada dinding yang akan anda edit propertinya
pilih properties
Ubah material, ketebalan, karakteristik dinding di sini.
Membuat dinding baru dengan material baru, ketebalan barudi sini
Daerah ini adalah instance parameter : parameter-parameter yang hanya
berakibat pada objek yang terseleksi saja. Misalnya titik as, ketinggian,
titik dasar
Gambar: Mengubah Properti Wall
MENGUBAH PROFIL WALL
Langkah :
•aktifkan gambar tampak
•pilih objek yang akan diedit profilnya, pilih edit profile pada option bar
•akan muncul garis jingga yang merupakan garis profil aksisting dinding anda.
•anda dapat memodifikasi dengan cara menambah garis atau arc. Syaratnya

kurva yang anda buat harus merupakan kurva tertutup.

Gambar : Memodifikasi profil dinding


•MEMOTONG DINDING
Ada beberapa metode dalam memotong dinding : split dan trim
Split : adalah memotong dinding menjadi beberapa segmen
Trim : adalah memotong dinding dengan bantuan objek lain

Langkah trim:
tentukan bidang wall yang akan dihilangkan
tekan ikon trim, pilih dinding batas pertama kemudian pilih dinding
batas kedua

Summary
Usahakan untuk mengunci tinggi dinding dengan level. Ini akan
memudahkan anda nantinya apabila ada perubahan ketinggian lantai
bangunan
Anda dapat langsung mengetik panjang dinding ketika anda membuat
dinding
Anda dapat membagi ruas dinding dengan perintah split
Gambar : objek sebelum dan sesudah di-trim
PERTEMUAN 14

AUTOCAD 7
MEMBUAT GAMBAR RUMAH SEDERHANA
Langkah-langkah :
1. Menentukan grid gambar denah dan level
a. Perhatikan Project Browser anda, pada gambar floorplan pastikan
terdapat gambar-gambar berikut : Denah Pondasi, Denah Lantai Dasar,
Denah Lantai 1. Apabila belum terdapat gambar yang dimaksud,
buatlah dengan cara:
-Aktifkan gambar elevation > South elevation (atau tampak dari manapun)
-Perhatikan default level yang sudah ada. Ubah dan tambahkan level sehingga
menjadi seperti gambar berikut :
-Anda dapat mengubah nama level menjadi sesuai
keinginan dengan meng-klik pada teks level tersebut.
-Ketinggian level dapat diubah dengan menarik garis level
-Untuk membuat level, klik level tool dan perhatikan
petunjuk pada layar
-Sesuai dengan gambar di atas, Lantai Dasar akan berada
di level 0.00, Lantai 1 berada di level 320 cm di atas lantai
dasar dan Lantai Pondasi berada di level 100 cm di bawah
Lantai Dasar. Ini akan menjadi ketentuan ketinggian lantai,
dan nama level akan menjadi nama gambar denah anda.
b. Cek PROJECT UNIT dengan mengetik UN dan pastikan
unit panjang adalah centimeter
c. Kembali aktifkan lantai dasar dan melalui LINES tool,
gambarlah grid-grid sesuai dengan gambar berikut :
-Menggambar garis atau lines menggunakan lines tool
amat mudah, anda tinggal menentukan titik awal, tarik
kursor ke arah yang anda inginkan dan perhatikan
temporary dimension yang muncul untuk melihat besaran
panjang garis yang anda buat.
-Cara lain menentukan panjang garis adalah dengan
mengetikkan angka besaran garis pada saat anda seselai
menentukan titik awal.
-Anda juga dapat menggunakan fasilitas copy untuk
duplikasi objek yang telah anda buat.
-Anda dapat mengubah nama level menjadi sesuai
keinginan dengan meng-klik pada teks level tersebut.
-Ketinggian level dapat diubah dengan menarik garis level
-Untuk membuat level, klik level tool dan perhatikan
petunjuk pada layar
ini adalah guidelines objek-objek anda nantinya yang juga
merupakan reference lines untuk dimensioning.
2. Mendefinisikan wall
Seperti telah diulas di depan, wall yakni objek
dinding dapat kita definisikan sebelum kita
menggambarnya. Namun inipun dapat kita edit
dikemudian hari. Yang harus diingat adalah
mungkin saja ada wall yang tingginya tidak sama,
seperti dinding pagar, dinding dapur dan lainnya
yang harus diwaspadai.
Mendefinisikan wall untuk dinding ½ bata:
-klik wall tool dan klik property dari design bar.
-buat wall baru dan tentukan tebalnya 150 cm
dengan bahan brick
-save wall baru tersebut
-pada property, tentukan top constraint pada
Lantai 1
3. Menggambar wall
[Link] property diset, perhatikan option bar
berikut sebelum anda menarik garis wall :
-height yakni tinggi tangga menunjukkan top
constraint yang sudah anda tentukan
-loc line yakni menunjukkan basepoint wall anda.
Buatlah wall centerline agar berhimpitan dengan
garis reference line
-chain yakni wall yang anda buat akan otomatis
disambung apabila ia berpotongan
b. buatlah gambar wall
c. Dengan cara yang telah dijelaskan di muka,
buatlah dinding pagar dengan tinggi 2 meter
dengan material penutup batu alam pada bagian
depan dan belakang bangunan. Tebal total
dinding baru ini adalah 19 cm.
-duplicate dinding yang sudah ada pada property
wall
-tentukan ketebalan core dining 15 cm
-tambahkan finishing stone pada exterior &
interior side setebal masing-masing 2 cm
-Daerah yang dilingkari adalah objek wall
yang baru yang memiliki ketebalan dan
ketinggian yang berbeda
-Gambar anda akan terlihat: daerah yang
dilingkari adalah objek wall yang baru
yang memiliki ketebalan dan ketinggian
yang berbeda
Daftar Puataka
-Berahim, H. 1991. Pengantar Dasar Gambar Teknik.
Andi Offset. Yogyakarta.
-Dygdon, G.M.S.H. Technical Drawing, 7th edition.
Gramedia. Jakarta.
-Hamma. 2007. Gambar Teknik.
[Link]
.
-Madsen. 1998. Engineering Drawing and Design.
Puastaka Grafindo. Jakarta.
-Sato, [Link] and Sugiarto, H.N. 2000. Menggambar
Mesin menurut Standar ISO. PT. Pradnya Paramita.
Jakarta.
-Winarno, F. G. and Jenie, B. S. L. 1982. Autocad. ---
Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
-Zuhal. 2000. Dasar Gambar Teknik. PT Gramedia.
Jakarta.
TERIMA KASIH

You might also like