Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Dukungan Suami Terhadap Istri Selama Masa Kehamilan, Persalinan, Dan Masa Nifas Berdasarkan Etnis

Jurnal Dukungan Suami Terhadap Istri Selama Masa Kehamilan, Persalinan, Dan Masa Nifas Berdasarkan Etnis

Ratings: (0)|Views: 151 |Likes:
Published by Vrey Apex
Jurnal Kesehatan
Jurnal Kesehatan

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Vrey Apex on Jun 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2014

pdf

text

original

 
MKM Vol. 01 No. 01 Desember 2006: 38-50
DUKUNGAN SUAMI TERHADAP ISTRI SELAMA MASA KEHAMILAN,PERSALINAN, DAN MASA NIFAS BERDASARKAN ETNISSTUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASIR PANJANGKOTA KUPANG
Engelina Nabuasa
1
Abstract:
A research on husband’s support to his wife in pregnancy, child birthand child bed based on the ethnic was conducted in working area of Pasir Panjang Public Health Care (PHC) Kupang City from 1 October to 1 December 2006. PHC of Pasir Panjang was chossen as the location of the researchbecause most of pregnany woman with high risk are in it. The aim of this study isto investigate decision making patterns about pregnancy planing in the family andhusband’s support to his wife in pregnancy, child birth, and child bed based onthe ethnic. The study used design qualitative type and the population that havebeen taken are the whole husbands which include in group fertile match andhave one baby or under five child at least. The result of this study indicated that :(1) There are some kind of decision making patterns such as husband and wifehave the same right to make decision, husband have fully power to makedecision by him self, both of them have the same right to make decision but withinfluence from their parent in law; (2) Husband’s support in pregnancy arepreparate all of equipment was needed include preparation health facility andhelp his wife to do the high household activity. But there are some husband thatoffer his responsibility to their parent in law. Apart from that there are husband’sactivities to protectition his wife from satan or evil; The specific problem that inpregnancy is less of nutrition supply because economic factor; (3) When childbirth time, there are husband which always close his wife but some of them areafraid; 4).The positive things was done by husband when child bed time arepaticipate in treatment mother and child, carry out household activities, find outand make a traditional herbs in recovery acceleration of his wife. But there arehusband that offer that responsibiliy to their parent in law or to mid wife.
Keywords
:
 
Husband’s Support ,Pregnancy, Child Birth And Child Bed
PENDAHULUANLatar Belakang
Masalah Kesehatan Reproduksiperempuan termasuk perencanaankehamilan dan persalinan yangaman secara medis, menjadiperhatian bersama bukan hanyabagi kaum perempuan tapi jugasemua pihak. Hal ini disebabkankarena dampaknya luas sekalimenyangkut berbagai aspekkehidupan yang menjadi parametedalam pelayanan kesehatanmasyarakat, yang berakhir padapenentuan kualitas penduduk.Beberapa parameter yangmenunjukkan kualitas pendudukantara lain Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian bayi. Pelaksanaanhak dan kesehatan reproduksi masihditandai dengan tingginya kematianibu hamil, melahirkan dan nifas (AKI)dan bayi (AKB). Indonesia sebagaisalah satu negara di ASEAN,mempunyai Angka Kematian Ibu(AKI) karena hamil, melahirkan dan
1
Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM Undana
 
Dukungan Suami Terhadap Istri Selama Masa Kehamilan, Persalinan,Dan Masa Nifas Berdasarkan Etnis
nifas tertinggi yaitu 373 per 100.000kelahiran hidup
(SDKI,1998)
, artinyabahwa terdapat sekitar 18.000perempuan meninggal dunia setiaptahun. Demikian juga AngkaKematian Bayi (AKB) sebesar 52 per 1.000 kelahiran. Untuk wilayah KotaKupang, jumlah kematian ibu padatahun 2003 adalah 46 per 100.000kelahiran hidup dan mengalamipenurunan pada tahun 2004 menjadi42 per 100.000 kelahiran hidup.Namun demikian bila dibandingkandengan pencapaian angka nasional,angka ini masih termasuk rendah.Hal ini, untuk Kota Kupang belumtentu hasilnya nyata, karena masihbanyak kematian-kematian yangtidak dilaporkan yang mana prosespersalinan ditolong oleh bukantenaga kesehatan
(SubdinKesga,Dinkes Kota Kupang, 2004).
Banyak penelitian menunjukkanbahwa tingginya kematian ibumelahirkan bukan saja disebabkanoleh faktor medis tetapi juga olehfaktor non medis, seperti:terbatasnya pengetahuan ibutentang bahaya kehamilan resikotinggi; ketidakberdayaan sebagianbesar ibu hamil dalam mengambilkeputusan untuk dirujuk
(Soebandoro,1995)
serta tidakadanya akses dan kontrolperempuan dalam pengambilankeputusan yang berkaitan denganhak reproduksi
(Nursyahbani,1996).
 Budaya patriakhi dan sistemmas kawin atau belis yang masihdianut sebagian besar wargasehingga apabila pihak laki-laki telahmemenuhi kewajibannyamemberikan mas kawin (belis) makalaki-laki cenderung menuntut hakyang belebihan kepada wanita yangditafsirkannya sudah dibelissehingga berbagai kekerasan dapatditimpakan ke istrinya. Hal iniberdampak pada kurangnyapartisipasi atau dukungan priaterhadap pemeliharaan kesehatanreproduksi istri sehingga berdampakpada rendahnya derajat kesehatanibu dan anak
(BPS, 2004)
Prevalensi ibu hamil denganrisiko tinggi (Bumil Resti) di KotaKupang mengalami peningkatanyaitu dari 9,67% pada tahun 2003menjadi 12,44% pada tahun 2004.Jumlah ibu hamil dengan resikotinggi terbanyak terdapat di wilayahkerja Puskesmas Pasir Panjangyaitu 22,71% pada tahun 2003,21,96% pada tahun 2004 danmeningkat menjadi 37,5% padatahun 2005
(Dinas Kesehatan KotaKupang,2005).
Wilayah kerja Puskesmas PasiPanjang sebagai bagian wilayahKota Kupang terdiri atas masyarakatdari berbagai etnis seperti Flores,Sumba, Timor, Alor, Sabu, Rote, danetnis lainnya yang memiliki latabelakang kebudayaan yangberbeda-beda.
Sprangger (dalamSoekidjo, 2003)
, menyatakan bahwakepribadian seseorang ditentukansalah satu nilai budaya yangdominan pada diri orang tersebutdan selanjutnya kepribadian tersebutakan menentukan pola dasaperilaku manusia yangbersangkutan. Dengan demikiankebudayaan merupakan salah satufaktor yang akan menentukanperilaku seseorang.Rumusan masalah yang dikajidalam penulisan ini bagaimanakahpola pengambilan keputusan dalamkeluarga mengenai perencanaankehamilan dan bagaimanakahdukungan suami terhadap istriselama masa kehamilan, persalinan,dan masa nifas berdasarkan etnis diwilayah kerja Puskesmas PasiPanjang. Adapun tujuan umum daripenelitian ini adalah mengkajitentang dukungan suami terhadapistri selama masa kehamilan,
39
 
MKM Vol. 01 No. 01 Desember 2006: 38-50
persalinan dan masa nifasberdasarkan etnis di wilayah kerjapuskesmas Pasir Panjang KotaKupang dan tujuan khususnyaadalah 1). mengetahui tentang polapengambilan keputusan dalamkeluarga mengenai perencanaankehamilan berdasarkan etnis diwilayah kerja puskesmas PasiPanjang 2).mengetahui dukungansuami terhadap istri selama masakehamilan termasuk mmpersiapkanpersalinan yang aman berdasarkanetnis di wilayah kerja puskesmasPasir Panjang 3).Mengetahuidukungan suami terhadap istri padasaat persalinan berdasarkan etnis diwilayah kerja puskesmas PasiPanjang 4).Mengetahui dukungansuami terhadap istri pada masa nifasberdasarkan etnis di wilayah kerjapuskesmas Pasir Panjang
Kesehatan Reproduksi Perem-puan
Kesehatan Reproduksi adalahkeadaan kesehatan yang sempurnabaik fisik, mental dan sosial danlingkungan serta bukan semata-mata terbebas dari penyakit ataukecacatan dalam segala aspek yangberhubungan dengan systemreproduksi, fungsi serta prosesnya
(WHO,1992)
. Kesehatan Reproduksiyang dimaksud adalah kemampuanseorang perempuan untukmemanfaatkan alat reproduksi danmengatur kesuburannya (fertilitas)dapat menjalani kehamilan danpersalinan secara aman sertamendapatkan bayi tanpa resikoapapun dan selanjutnyamengembalikan kesehatannyadalam batas normal semula
(Well Health Mother and Well Born Baby)
. Ada beberapa pertimbanganmengapa pria/suami harus secaraseimbang berperan dalam KB danKesehatan Reproduksi, antara lain:(1) Pria/suami merupakan pasangandalam proses reproduks; (2)Pria/suami bertanggung jawabsecara sosial, moral dan ekonomidalam membangun keluarga;(3)Pria/suami juga mempunyai hak-hak reproduksi yang sama denganperempuan/isteri; (4)Peran dantanggung jawab pria/suami langsungmaupun tidak langsung dalam KBdan Kesehatan Reproduksi
(BKKBN, 1999).
 
Pria dan tanggung jawabkesehatan reproduksi
Di indonesia masih sangat jarang ditemukan peran serta priadalam kesehatan reproduksi.Kurangnya kesadaran pria dalam halkesehatan reproduksi memang tidakterjadi begitu saja. Ujungpermasalahan dari semua itu adalahfaktor budaya yang justru“memanjakan suami”, dalam artianperempuan adalah “pendampingsetia” yang sudah selayaknyabertanggung jawab soal kesehatanreproduksi sendiri.
(GemaPartisipasi Pria Nomor 3/III/2004)
Pengambilan Keputusan DalamKeluarga
Keputusan yang diambilseseorang, bukan merupakankeputusan yang mendadak, tetapisudah melalui proses berpikir, atausuatu keputusan yang diambilmerupakan hasil seleksi berpikir yang ditentukan oleh keinginan,harapan dan pengalaman-pengalaman masa lalu. Itulah yangnantinya akan menentukanbagaimana bentuk dukungan yangakan diberikan oleh seseorangterhadap keputusan yang diambildan hal ini tidak terlepas daripersepsi yang dimiliki seseorang(
Koentjoroningrat, 1985 
).
Saparinah Sadl
mengatakanbahwa keseluruhan pengalaman,motivasi, sikap yang relevan dengan
40

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->